Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kalimat Pengganti Kata Terserah, Jangan Bikin Lawan Bicara Bingung

5 Kalimat Pengganti Kata Terserah, Jangan Bikin Lawan Bicara Bingung
ilustrasi percakapan (pexels.com/kaboompics.com)
Intinya Sih
  • Kata 'terserah' sering menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman dalam komunikasi, karena memberi kesan fleksibel tapi tanpa kepastian bagi lawan bicara.
  • Artikel menawarkan lima alternatif kalimat pengganti seperti mengakui tidak punya ide, mengikuti pilihan orang lain, atau menyebutkan keinginan dengan tetap terbuka pada kompromi.
  • Tujuan utama penggunaan kalimat pengganti ini adalah menciptakan komunikasi yang lebih jelas, jujur, dan menghindari drama akibat makna ganda dari kata 'terserah'.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kata terserah sudah menjadi momok dalam komunikasi antara beberapa orang. Ketika kamu menyebutkan kata ini saat ditanya oleh orang lain, sekilas dirimu tampak sangat fleksibel. Kamu menyerahkan keputusan padanya.

Namun, dalam praktiknya kata terserah kerap menjadi jebakan bagi lawan bicara. Dirimu bilang terserah. Akan tetapi, saat seseorang memutuskan sesuatu ternyata gak memuaskanmu. Kamu lantas kesal serta menyalahkannya.

Mulai sekarang, kurangi bilang terserah kalau ditanya tentang keinginanmu. Masih ada lima kalimat yang lebih baik dan memuaskan bagi orang yang bertanya. Kamu lebih bisa memberinya kepastian. Gak ada lagi drama gara-gara kata terserah yang multitafsir.

1. Aku gak ada ide, bagaimana menurutmu?

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Artem Podrez)

Kamu tidak harus selalu punya gagasan tentang apa pun sepanjang waktu. Sesimpel urusan makan siang, misalnya. Ketika semua tempat makan di sekitar kantor telah dicoba, dirimu gak tahu kali ini sebaiknya makan siang di mana.

Dirimu pun tak punya banyak referensi tempat makan lain. Bila begitu, katakan jujur saja bahwa kamu tidak punya ide tempat makan yang menunya lezat dan menggugah selera. Lalu tanyakan pendapat lawan bicara.

Siapa tahu dia punya gagasan warung, kafe, atau resto yang menarik untuk dicoba. Dengan kamu mengakui ketiadaan ide sekaligus menanyakan pendapatnya akan terbentuk diskusi. Kalian bisa bareng-bareng mempertimbangkan ide-ide tersebut sebelum memilih salah satu.

2. Aku ikut kamu aja, deh

pasangan
ilustrasi pasangan (pexels.com/Yudha Aprilian)

Kamu mungkin tidak hanya tak punya ide. Namun, dirimu juga benar-benar fleksibel soal sesuatu. Sehingga gak masalah untukmu mengikuti apa pun pilihan orang. Masih dengan contoh pilihan tempat makan.

Dirimu gak punya pantangan. Kamu pada dasarnya juga hobi makan sehingga menu apa pun terasa lezat. Sudah tepat untukmu langsung bilang ikut pilihannya saja. Sebab boleh jadi dia lebih pemilih soal ini.

Sebetulnya kalimat di atas sama artinya dengan kata terserah. Bedanya, kamu kasih kepastian siap mengikuti apa pun pilihannya. Ini penting sekali untuk orang lain agar lebih percaya diri dengan keputusannya nanti. Gak ada lagi rasa ketar-ketir nantinya dia bakal diprotes olehmu.

3. Aku mau ini, tapi kalau kamu mau lainnya juga oke

bersama teman-teman
ilustrasi bersama teman-teman (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Menyatakan secara jelas keinginanmu sama sekali bukan tindakan yang tak sopan. Malah sikap begini disukai banyak orang yang bersamamu. Mereka tak meraba-raba kemauanmu. Di sisi lain, dirimu pun lebih terbebas dari kekecewaan.

Namun, karena kamu gak akan melakukannya seorang diri, maka negosiasi dan kompromi tetap diperlukan. Maka dari itu, di samping dirimu mengungkapkan keinginan, tambahkan kalimat berikutnya. Yaitu, apabila orang lain menghendaki hal berbeda, dirimu pun tak akan serta-merta menolaknya.

Masih dengan contoh pilihan tempat makan. Kamu ingin menu seafood. Orang lain malah menginginkan menu yang lebih segar seperti gado-gado. Salah satu dari kalian bisa mengalah atau makanannya dibungkus saja kemudian disantap di rumah atau kantor bersama-sama.

4. Kalau gak ini, itu

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Saat orang lain sangat membutuhkan kepastian darimu, berarti kamu kudu kasih alternatifnya. Seperti soal pilihan ganda atau centang salah satu. Jangan sungkan mengatakan beberapa keinginanmu yang sifatnya saling menggantikan.

Contoh, kamu ditanya teman tentang waktu terbaik buat kantor mengadakan acara gathering. Kehadiranmu sangat penting sebab dirimu akan menjadi salah satu pengisi acaranya. Segera katakan hari dan tanggal yang kamu bisa.

Misalnya, hari Sabtu minggu kedua atau ketiga. Jangan bilang terserah seakan-akan dirimu punya waktu kapan saja. Nanti jadwalnya ditetapkan di luar harapanmu malah kamu gak bisa hadir. Acara yang telah dirancang sebaik mungkin menjadi berantakan.

5. Lagi gak ingin apa-apa atau ke mana-mana

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Tentu ada kalanya kamu juga bingung hendak menjawab pertanyaan orang. Dirimu sebenarnya sedang tak menginginkan apa pun. Termasuk bepergian ke mana pun. Namun, kamu masih bisa kasih jawaban yang lebih clear.

Daripada dirimu cuma bilang terserah, lebih baik jujur katakan kamu sedang tidak menginginkan apa pun. Dirimu barangkali cuma mau di rumah saja dan tidak ingin pergi ke mana-mana. Atau, kamu belum lapar bahkan masih kenyang sekali.

Jawaban seperti ini gak bikin orang lain bad mood, kok. Selama dirimu menyampaikannya dengan apa adanya. Bukan dengan raut wajah judes seolah-olah keenggananmu pergi atau makan cuma karena malas dengannya saja. Malah suasana hatimu bakal buruk jika dirimu cuma bilang terserah lalu orang mengajakmu ini itu dan terpaksa ikut.

Kata terserah yang sering menimbulkan kesalahpahaman sebaiknya memang dihindari dalam komunikasi sehari-hari. Kecuali, kamu betul-betul siap bersikap luwes mengikuti kemauan orang lain. Kalau diam-diam masih ada keinginan tertentu mending diomongin daripada dirimu kecewa lalu sebal ke seseorang. Begitu pun dia menjadi marah padamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us