4 Cara Atur Keuangan yang Tepat di Tengah Ramainya Ajakan Bukber

- Artikel membahas cara mengatur keuangan selama bulan Ramadhan agar tetap stabil meski banyak ajakan buka bersama dari teman atau rekan kerja.
- Pembaca disarankan menetapkan batas pengeluaran, memisahkan budget harian dan bukber, serta memilih tempat yang sesuai kemampuan finansial.
- Dianjurkan juga mencari sumber penghasilan tambahan agar bisa ikut bukber tanpa mengganggu tabungan maupun kebutuhan pokok.
Saat ini masuk bulan Ramadhan, sudahkah kamu memiliki agenda buka bersama? Buka bersama atau yang biasa disebut bukber adalah momen dimana sebagian orang bisa menikmati buka puasa bersama teman-temannya. Biasanya di momen ini, banyak dari mereka yang memanfaatkannya untuk kembali bertemu setelah sekian lama tidak bertemu.
Apakah kamu sudah memiliki agenda bukber di bulan Ramadhan ini? Nah, kalau kamu punya agenda bukber yang banyak sekali, tapi kamu bingung bagaimana cara mengatur keuangan yang efektif, tenang saja. Yuk, perhatikan tips berikut ini! Supaya kamu bisa mengatur keuangan dengan efektif di tengah ramainya ajakan bukber.
1. Atur budget maksimal untuk bukber

Setelah kamu menerima ajakan bukber, langkah selanjutnya kamu perlu mengatur budget untuk bukber. Supaya keuangan kamu bisa terkontrol dengan baik, kamu perlu mengatur budget bukber dengan baik. Caranya sederhana, kamu perlu batasi maksimal pengeluaran kamu untuk bukber.
Contohnya, untuk setiap ajakan bukber, batas maksimal yang kamu keluarkan adalah Rp100 ribu. Jadi, dalam satu kegiatan bukber, kamu jangan mengeluarkan uang melebihi jumlah tersebut. Kalau ada yang minta untuk masing-masing mengeluarkan uang Rp150 ribu, maka kamu jangan ragu untuk menolaknya, sampaikan alasanmu dengan baik-baik, supaya mereka dapat paham dengan kondisimu.
2. Bedakan pengeluaran sehari-hari dan untuk bukber

Ketika kamu ingin bukber dengan teman-temanmu, pastikan kamu sudah pisahkan budget untuk pengeluaran sehari-hari dan pengeluaran khusus untuk bukber. Cara ini sangat penting untuk kamu lakukan supaya keuangan kamu tetap stabil. Jangan campurkan kedua budget tersebut.
Misalnya, ketika kamu sudah menerima penghasilan. Kamu langsung buat catatan pengeluaran sehari-hari. Kemudian, setelah itu sisakan budget untuk bukber. Keperluan sehari-hari itu lebih penting dari bukber. Jadi, prioritaskan kebutuhan sehari-hari dulu, baru kemudian budget untuk bukber.
3. Cari alternatif tempat bukber

Pada dasarnya bukber itu adalah momen agar kamu bisa berkumpul lagi dengan teman-temanmu. Jadi, tempat kamu bukber bisa dimana saja. Asalkan bisa bertemu dengan mereka yang sudah lama sekali tidak bertemu itu sudah cukup.
Kalau kamu merasa tidak bisa bukber di tempat yang melebihi budget-mu, maka sampaikan. Cari alternatif tempat bukber lainnya. Kamu bisa usulkan untuk bukber di rumahmu atau di tempat lain yang tidak melebihi batas budget bukber.
4. Cari sumber income tambahan

Karena kamu sudah memperkirakan bahwa akan ada yang mengajakmu bukber di bulan Ramadhan ini dan kamu ingin ikut agenda bukber ajakan dari mereka, maka kamu bisa cari sumber income tambahan. Dengan kamu mencari sumber penghasilan tambahan, kamu tidak perlu memakai uang tabunganmu. Selain itu, kamu juga tidak perlu memakai budget kebutuhan sehari-hari.
Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan sumber income tambahan. Kamu bisa pakai keahlian yang kamu miliki, misalnya kamu suka menggambar, maka kamu bisa tawarkan jasamu untuk mendapatkan uang. Kemudian, kamu juga bisa jualan takjil di sore hari.
Itulah cara mengatur keuangan yang tepat di tengah ramainya ajakan bukber. Dengan atur budget dan prioritaskan kebutuhan, kamu bisa bukber tanpa mengkhawatirkan keuanganmu. Jangan lupa bedakan pengeluaran sehari-hari dan bukber, ya! Cari alternatif tempat bukber yang sesuai budget juga bisa jadi solusi. Yuk, terapkan cara di atas, supaya keuanganmu bisa tetap stabil!


















