Curhat kepada teman sering menjadi cara untuk melegakan pikiran ketika sedang menghadapi masalah. Entah soal pekerjaan, percintaan, keluarga, atau persoalan pribadi lainnya, bercerita kepada orang yang dipercaya bisa membuat beban terasa lebih ringan. Apalagi jika teman tersebut dikenal sebagai pendengar yang baik dan tidak mudah menghakimi.
Namun, ada kalanya kebiasaan curhat justru membuat orang yang mendengarkan merasa kewalahan. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang terus-menerus membagikan pengalaman menyakitkan tanpa mempertimbangkan kondisi emosional lawan bicara. Situasi seperti ini sering disebut sebagai trauma dumping. Lantas, kenapa curhat kepada teman bisa berubah menjadi trauma dumping?
