Tren quietmaxxing semakin sering dikaitkan dengan kebiasaan mengurangi distraksi, menikmati suasana tenang, dan memberi ruang untuk diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini sebenarnya bisa diterapkan ketika sedang nongkrong bersama teman. Misalnya, memilih untuk tidak terlalu sering membuka ponsel, menikmati percakapan tanpa terburu-buru, atau sesekali mengambil waktu untuk diam dan menikmati suasana. Namun, quietmaxxing saat berkumpul tetap membutuhkan etika agar kebiasaan mencari ketenangan tidak membuat orang lain merasa diabaikan.
Nongkrong bersama teman pada dasarnya adalah aktivitas sosial yang melibatkan komunikasi dan perhatian dua arah. Karena itu, menerapkan quietmaxxing bukan berarti harus menjadi pendiam sepanjang waktu atau menghindari percakapan. Justru, kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara menikmati ketenangan pribadi dan tetap menghargai keberadaan orang lain. Berikut lima etika yang bisa diterapkan saat ingin menjalani quietmaxxing ketika sedang nongkrong.
