ilustrasi chat (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Kebiasaan mengirim pesan setiap hari memang bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kedekatan. Pesan singkat seperti menanyakan kabar, mengirim cerita lucu, atau mengucapkan semangat sebelum bekerja bisa menjadi bentuk perhatian. Namun, hubungan yang sehat tidak otomatis ditentukan oleh berapa banyak pesan yang dikirim dalam satu hari.
Penelitian yang diterbitkan dalam Computers in Human Behavior Reports menemukan bahwa komunikasi tatap muka berkaitan positif dengan rasa dipahami dan kepuasan hubungan. Sebaliknya, jumlah waktu yang digunakan untuk texting tidak secara langsung memprediksi kepuasan hubungan. Menariknya, texting justru dapat membantu rasa dipahami ketika pasangan memiliki sedikit kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung.
"Kami menemukan adanya hubungan positif antara interaksi tatap muka dengan persepsi dipahami serta kepuasan hubungan. Kami menemukan dampak positif dari berkirim pesan teks terhadap persepsi dipahami apabila frekuensi interaksi tatap muka tergolong rendah," demikian laporan studinya dalam ScienceDirect.
Dengan kata lain, chat hanyalah salah satu media untuk mempertahankan hubungan, bukan satu-satunya ukuran kedekatan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa konteks komunikasi juga penting. Jadi, pasangan yang tidak chat sepanjang hari belum tentu kurang dekat, terutama jika mereka tetap punya komunikasi berkualitas melalui telepon, video call, atau pertemuan langsung.