Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lupakan Mantan Pada Waktunya, Biarkan Luka Hatimu Pergi dengan Sendirinya

Lupakan Mantan Pada Waktunya, Biarkan Luka Hatimu Pergi dengan Sendirinya
emaze.co

Lelah dengan nasihat-nasihat dan motivasi untuk bisa melupakan mantan? Kamu sudah tepat untuk berada di halaman artikel ini. Melupakan mantan tidak seperti yang mereka bilang, mereka kan belum nge-rasain ditinggalkan begitu saja padahal sudah menjalin hubungan dengan tahap yang serius. Enggak mudah, loh!

Mungkin kalimat itulah yang terbesit di benak kamu ketika sahabat, keluarga dan teman-teman kamu berusaha untuk menguatkan dan melepaskan kamu dari jeratan masa lalu. Saya juga, tapi itu dulu. Masa-masa kacau balau dan “kelamnya dunia ini” sudah berhasil saya lewati. Ibarat ask the expert, semoga pengalaman saya dua tahun yang lalu bisa membantu kamu.

1. Berikanlah maaf pada dirimu sendiri.

Default Image IDN
Default Image IDN

Memaafkan itu salah satu hakikat hidup yang penting. Bebaskan diri kamu dari rasa bersalah dan menyesal. Ingat satu hal, menyesal sepanjang hidupmu tidak akan pernah membuatnya kembali padamu, apapun ceritanya jika memang mantanmu itu bukanlah jodohmu. So, apapun yang telah terjadi di dalam hubungan kamu dan si dia masa lalu, jangan jadikan penyesalan.

Anggap saja pembelajaran buat kamu, yang membuat kamu semakin naik kelas dalam hidup terutama dalam hal kehidupan berpasangan. Mimpi buruk bakal terus menghantui kamu, bila kamu terus dirundung rasa menyesal.

2. Maafkanlah mantanmu dan mulailah berdamai dengan kisah-kisah masa lalumu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Kamu juga harus bisa maafkan mantan dan masa lalu kamu dengan dia. Tidak perlu sampai menghubunginya kembali (apabila tidak memungkinkan), cukup tanamkan dan pastikan dalam hatimu kamu sudah memaafkannya. Ini penting. Kenapa?

Pertama, jika kamu belum memaafkan masih ada akar pahit dalam hatimu yang bisa saja berdampak ke hubunganmu selanjutnya dengan orang baru. Ruginya di kamu dong, ya! Kedua, buat apa sih kamu masih nyimpan dendam atau kenangan masa lalu? Si mantan juga sudah bisa menjalani hidupnya dengan baik tanpa mikirin kamu. Yang ada malah nambah dosa kamu karena dendam dan belum memaafkan sesama. Rugi di kamu lagi dong! So, cobalah untuk berdamai dengan masa lalumu.

3. Pendekatan (lagi) kepada Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan hatimu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Semua kuasa ada pada-Nya. Hidupmu adalah salah satu skenario yang telah dibuat untuk bisa kembali mengingat kuasa-Nya. Patah hati dan belum bisa melupakan mantan termasuk ujian kehidupan yang harus bisa dilewati. Harus!

Dari sisi religi, sebagai umat beragama saya menanamkan pikiran, Tuhan mungkin rindu dengar suara saya berdoa untuk sekedar berkomunikasi kepada-Nya. Ya, Tuhan tahu saya akan patah hati jauh sebelum saya mengalaminya. Saya juga berpikir, ini yang Tuhan mau, Tuhan ingin saya menaikkan kelas ke-iman-an saya kepada-Nya. Hati saya berubah menjadi lebih baik ketika saya mengikhlaskan semuanya ke dalam doa.

4. Biarkan aura dan kata-kata positif dari keluarga dan sahabat masuk ke dalam diri kamu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Ketika kamu sudah mengambil keputusan dan berkomitmen untuk berdamai dengan mantan masa lalu kamu, proses ini akan terasa lebih mudah. Kamu harus memiliki penyokong dan pendukung setiamu yaitu keluarga dan sahabat terbaikmu. Dengarkanlah setiap kata-kata dukungan dan motivasi dari mereka, yang bertujuan tulus untuk kesembuhan hatimu.

5. Pandanglah ke depan dan tata masa depanmu. Sudah tak ada waktu lagi untuk menyesali dan meratapi masa lalumu.

Default Image IDN
Default Image IDN

Kalimat di atas tidak akan pernah menjadi klise lagi, jika kamu memang telah menata ulang hatimu untuk hidupmu yang baru. Berhentilah untuk ber-drama kembali menceritakan lagi betapa kamu menjadi korban dan menyesal kemudian. Stop! Fokuslah dengan tanggungjawab dalam hidupmu. Beraktivitaslah kembali, sibukkan dirimu dengan hal-hal positif, hobimu yang telah lama ditinggalkan, atau target dan pencapaian kerjamu.

Saya sangat paham gimana sulitnya proses ini. Sedih boleh, asal jangan terlalu lama untuk bersedih. Banyak pelajaran dan kesempatan lain menunggu di depan. Jadikan semua pembelajaran ke depannya. So, let’s move-on, let go of the pain. Selamat datang kembali kebahagiaan, selamat datang hidupmu yang baru.

 


Tulisan ini adalah kiriman dari IDN Community. Kalau kamu ingin mengirimkan artikelmu, kirimkan ke community@idntimes.com

Share
Topics
Editorial Team
Imelda Sarina Pakpahan
EditorImelda Sarina Pakpahan
Follow Us