Profil Singkat Taridonolobo, Sanggar Rias Prewed Jennifer Coppen (sianugerah.jogjaprov.go.id)
Di balik nama Taridonolobo, ada sosok bernama lengkap Siti Lestari Donolobo atau akrab disapa Tari. Lahir pada 10 April 1947 di Yogyakarta, ia adalah putri dari Raden Ayu Siti Rochaya Donolobo, seorang dukun manten keraton yang namanya sangat dihormati di dunia rias pengantin Jawa. Sang ibu bukan sosok sembarangan. Ia merupakan salah satu dari empat tokoh pendiri Hastanata pada 1978, organisasi yang mewadahi ahli seni tata rias dan busana daerah Yogyakarta.
Dari jalur ayahnya, Tari merupakan cucu dari K.R.T. Dirdjokusumo, Bupati Bantul. Sementara dari jalur ibu, ia masih memiliki garis keturunan dari R.M. Hatmodanuseputro yang merupakan keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VI.
Sejak kecil, Tari sudah akrab dengan dunia rias pengantin karena tumbuh di tengah keseharian ibunya yang berprofesi sebagai dukun manten. Ia aktif membantu, mulai dari meruncingkan pensil alis, menyiapkan perlengkapan makeup, hingga merangkai bunga pengantin. Sebelum serius terjun ke dunia rias, ia sempat menjalani karier sebagai pramugari di Bali. Namun setelah berkeluarga, atas dorongan ibunya, Tari mulai mendalami ilmu rias pengantin secara lebih serius. Ia belajar langsung dari para empu rias ternama Yogyakarta seperti Marmien Sardjono dan Sri Supadmi. Dari situlah, perjalanan panjangnya sebagai maestro rias pengantin adat Jawa benar-benar dimulai.