Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Rekomendasi Buku untuk Kamu yang Takut Ditinggalkan dalam Hubungan
Cover buku “The Mountain Is You” & “Women Who Love Too Much” (kolase foto via Amazon)
  • Artikel membahas rasa takut ditinggalkan dalam hubungan dan bagaimana buku-buku bertema relasi dapat membantu memahami akar emosional serta membangun hubungan yang lebih sehat.
  • Lima buku direkomendasikan, termasuk 'Attached', 'The Mountain Is You', dan 'All About Love', yang menyoroti pola keterikatan, sabotase diri, serta pemahaman cinta yang dewasa.
  • Melalui bacaan seperti karya Lori Gottlieb dan Robin Norwood, pembaca diajak mengenali luka batin, belajar mencintai diri sendiri, dan menciptakan hubungan berdasarkan rasa aman, bukan ketakutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perasaan takut ditinggalkan dalam hubungan sering dialami banyak orang. Kadang, ia muncul saat ada konflik dengan pasangan, telat membalas chat, berubah sedikit lebih sibuk, atau terlihat lebih dingin dari biasanya. Rasa takut itu bisa bikin seseorang jadi terlalu overthinking, mudah cemburu, bahkan kehilangan rasa percaya diri dalam hubungan.

Padahal, banyak orang mengalami hal yang sama. Lewat buku-buku bertema relasi dan kesehatan emosional, kamu bisa belajar memahami akar rasa takut tersebut sekaligus menemukan cara untuk membangun hubungan yang lebih sehat.

1. “Attached” by Amir Levine dan Rachel Heller

Cover "Attached" by Amir Levine, Rachel S. F. Heller (foto via Amazon)

Buku ini membahas tentang attachment style atau pola keterikatan emosional dalam hubungan. Penulis menjelaskan bagaimana pengalaman emosional seseorang bisa membuat mereka menjadi anxious attachment, yaitu tipe yang sangat takut ditinggalkan dan terus mencari kepastian dari pasangan.

Lewat bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini membantu pembaca mengenali kenapa mereka sering merasa panik ketika hubungan terasa berubah sedikit saja. Yang membuat buku ini menarik adalah penjelasannya tidak menghakimi. “Attached” justru membantu pembaca memahami bahwa rasa takut ditinggalkan bukan tanda lemah, melainkan pola emosional yang bisa dipelajari dan diperbaiki.

2. “The Mountain Is You” by Brianna Wiest

Cover buku “The Mountain Is You” (foto via Amazon)

Buku ini berbicara tentang self sabotage atau kebiasaan menghancurkan diri sendiri tanpa sadar. Dalam hubungan, rasa takut ditinggalkan sering membuat seseorang jadi terlalu posesif, terlalu bergantung, atau malah menjauh lebih dulu karena takut disakiti.

Brianna Wiest mengajak pembaca memahami bahwa banyak luka emosional berasal dari rasa tidak aman yang belum selesai. Ia menjelaskan bagaimana manusia sering menciptakan drama dalam hubungan karena merasa tidak pantas dicintai sepenuhnya. Penjelasannya terasa dalam, tetapi tetap mudah dipahami.

3. “All About Love” by Bell Hooks

Cover "All About Love: New Visions" by Bell Hooks (foto via Amazon)

Buku ini membahas cinta dari sudut pandang yang lebih dalam dan emosional. Bell Hooks menjelaskan bahwa banyak orang sebenarnya tumbuh tanpa memahami bentuk cinta yang sehat. Akibatnya, hubungan sering dipenuhi rasa takut, kecemasan, dan kebutuhan untuk terus merasa dipilih.

“All About Love” memiliki gaya penulisan yang reflektif dan emosional. Buku ini cocok dibaca perlahan sambil merenungkan pengalaman pribadi. Untuk kamu yang sering takut ditinggalkan karena kurang merasa dicintai, buku ini bisa membantu melihat cinta dengan cara yang lebih sehat dan dewasa.

4. “Maybe You Should Talk to Someone” by Lori Gottlieb

Cover buku “Maybe You Should Talk to Someone” (foto via Amazon)

Buku ini ditulis oleh seorang terapis bernama Lori Gottlieb yang menceritakan pengalaman dirinya dan para kliennya dalam menghadapi masalah hidup, termasuk hubungan dan rasa kehilangan. Ceritanya terasa personal dan sangat manusiawi.

Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah bagaimana rasa takut ditinggalkan ternyata sering berhubungan dengan luka lama yang belum selesai. Ada orang yang takut sendirian karena trauma masa kecil, ada juga yang terus mencari validasi dari pasangan karena merasa tidak berharga tanpa hubungan.

Meski membahas tema emosional yang cukup berat, buku ini ditulis dengan gaya yang hangat dan kadang lucu. Pembaca akan merasa seperti sedang mendengarkan cerita dari teman dekat. Buku ini cocok untuk kamu yang ingin memahami emosi diri dengan cara yang lebih lembut.

5. “Women Who Love Too Much” by Robin Norwood

Cover buku “Women Who Love Too Much” (foto via Amazon)

Buku klasik ini membahas tentang orang-orang yang terlalu bergantung secara emosional pada pasangan. Mereka rela mengorbankan diri sendiri demi mempertahankan hubungan, bahkan ketika hubungan tersebut menyakitkan.

Robin Norwood menjelaskan bagaimana rasa takut ditinggalkan bisa membuat seseorang terus bertahan dalam hubungan yang tidak sehat. Banyak pembaca merasa buku ini sangat relate karena menggambarkan kebiasaan mencintai secara berlebihan demi mendapatkan rasa aman.

 

Lewat buku-buku di atas, kamu bisa belajar bahwa hubungan yang sehat tidak dibangun dari rasa takut kehilangan, tetapi dari rasa aman dan kepercayaan. Tidak harus langsung berubah dalam semalam, tetapi sedikit demi sedikit kamu bisa mulai memahami emosimu sendiri dan belajar mencintai tanpa dihantui ketakutan ditinggalkan.

Editorial Team