Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
⁠Punya Roommate saat Dewasa, Ternyata Tak Melulu Soal Hemat
ilustrasi tinggal bersama teman (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Saat mulai hidup mandiri, punya tempat tinggal sendiri sering terasa seperti pencapaian besar. Kita bebas mengatur jadwal, menentukan isi kulkas, sampai memilih kapan harus membersihkan kamar. Namun, biaya sewa tempat tinggal yang terus meningkat menjadi pertimbangan bagi sebagian orang dewasa untuk akhirnya memilih tinggal bersama roommate atau teman serumah.

Pilihan ini bukan cuma soal membagi biaya sewa dan tagihan bulanan saja. Bagi orang yang merantau untuk bekerja atau baru pindah ke kota lain, tinggal bersama orang lain juga bisa menghadirkan teman berbagi cerita. Lalu, hal apalagi yang bisa didapatkan dari punya roommate ketika dewasa?

1. Ada teman berbagi cerita setelah hari yang melelahkan

Ilustrasi tinggal bersama roommate (pexels.com/Anna Tarazevich)

Suasana rumah bisa berbeda ketika ada kehadiran seseorang di rumah sepulang kita bekerja. Kamu mungkin tidak selalu ingin mengobrol panjang, tetapi sekadar menyapa atau bertukar cerita tentang kejadian di hari itu sehingga rumah terasa lebih hidup. Interaksi kecil semacam ini juga bisa menjadi bagian dari keseharian ketika jauh dari keluarga.

Menurut Dr. Erin Stevens, dokter geriatri dan perawatan paliatif di Massachusetts General Hospital yang berafiliasi dengan Harvard, “Orang yang tinggal sendirian memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan daya ingat, depresi, penyakit jantung, diabetes, radang sendi, dan stres. Sebaliknya, kehadiran orang lain di rumah dapat mendorong interaksi sosial dan menstimulasi pikiran, sehingga berpotensi membantu mencegah masalah kesehatan,” dikutip dari Harvard Health Publishing.

Tinggal bersama roommate bisa menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara rutin untuk membuka ruang bagi hubungan yang lebih akrab. Bahkan, obrolan singkat di meja makan cukup untuk membuat hari terasa tidak terlalu sepi.

2. Belajar menghargai batasan dan privasi orang lain

ilustrasi roommate (pexels.com/RDNE Stock project)

Berbagi tempat tinggal berarti harus menerima bahwa rumah tidak sepenuhnya menjadi ruang pribadi. Ada kamar yang perlu diketuk sebelum dimasuki, barang yang tidak boleh dipinjam sembarangan, hingga waktu istirahat yang perlu dihormati. Hal-hal sederhana ini bisa menjadi sumber konflik apabila setiap orang tidak memiliki batasan wajar yang berbeda. Penting untuk kita menetapkan batasan saat tinggal bersama orang lain. 

Barbara Moscowitz, pekerja sosial geriatri di Massachusetts General Hospital yang berafiliasi dengan Harvard, mengatakan, “Buat kesepakatan sejak awal tentang apakah kalian termasuk orang yang suka bersosialisasi atau lebih nyaman menyendiri. Bicarakan juga pekerjaan rumah yang bisa kalian tangani sendiri dan hal-hal yang membutuhkan bantuan. Diskusikan kebutuhan masing-masing secara terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman,” dilansir Harvard Health Publishing.

Karena itu, jangan sampai menunggu kesal ketika kamu merasa terganggu dengan perilaku roommate-mu. Sampaikan kebutuhanmu dengan jelas dan dengarkan kebutuhannya juga. Tinggal bersama orang lain bisa menjadi kesempatan untuk belajar menetapkan batasan tanpa harus bersikap kasar atau menghindari percakapan yang tidak nyaman.

3. Tanggung jawab rumah tangga jadi urusan bersama

ilustrasi roommate (pexels.com/cottonbro)

Saat tinggal bersama roommate ada pekerjaan rumah yang gak lagi harus ditangani sendirian. Kalian bisa bergantian membeli kebutuhan rumah tangga, membuang sampah, mencuci piring, atau membersihkan ruangan bersama. Kalau pembagiannya berjalan adil, urusan rumah bisa terasa lebih ringan karena gak semua tanggung jawab bertumpu pada satu orang.

Terkadang, tidak semua orang memiliki standar kebersihan yang sama. Ada yang terbiasa langsung mencuci piring setelah makan, sementara yang lain merasa bisa mengerjakannya nanti. Perbedaan kecil seperti ini bisa memicu kekesalan kalau gak pernah dibicarakan. Karena itu, penting untuk menyepakati pembagian tugas sejak awal, termasuk menentukan jadwal bersih-bersih dan tanggung jawab masing-masing. Dengan begitu, tinggal bersama roommate juga bisa menjadi kesempatan untuk belajar lebih bertanggung jawab dan menghargai kontribusi orang lain.

Ternyata, mempunyai roommate saat dewasa bukan hanya tentang menghemat uang, tetapi juga tentang belajar hidup berdampingan. Kamu bisa mempunyai teman berbagi cerita, belajar menghormati privasi seseorang, dan membangun kebiasaan bertanggung jawab. Jika terdapat perbedaan kebiasaan, perlu dihadapi dengan komunikasi dan kesepakatan yang jelas. Karena rumah yang nyaman bukan sekadar tempat untuk pulang, tetapi juga ruang tempat setiap orang bisa merasa dihargai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article