Comscore Tracker

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?

Jangan langsung menghakimi, ya!

Memiliki hubungan yang harmonis dan bahagia tentu menjadi dambaan setiap pasangan. Namun terkadang, dalam hubungan ada saja pasang-surutnya. Mulai dari pertengkaran kecil, hingga hadirnya orang ketiga merupakan badai dalam hubungan.

Jika kehadiran orang ketiga ini mendapatkan sambutan baik dari salah satu pihak, maka akan terjadi perselingkuhan. Lantas apakah pasangan yang berselingkuh pantas mendapat kesempatan kedua? Jawaban perempuan dan laki-laki dapat berbeda dalam hal ini.

Dilansir Cosmopolitan, Sophie Goddard seorang kontributor penulis dan editor, menjelaskan jika enam dari sepuluh perempuan akan memaafkan perselingkuhan. Sedangkan, hanya satu dari sepuluh pria yang akan melakukan hal serupa.

"Sebuah laporan menyebutkan bahwa enam dari sepuluh perempuan akan dengan hati terbuka menerima setidaknya tiga kali kesalahan seperti ini. Tapi sembilan dari sepuluh laki-laki akan langsung mengenyahkan pasangannya jika hal ini (perselingkuhan) terjadi," tulisnya.

Wah, kok bisa? Mari kita ketahui alasannya dari penjelasan di bawah ini.

1. Perselingkuhan baru terjadi satu kali

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?Cheating (pexels.com/ cottonbro studio)

Semua manusia pernah melakukan kesalahan, kira-kira begitulah yang mereka pikirkan. Dalam hal ini, perselingkuhan dianggap seperti human error dalam sebuah hubungan. Bisa saja terjadi begitu saja, karena mabuk atau suasana dan keadaan yang mendukung.

Perempuan yang memaafkan perselingkuhan dengan alasan karena baru sekali terjadi menganggap jika ini hanyalah ketidak-sengajaan. Dilansir Insider, Chelsea Greenwood seorang kontributor melakukan wawancara pada seorang wanita terkait perselingkuhan. Ia mengaku pernah mengalaminya sekali dan tidak mempermasalahkan hal itu.

"Itu bukan masalah yang besar. Ia hanya mencium perempuan di tengah malam, aku menganggap Ia sedang mabuk. Ya sudah, itu saja," ujar perempuan anonim tersebut.

2. Masih begitu mencintai pasangan

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?Ilustrasi terlalu mencinta pasangan (pexels.com/Jonathan Borba)

Sebuah alasan yang klise dan mungkin tak logis bagi mereka yang tidak merasakannya. Tapi nyatanya, kebanyakan perempuan mau menerima kembali pasangannya yang berselingkuh karena alasan ini.

Tentu saja hal ini sebetulnya tidak baik. Bertahan pada pasangan yang sudah berkhianat adalah bukti rendahnya self-esteem seseorang. Ia mencintai pasangan secara berlebihan sehingga tidak bisa menghargai dirinya sendiri.

3. Takut anak kekurangan kasih sayang

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?Bermain dengan anak (pexels.com/ Gustavo Fring)

Jika perselingkuhan terjadi dalam hubungan pernikahan yang sudah dikaruniai anak, maka seorang perempuan akan merasa sulit untuk berpisah dari pasangannya. Apalagi jika anak masih kecil dan memiliki kedekatan dengan ayahnya. Dilansir Psychology Today, Mariana Bockarova Ph.D. seorang konsultan keluarga mengatakan jika ini terjadi pada mayoritas ibu muda.

"Kebanyakan klien saya mengaku tidak sampai hati membayangkan bagaimana perasaan buah hatinya jika mereka harus berpisah. Terlebih jika anaknya sangat dekat dengan ayah mereka. Beberapa anak bahkan memohon agar perpisahan ini bisa dipikirkan kembali oleh orang tua mereka," jelasnya.

Baca Juga: 5 Penyebab Pasangan Tiba-tiba Menjadi Bucin saat Bersamamu, Kok Bisa?

4. Pasangan mau meninggalkan selingkuhannya

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?Ilustrasi menerima kembali pasangan (pexels.com/shvets anna)

Tak berbeda dengan lelaki, perempuan juga memiliki ego kepemilikan pada pasangan mereka. Ya, tentu mereka merasa sakit hati saat diselingkuhi, tapi saat pasangan mengiba, memohon untuk diberi kesempatan dan mau meninggalkan selingkuhannya, di sanalah ego tersebut terpenuhi.

Beberapa perempuan merasa menang dan sedikit 'terobati' dengan hal itu. Sophie dalam Cosmopolitan kembali menjelaskan, "asalkan pasangannya mau memohon, dan betul-betul meninggalkan selingkuhannya, maka itu akan termaafkan. Ya meskipun untuk beberapa lama akan terus diungkit dan dicurigai, tapi pernikahan atau apapun itu, semua akan kembali normal lagi."

5. Bergantung secara finansial pada pasangan

5 Alasan Perempuan Memaafkan Pasangannya yang Berselingkuh, Tulus?Ilustrasi perempuan bergantung secara finansial pada pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Poin ini juga banyak terjadi pada hubungan pernikahan. Saat menikah, kebanyakan perempuan akan menggantungkan keuangannya pada penghasilan suami. Ini jelas akan membuat perempuan berpikir berkali-kali untuk berpisah.

Ia tentu akan mengalami kesulitan ke depannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi, masyarakat di Indonesia yang masih menganggap perceraian sebagai suatu aib. Tak heran jika banyak perempuan yang bertahan pada hubungan rumah tangga yang sudah tak sehat, juga bertahan dengan lelaki yang telah berkhianat.

Karena itu, ada baiknya perempuan memiliki kemandirian secara finansial walau sudah menikah. Jika tidak punya pekerjaan tetap, setidaknya milikilah satu keahlian yang bisa membuatmu mendapat penghasilan untuk memenuhi kebutuhanmu.

Itu adalah lima alasan kenapa perempuan memaafkan pasangannya yang berselingkuh. Jika orang terdekatmu mengalaminya, coba dengarkan dulu dan jika masih bisa tertolong, maka bantulah dia. Jangan terburu-buru menghakimi, ya!

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Belum Siap Menerima Masa Lalu Pasangan, Harus Bagaimana?

Kintan Ayu Sevila Photo Verified Writer Kintan Ayu Sevila

Sejenis lumba-lumba

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Muhammad Tarmizi Murdianto

Berita Terkini Lainnya