Comscore Tracker

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancar

Inspirasi Ramadan IDN #Part9

Apa yang ada dalam pikiranmu saat kamu jatuh cinta dengan seseorang yang memeluk agama berbeda denganmu? Cinta, seperti yang sudah semua orang tahu, tidak bisa diprediksi dan diatur dengan siapa dan kapan waktunya. Beberapa orang memilih menjaga jarak dan perasaan karena adanya perbedaan tersebut. Beberapa lagi justru menerobos perbedaan dengan tetap bersama dengan seseorang yang dia cintai.

Puncaknya, pacaran beda agama ini akan sangat terasa saat tiba saatnya puasa bagi umat muslim. Selain adanya tuntutan untuk tidak melakukan skinship, perbedaan tersebut akan sangat terasa karena orang yang kita sayangi tidak melakukan ibadah seperti yang kita lakukan. Reza Narda, yang memiliki kekasih dari umat Kristen bernama Phoebe Cryssanta, berbagi kisah soal puasa, cinta dan aturan-aturan agama. 

Tidak ada korelasinya menjalani hubungan beda agama dengan ibadah puasa.

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancarhuffingtonpost.co.uk

Reza mengatakan puasa berawal dari niat. Apapun yang terjadi, jika kita memiliki niat yang kuat untuk menjalankan ibadah, maka tidak peduli dengan halangan apapun. Tak ada yang bisa bisa melunturkan niat tersebut. Dia menyatakan telah berkomitmen menjunjung toleransi beragama masing-masing dalam kisah kasihnya. Masing-masing pihak harus saling mendukung. Hal ini menjadikannya semakin rajin beribadah, terutama puasa. Ia pun merasa Ramadan menjadi momen di mana perbedaan tersebut begitu terasa indah. Phoebe juga kerap mengingatkan Reza tak meninggalkan serangkaian ibadahnya.

Baca juga: Puasa Pertama Tanpa Ibu itu Rasanya...

“Kenali diri sendiri aja. Kalau gampang terpengaruh, mending gak ketemu kalau belum buka puasa.”

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancarinstagram.com/pchryssanta

Memiliki pacar berbeda agama menjadi pilihannya dan tak pernah menimbulkan masalah. Bahkan, dia mengaku Phoebe sangat perhatian tentang bulan puasa ini. Jika banyak orang berpikir bahwa pacaran beda agama akan dipenuhi pertengkaran tentang agama, Reza menegaskan hal itu tak terjadi kepadanya. Kalaupun berdebat, mereka tak memperdebatkan perbedaan agama. Menurut dia, kedewasaan dan pikiran yang terbuka diperlukan untuk memegang teguh komitmen.

Mulai dari tidak bersentuhan, sampai bertatap muka hanya beberapa menit saja.

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancarviva.co.id

Demi menjalankan ibadah secara utuh, Reza dan Phoebe bersepakat untuk tidak bertemu sebelum buka puasa. Bahkan saat bertemu pun, Reza tidak akan bersentuhan dengan Phoebe. Dia juga menjaga hatinya sendiri agar tidak bertatap muka dalam waktu yang lama. Sebagai pacar, Phoebe sama sekali tidak menunjukkan keberatannya dengan sikap Reza. Dia justru bisa mengerti bahwa pacarnya sedang melakukan ibadah. Justru, pada saat inilah mereka menguji kesabaran mereka masing-masing. Fokus Reza adalah menjalankan ibadah dengan baik. Phoebe pun berharap dapat selalu mendukung Reza untuk menjalankan ibadah dengan baik.

Toleransi tinggi bisa mendobrak perbedaan apapun.

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancarartwork by IDN Times

Bukan hanya Phoebe yang selalu mendukung dan mengingatkan kekasihnya untuk salat tarawih, buka puasa, dan sahur, hal sebaliknya juga dilakukan Reza. Dia selalu mengingatkan Phoebe ke gereja sesuai jadwal. Toleransi yang tinggi itu merupakan sandaran utama menjalankan sebuah hubungan. “Semua tergantung manusianya, kalau kamu merasa bisa menjalani, kenapa tidak? Soal perbedaan, itu kan cuma paradigma orang lain aja,” katanya.

Meski keduanya menjunjung tinggi toleransi, bukan berarti puasanya lancar tanpa hambatan. Reza mengaku memiliki kekasih juga memiliki tantangan tersendiri. Ia harus mengendalikan keinginannya untuk selalu bertemu dan berdua. “Tapi sekali lagi, tidak ada hubungannya puasa dengan pacaran beda agama.”

Mencintai bukan hanya tentang memiliki, tapi juga menerima.

Meski Punya Pacar Beda Agama, Ibadah Ramadanku Tetap Lancarvalentineday.fsylb.com

Saat mencintai, poinnya adalah bagaimana kita bisa menerima pasangan kita apa adanya. Penerimaan ini adalah penerimaan global yang berlaku untuk segala aspek dalam kehidupan pasangan. Bukan hanya soal perbedaan usia, status sosial, pemikiran, gaya hidup, tapi juga yang sangat terasa seperti agama. Walau mungkin akan banyak orang yang mengomentari atau bahkan menghalangi hubungan tersebut, semua tergantung dari pribadi yang menjalaninya. Semua hubungan memiliki keunikannya masing-masing. Dan dibanding dengan meributkannya, akan lebih membahagiakan untuk menikmatinya saja.

Baca juga: Kisah Ojek Wanita Pertama: dari Merintis hingga Buka Donasi

Topic:

Berita Terkini Lainnya