ilustrasi menunjukkan kasih sayang (pexels.com/Ron Lach)
Seseorang belum tentu menunjukkan rasa sayang atau ketertarikan dengan cara yang sama seperti bagaimana pasangannya ingin menerimanya. Ada orang yang merasa dicintai ketika diberi pelukan dan ditanya tentang harinya, ada pula yang justru merasa disayang ketika pasangan membantunya menyelesaikan pekerjaan. Perbedaan cara menunjukkan kasih sayang inilah yang kadang membuat perhatian sudah diberikan, tetapi pesannya tidak sampai.
Samantha Stein, Psy.D., psikolog klinis dan forensik yang berlisensi, memberikan contoh dalam artikel Psychology Today tentang pasangan yang memiliki cara berbeda dalam menunjukkan kepedulian. Misalnya, seseorang merasa benar-benar disayang ketika pasangan menyambutnya di depan pintu dengan pelukan erat dan menanyakan bagaimana hari saya.
Namun, pasangan saya justru menunjukkan rasa sayangnya dengan memastikan rumah sudah bersih sebelum saya pulang. Ketika tidak disambut di depan pintu, saya bisa merasa sedih, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan. Padahal, yang tidak saya sadari adalah pasangan saya sedang menunjukkan kepeduliannya lewat rumah yang sudah ia rapikan. Kita bisa saja tidak menyadari bahwa kebutuhan yang kita cari sebenarnya sudah terpenuhi.
Hal yang sama bisa terjadi pada rasa diinginkan. Satu orang mungkin membutuhkannya lewat pujian, sementara yang lain menunjukkannya lewat sentuhan atau ajakan menghabiskan waktu berdua. Jadi sebelum menyimpulkan pasangan sudah tidak tertarik, penting untuk melihat bagaimana masing-masing orang mengekspresikan perasaannya.
Jadi, gak aneh kalau kamu merasa disayang, tapi masih ingin merasa diinginkan. Kadang pasangan memang sudah menunjukkan perhatian, cuma bentuknya bukan yang paling terasa buat kamu. Daripada langsung berpikir ada yang berubah, coba pahami dulu apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Bisa jadi kamu cuma ingin lebih sering dipuji, diperhatikan, atau dibuat merasa spesial. Hal kecil seperti itu juga bisa bikin hubungan terasa lebih dekat.