Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Disayang dan Diinginkan, Kenapa Rasanya Bisa Berbeda?
Ilustrasi dicintai oleh pasangan (pexels.com/cuttonbro studio)
  • Rasa disayang berhubungan dengan keamanan, kepedulian, dan kehadiran konsisten pasangan, seperti mengingat hal kecil, membantu saat repot, serta memastikan kondisi pasangan baik-baik saja.
  • Rasa diinginkan berkaitan dengan sinyal ketertarikan romantis, seperti pujian, flirting, tatapan, sentuhan, atau inisiatif mendekat; perhatian sehari-hari saja belum tentu memenuhi kebutuhan ini.
  • Perbedaan cara mengekspresikan kasih sayang dan ketertarikan dapat membuat pesan perhatian tidak terasa; seseorang mungkin membutuhkan pelukan atau pujian, sementara pasangan menunjukkan kepedulian lewat bantuan praktis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Terkadang kamu bisa merasa sangat disayang oleh pasangan, tetapi tetap bertanya-tanya apakah dirinya masih menginginkanmu. Hal ini bisa muncul dalam hubungan yang sebenarnya baik-baik saja. Perhatian, bantuan, dan kepedulian memang membuat seseorang merasa dicintai.

Namun, rasa diinginkan berkaitan dengan hal yang berbeda. Karena itu, seseorang bisa merasa aman dalam hubungan, tetapi belum tentu merasa diinginkan. Lalu, kenapa dua perasaan yang sama-sama datang dari pasangan ini bisa terasa berbeda?

1. Disayang berkaitan dengan rasa aman

ilustrasi rasa aman dan nyaman (pexels.com/Josh Willink)

Perasaan disayang sering muncul dari hal-hal sederhana yang membuat seseorang merasa diperhatikan dan punya tempat dalam kehidupan pasangannya. Misalnya, pasangan mengingat hal kecil yang kamu ceritakan, memastikan kamu sudah sampai rumah, membantu ketika kamu sedang kerepotan, atau tetap hadir saat keadaan sedang tidak mudah. Gestur seperti ini tidak selalu terasa romantis, tetapi memberi pesan bahwa kamu penting bagi pasangan.

Aaron Ben-Ze’ev, Ph.D.,Profesor di University of Haifa dalam Psychology Today, menjelaskan bahwa rasa sayang bukan cuma soal merasa senang atau ingin selalu bersama. Ada kepedulian untuk memastikan orang yang kita sayangi tetap baik-baik saja dan bisa berkembang.

Artinya, merasa disayang tidak selalu datang dari gestur besar. Bisa jadi yang sebenarnya kamu cari adalah rasa aman, dianggap penting, atau merasa punya seseorang yang bisa diandalkan. Karena itu, perhatian yang konsisten sering terasa lebih berarti daripada aksi romantis yang hanya muncul sesekali.

2. Diinginkan berkaitan dengan daya tarik bagi pasangan

ilustrasi kasih sayang (pexels.com/Katerina Holmes)

Berbeda dari rasa disayang, merasa diinginkan biasanya membuat seseorang merasa bahwa dirinya masih punya daya tarik di mata pasangan. Bentuknya bisa berupa pujian, flirting, tatapan tertentu, sentuhan romantis, atau pasangan yang sesekali menunjukkan inisiatif untuk mendekat. Jadi, merasa diinginkan berkaitan dengan tentang adanya sinyal bahwa ketertarikan romantis itu masih terasa.

Aaron kembali menjelaskan, bahwa merasa diinginkan bisa membuat kita merasa menarik dan hidup, sementara merasa disayang bisa membuat kita merasa dihargai, aman, dan berarti. Perhatian di kegiatan sehari-hari mungkin tetap ada, tetapi hal-hal yang berkaitan dengan ketertarikan romantisnya terasa kurang. Perasaan ini bukan berarti hubungan sedang bermasalah, tetapi bisa menjadi tanda bahwa kebutuhan emosional dan romantis dalam hubungan sedang berada di titik yang berbeda.

3. Cara menunjukkan sayang dan menginginkan bisa berbeda

ilustrasi menunjukkan kasih sayang (pexels.com/Ron Lach)

Seseorang belum tentu menunjukkan rasa sayang atau ketertarikan dengan cara yang sama seperti bagaimana pasangannya ingin menerimanya. Ada orang yang merasa dicintai ketika diberi pelukan dan ditanya tentang harinya, ada pula yang justru merasa disayang ketika pasangan membantunya menyelesaikan pekerjaan. Perbedaan cara menunjukkan kasih sayang inilah yang kadang membuat perhatian sudah diberikan, tetapi pesannya tidak sampai.

Samantha Stein, Psy.D., psikolog klinis dan forensik yang berlisensi, memberikan contoh dalam artikel Psychology Today tentang pasangan yang memiliki cara berbeda dalam menunjukkan kepedulian. Misalnya, seseorang merasa benar-benar disayang ketika pasangan menyambutnya di depan pintu dengan pelukan erat dan menanyakan bagaimana hari saya.

Namun, pasangan saya justru menunjukkan rasa sayangnya dengan memastikan rumah sudah bersih sebelum saya pulang. Ketika tidak disambut di depan pintu, saya bisa merasa sedih, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan. Padahal, yang tidak saya sadari adalah pasangan saya sedang menunjukkan kepeduliannya lewat rumah yang sudah ia rapikan. Kita bisa saja tidak menyadari bahwa kebutuhan yang kita cari sebenarnya sudah terpenuhi.

Hal yang sama bisa terjadi pada rasa diinginkan. Satu orang mungkin membutuhkannya lewat pujian, sementara yang lain menunjukkannya lewat sentuhan atau ajakan menghabiskan waktu berdua. Jadi sebelum menyimpulkan pasangan sudah tidak tertarik, penting untuk melihat bagaimana masing-masing orang mengekspresikan perasaannya.

Jadi, gak aneh kalau kamu merasa disayang, tapi masih ingin merasa diinginkan. Kadang pasangan memang sudah menunjukkan perhatian, cuma bentuknya bukan yang paling terasa buat kamu. Daripada langsung berpikir ada yang berubah, coba pahami dulu apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Bisa jadi kamu cuma ingin lebih sering dipuji, diperhatikan, atau dibuat merasa spesial. Hal kecil seperti itu juga bisa bikin hubungan terasa lebih dekat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article