Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Membuat Pasangan Non-Tionghoa Diterima Keluarga saat Imlek

ilustrasi pasangan kekasih merayakan Imlek
ilustrasi pasangan kekasih merayakan Imlek (freepik.com/jcomp)

Membawa pasangan ke tengah hiruk-pikuk perayaan Imlek keluarga besar bisa menjadi hal yang mendebarkan sekaligus menantang. Perbedaan latar belakang budaya sering menimbulkan kekhawatiran akan adanya rasa canggung atau kesalahpahaman saat berinteraksi dengan kerabat. Namun, momen ini sebenarnya adalah peluang emas bagi pasanganmu untuk menunjukkan kesungguhannya dalam menghargai tradisi yang kamu jalani sejak kecil.

Kunci utama suksesnya perkenalan ini terletak pada persiapan yang matang dan sikap saling menghormati antara kedua belah pihak. Kamu tak perlu menuntut pasangan untuk memahami seluruh silsilah keluarga dalam semalam, namun bantuan kecil darimu akan sangat berarti. Dengan pendekatan yang hangat, pasanganmu bisa dengan mudah memenangkan hati keluarga besar dan menciptakan kesan pertama yang tak terlupakan. Berikut lima cara membuat pasangan non-Tionghoa diterima keluarga besar saat Imlek. Simak, yuk!

1. Bekali pasangan dengan informasi tentang silsilah dan panggilan

pasangan kekasih sedang melihat album foto
pasangan kekasih sedang melihat album foto (freepik.com/freepik)

Langkah pertama yang paling penting adalah memberi pemahaman dasar mengenai siapa saja yang akan hadir dalam acara tersebut. Keluarga Tionghoa memiliki sistem panggilan yang cukup spesifik berdasarkan urutan usia dan posisi dalam silsilah keluarga besar. Pastikan pasanganmu tahu siapa sosok paling senior yang harus disapa terlebih dahulu agar ia tidak bingung saat memasuki ruangan yang penuh orang.

Kamu bisa membuat simulasi kecil atau memberikan catatan singkat mengenai panggilan seperti A-ma, A-kong, atau Popo agar pasanganmu merasa lebih siap. Mengetahui panggilan yang tepat bukan hanya soal etika, tetapi juga menunjukkan bahwa ia memiliki niat tulus untuk menghargai struktur keluarga. Hal sederhana ini biasanya langsung mencuri perhatian para orang tua karena dianggap sebagai bentuk penghormatan yang sangat tinggi.

2. Membawa buah tangan yang bermakna keberuntungan

ilustrasi memberikan parsel Imlek
ilustrasi memberikan parsel Imlek (freepik.com/jcomp)

Membawa buah tangan atau hampers adalah tradisi yang wajib dilakukan saat berkunjung ke rumah kerabat di hari Imlek. Agar pasanganmu terlihat lebih menonjol, ajaklah ia terlibat langsung dalam memilih hantaran yang identik dengan simbol keberuntungan, seperti jeruk mandarin atau kue keranjang. Pastikan ia juga yang menyerahkan langsung hantaran tersebut kepada tuan rumah sebagai bentuk perkenalan diri yang sopan.

Jelaskan kepada pasangan bahwa memberikan barang dengan kedua tangan adalah tanda penghormatan yang besar dalam budaya Timur. Saat menyerahkannya, kamu bisa membantu memberikan bumbu percakapan dengan mengatakan bahwa pasanganmu sendiri yang memilih kado tersebut secara khusus. Tindakan ini akan memberikan kesan bahwa pasanganmu adalah sosok yang perhatian dan sangat menghargai keramahan tuan rumah yang telah mengundangnya.

