Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hindari Tanya Gaji! Ini 7 Pertanyaan Kencan soal Mindset Uang Pasangan
ilustrasi dating (unsplash.com/Matt W Newman)
  • Artikel menyoroti pentingnya membahas mindset keuangan dalam kencan tanpa menyinggung angka gaji, agar hubungan lebih terbuka dan nyaman sejak awal.
  • Tujuh pertanyaan ringan disarankan untuk menggali nilai hidup, kebiasaan finansial, serta cara pasangan mengambil keputusan terkait uang.
  • Pendekatan ini membantu memahami tanggung jawab dan kerja sama finansial, membangun komunikasi sehat, serta fondasi hubungan yang kuat di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pendekatan soal uang saat kencan sering terasa canggung, padahal topik ini penting untuk masa depan hubungan. Kamu sebenarnya bisa menggali cara berpikir pasangan tentang keuangan tanpa harus menanyakan angka gaji atau jumlah tabungan, lho. Pilihan pertanyaan yang tepat justru bisa membuka obrolan lebih dalam tentang nilai hidup, kebiasaan, serta cara mengambil keputusan.

Uang bukan sekadar soal nominal, melainkan tentang bagaimana seseorang memandang tanggung jawab dan kerja sama dalam hubungan. Kalau ingin mengenal pasangan lebih jauh tanpa membuat suasana kaku, kamu perlu strategi bertanya yang lebih halus. Yuk, simak tujuh pertanyaan kencan berikut dan coba praktikkan di pertemuan berikutnya.

1. Dari mana kamu dibesarkan dan seperti apa suasananya?

ilustrasi uang saku anak (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn)

Pertanyaan ini terlihat sederhana, tapi bisa membuka banyak cerita tentang latar belakang hidup pasangan. Cara seseorang tumbuh besar sering memengaruhi bagaimana ia memandang uang dan gaya hidup. Lingkungan keluarga juga membentuk kebiasaan soal pengeluaran serta cara menghargai kerja keras.

Cerita tentang masa kecil bisa memberi gambaran tentang standar hidup yang dianggap “normal” oleh pasangan. Kamu dapat melihat apakah ia terbiasa hidup hemat, sederhana, atau justru penuh kenyamanan. Semua itu berpengaruh pada cara dia mengelola keuangan saat dewasa. Obrolan ini terasa natural karena gak menyinggung angka sama sekali.

2. Ceritakan tentang keluargamu waktu kamu kecil

ilustrasi anak belajar masak (pexels.com/Kampus Production)

Topik keluarga membantumu memahami nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini. Banyak orang membawa pola pikir orangtua mereka ke dalam cara mengatur uang sekarang. Dari sini, kamu bisa mengenali sikap pasangan terhadap stabilitas, ambisi, serta kebiasaan berbagi.

Perhatian bisa kamu arahkan pada tema-tema seperti kemandirian, pendidikan, atau tanggung jawab. Semua itu berhubungan erat dengan keputusan finansial di masa depan. Jawaban pasangan juga menunjukkan seberapa terbuka ia membahas topik pribadi. Sikap terbuka ini penting dalam hubungan jangka panjang.

3. Apa pekerjaan pertamamu?

Ilustrasi sibuk bekerja. (pexels.com/MART PRODUCTION)

Pekerjaan pertama sering menjadi pengalaman penting yang membentuk hubungan seseorang dengan uang. Ada yang merasa bangga, ada pula yang tertekan, atau justru merasa terbantu oleh keluarga. Pengalaman ini bisa memengaruhi cara mereka memandang penghasilan dan stabilitas.

Cerita tentang pekerjaan pertama juga memberi petunjuk soal motivasi dan kemandirian. Kamu bisa melihat apakah pasangan terbiasa menabung, langsung menghabiskan gaji, atau membantu keluarga. Pola ini sering terbawa sampai dewasa. Dari sini, kamu bisa memahami apa arti uang bagi dirinya, apakah sebagai kebebasan atau sekadar alat bertahan hidup.

