Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Girls, Ini 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti “Ngebucin” Sama Gebetan

Girls, Ini 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Berhenti "Ngebucin" Sama Gebetan
pexels.com/Gui Vergouwen
Share Article

Kehadiran gebetan tentu membuat hidupmu bahagia. Benar begitu, girls? Sudah pasti, kehadirannya membuat hidupmu bebas dari yang namanya sepi. Selain jalan, kamu bisa mengajak gebetanmu untuk bertukar pikiran atau bahkan curhat.

Tapi ingat girls, gebetan tak lantas membuatmu menjadi ketergantungan. Apalagi kalau sampai ngebucin atau jadi “budak cinta”. Bukan tanpa alasan, ngebucin dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kebahagiaanmu di masa mendatang lho!

So, sebelum terlanjur falling too deep, berhentilah menjadi bucin. Berikut 6 alasan kenapa kamu harus benar-benar berhenti melakukannya.

  1. 1. Bucin membuatmu sulit terlepas dari dia

    unsplash.com/João Silas
    unsplash.com/João Silas

    Mau lepas dari dia? Dijamin sulit karena kamu sudah terlanjur cinta! Kamu tidak akan berpikir dua kali saat hendak menolong dia. Apa pun yang dimintanya, kamu pasti akan turuti asalkan bantuanmu ini bisa membuat kalian semakin dekat.

    Keinginanmu untuk terus dekat dengan dia justru dapat menyebabkan semua hal terbengkalai. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan masa depanmu, lho! So, stop kalau kamu gak mau hal ini terjadi.

  2. 2. Bayangkan ketika dia gak suka sama kamu, ujung-ujungnya pasti sakit hati

    unsplash.com/Joshua Rawson-Harris
    unsplash.com/Joshua Rawson-Harris

    Sikap baikmu tak lantas membuat orang yang disuka bisa luluh. Tak sedikit orang yang justru memanfaatkan kebaikanmu ini untuk menguntungkan dirinya sendiri. Ketika kamu mengetahui hal ini, apa yang terjadi? Tak ada kata lain kalau bukan sakit hati.

    Kamu gak akan berhenti menyalahkan diri sendiri atas apa yang sudah terjadi. Kalau sudah begini, yakin masih bisa bahagia? Tampaknya sulit, tuh!

  3. 3. Bisa membuatmu lupa terhadap orang-orang terdekat yang ada dalam hidup

    unsplash.com/Andrii Podilnyk
    unsplash.com/Andrii Podilnyk

    Sikapmu itu menyebabkan dirimu lupa atas hal-hal terpenting dalam hidup. Salah satunya keberadaan orang-orang tersayang, seperti keluarga, teman, dan sahabat. Kamu lebih mengedepankan dia, sosok yang sama sekali belum tentu menjadi milikmu.

    Coba bayangkan kalau ini terus terjadi, yang ada hubunganmu dengan orang-orang terdekat akan semakin jauh. Nah, kalau sudah jauh, pasti akan terasa sulit untuk mendekatkan diri kembali.

  4. 4. Sama saja dengan buang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak akan pernah jadi milikmu

    unsplash.com/Daniel Apodaca
    unsplash.com/Daniel Apodaca

    Gak perlu heran, sebagian besar waktumu akan habis untuk bersama-sama dengan dia. Bukan hanya hari kerja saja, tetapi juga weekend. Bagimu, menghabiskan waktu bersamanya jauh lebih penting daripada kumpul bersama keluarga atau sahabat.

    Ketika kamu tahu kalau dia tidak menyukaimu, kamu baru sadar kalau selama ini kamu hanya buang-buang waktu. Sebelum penyesalan datang, coba kurangi sikap bucinnya, ya!

  5. 5. Mengurangi tingkat konsentrasi saat beraktivitas

    unsplash.com/Ian Dooley
    unsplash.com/Ian Dooley

    Kamu sering merasa risau terhadap apa yang dia lakukan saat ini, kepada sama dia berbicara, dan lain sebagainya. Pikiranmu ini tentu akan berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi saat bekerja.

    Akibatnya, beberapa pekerjaanmu menjadi terbengkalai. Atau bahkan banyak yang bersalahan karena hilangnya konsentrasi saat mengerjakan sesuatu.

  6. 6. Kamu merasa semakin terpuruk dari waktu ke waktu

    pexels.com/Elijah O'donnell
    pexels.com/Elijah O'donnell

    Waktu, energi, bahkan uang, semuanya telah kamu korbankan untuk dia. Tapi, dia tak kunjung jatuh ke pelukanmu. Kenyataan ini tentu akan membuatmu semakin terpuruk.

    Ibaratkan sebuah game yang layak untuk dimainkan, begitu pulalah hatimu yang terus dipermainkan tanpa ada ending. Sakit benar, ya!

    Kalau kamu mau mau tetap bahagia, sebaiknya jangan ngebucin. Belajarlah untuk mencintai seseorang secara “biasa”, dan tidak berlebihan. Sebab segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Ingat itu ya, girls!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More