3. Ajarkan beberapa magic words untuk mencairkan suasana

ilustrasi pasangan kekasih merayakan Imlek
ilustrasi pasangan kekasih merayakan Imlek (freepik.com/jcomp)

Meskipun tidak mahir berbahasa Mandarin atau Hokkien, mempelajari beberapa kata kunci bisa menjadi senjata rahasia bagi pasanganmu untuk memecah kebekuan. Kata-kata sederhana seperti ucapan selamat tahun baru atau sekadar pujian untuk masakan akan terdengar sangat manis di telinga keluarga besar. Usaha pasanganmu untuk belajar bahasa asing demi menyenangkan keluarga akan dianggap sebagai bentuk pengabdian yang luar biasa.

Fokuskan pada kata-kata yang sering muncul di meja makan, misalnya "Hao Chi" yang berarti enak, untuk memuji hidangan yang disajikan. Ketika kerabat mendengar pasanganmu berusaha berbicara dalam bahasa mereka, suasana biasanya akan langsung berubah menjadi lebih santai dan penuh tawa. Ketidaksempurnaan dalam pengucapan justru sering kali menjadi bahan candaan yang akrab dan membantu mempererat ikatan secara instan.

4. Jadilah pendamping yang aktif selama obrolan berlangsung

ilustrasi pasangan kekasih
ilustrasi pasangan kekasih (freepik.com/pressfoto)

Sebagai orang yang paling mengenal kedua belah pihak, peranmu sebagai komunikator sangat penting agar pasangan tidak merasa terisolasi. Jangan biarkan pasanganmu hanya duduk diam di pojok ruangan sementara kamu asyik mengobrol dengan sepupu-sepupu yang sudah lama tidak bertemu. Cobalah untuk mencari topik pembicaraan yang bisa menghubungkan hobi pasanganmu dengan minat salah satu anggota keluarga besar.

Misalnya, jika pasanganmu menyukai musik dan pamanmu adalah seorang kolektor piringan hitam, segera perkenalkan mereka lewat minat tersebut. Dengan membuka jalan komunikasi ini, pasanganmu tidak akan merasa seperti orang asing yang sedang diinterogasi, melainkan bagian dari lingkaran sosial keluarga. Langkah ini efektif untuk membangun kenyamanan bagi pasangan sekaligus membuktikan kepada keluarga bahwa ia adalah orang yang asyik diajak bicara.

5. Tunjukkan sikap ringan tangan dan mau terlibat

ilustrasi memberi hadiah saat Imlek
ilustrasi memberi hadiah saat Imlek (freepik.com/jcomp)

Sikap proaktif dalam membantu hal-hal kecil di rumah adalah cara paling universal untuk menunjukkan karakter yang baik. Ajaklah pasanganmu untuk ikut serta dalam aktivitas sederhana, seperti membantu menata piring di meja makan atau ikut dalam ritual doa keluarga jika memungkinkan. Keterlibatan aktif ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya tamu yang ingin dilayani, tetapi seseorang yang mau berbaur dan bekerja sama.

Budaya Tionghoa sangat menghargai orang yang cekatan dan memiliki inisiatif tinggi dalam membantu orang lain. Bahkan tindakan sederhana seperti membantu membagikan minuman atau membereskan meja setelah makan besar bisa meninggalkan kesan mendalam bagi para bibi atau ibu-ibu di keluarga. Hal ini akan memperkuat citra pasanganmu sebagai sosok yang rendah hati, rajin, dan sangat pantas untuk menjadi bagian dari keluarga.

Mengenalkan pasangan ke keluarga besar di momen sepenting Imlek memang membutuhkan kesabaran dan kerja sama tim yang solid. Yang terpenting bukanlah kesempurnaan dalam mengikuti tradisi, melainkan ketulusan yang terpancar dari setiap tindakan pasanganmu selama acara berlangsung. Jika kamu dan pasangan bisa melewati momen ini dengan tenang dan penuh tawa, maka Imlek kali ini akan menjadi langkah awal yang manis untuk hubungan yang lebih serius ke depannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Alasan Profesional Memilih Slow Career daripada Ambisi Berlebihan

16 Feb 2026, 09:16 WIBLife