4. Kamu tipe perencana atau orang yang mengalir saja?

ilustrasi dana darurat (freepik.com/freepik)

Pertanyaan ini mengungkap cara pasangan menghadapi ketidakpastian. Keuangan penuh dengan situasi tak terduga, mulai dari kebutuhan mendadak sampai rencana jangka panjang. Gaya hidup seseorang dalam merencanakan sesuatu sering tercermin dalam cara mengelola uang.

Jawaban pasangan bisa menunjukkan apakah ia suka menyiapkan segalanya sejak awal atau lebih spontan. Perbedaan gaya ini bukan masalah besar jika disadari sejak awal. Kamu jadi tahu tantangan apa yang mungkin muncul saat mengambil keputusan bersama. Kesadaran ini membantu membangun komunikasi yang lebih sehat.

5. Hal apa yang rela kamu beli mahal dan apa yang tidak?

ilustrasi belanja saat diskon sale (pexels.com/Max Fischer)

Setiap orang punya kategori pengeluaran favorit dan kategori yang dihindari. Dari pertanyaan ini, kamu bisa mengenali nilai hidup pasangan, seperti pentingnya kesehatan, pengalaman, atau kenyamanan. Cara memilih prioritas belanja mencerminkan prinsip yang ia pegang.

Obrolan ini juga membuka diskusi soal gaya hidup tanpa masuk ke detail anggaran. Kamu bisa melihat apakah pasangan menghargai kualitas atau lebih mementingkan harga murah. Jawaban tersebut menunjukkan bagaimana ia menilai uang dalam kehidupan sehari-hari. Topik ini ringan tapi penuh makna.

6. Liburan ideal versi kamu seperti apa?

ilustrasi masak air saat camping (unsplash.com/Anne Nygård)

Preferensi liburan sering berkaitan dengan ekspektasi soal biaya dan kenyamanan. Ada orang yang bahagia dengan camping sederhana, ada pula yang ingin hotel mewah dan kuliner mahal. Pilihan ini mencerminkan cara pasangan memandang pengalaman dan pengeluaran.

Cerita tentang liburan juga menunjukkan bagaimana pasangan merencanakan perjalanan bersama orang lain. Kamu bisa melihat apakah ia terbiasa membahas anggaran lebih dulu atau mengandalkan spontanitas. Informasi ini penting untuk masa depan, terutama jika nanti merencanakan perjalanan bersama. Dari sini, kamu belajar soal kompromi sejak dini.

7. Saat stres, biasanya kamu melakukan apa?

ilustrasi makan di restoran (pexels.com/Sergio Arreola)

Cara seseorang menghadapi stres sangat berhubungan dengan kebiasaan finansial. Ada yang merencanakan ulang hidupnya, ada yang mencari hiburan, bahkan ada yang berbelanja impulsif. Pola ini memengaruhi cara mengatur uang dalam situasi sulit.

Jawaban pasangan menunjukkan tingkat kesadaran diri mereka. Kesadaran ini penting agar kebiasaan buruk bisa dikendalikan. Kamu bisa menilai apakah pasangan mampu mengenali emosinya sendiri. Hal ini berdampak pada cara berkomunikasi tentang uang di masa depan.

Mengobrol soal uang gak harus selalu tentang gaji atau jumlah tabungan. Pertanyaan yang tepat justru membantumu memahami nilai, kebiasaan, dan cara berpikir pasangan tentang kehidupan. Pendekatan seperti ini membuat suasana kencan tetap nyaman sekaligus bermakna.

Seorang perencana keuangan asal Amerika Serikat, Douglas A. Boneparth, pernah menekankan bahwa uang dalam hubungan lebih berkaitan dengan nilai dan kebiasaan daripada sekadar angka. Saat keputusan bersama mulai menyentuh kehidupan nyata, barulah pembicaraan lebih detail perlu dilakukan. Dengan memulai dari pertanyaan sederhana, kamu bisa membangun fondasi hubungan yang lebih jujur dan kuat sejak awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team