Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Ciri Teman yang Peduli dengan Kesehatan Mentalmu, Cek!

5 Ciri Teman yang Peduli dengan Kesehatan Mentalmu, Cek!
ilustrasi orang ngobrol (unsplash.com/Helena Lopes)

Dalam hubungan pertemanan tak jarang kamu menemui beberapa teman yang sangat perhatian sama kalian dan ada juga teman yang begitu abai terhadap kondisi yang sedang kamu alami. Tentu sangat menyebalkan ketika kalian mempunyai teman yang tidak perhatian sama sekali dengan keadaanmu. Agar tidak mengganggu kesehatan mental, kalian perlu mengenali apakah teman itu baik untuk kalian atau sebaliknya. 

Kesehatan mental sangat penting buat kalian untuk tetap produktif dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu jangan biarkan teman yang tidak peduli justru mengganggu kesehatan mentalmu.

Nah, apakah kamu sudah tahu tentang ciri teman yang peduli dengan kesehatan mentalmu? Berikut adalah lima di antaranya, simak sampai selesai.

1. Mereka ada untukmu ketika masa sulit dan peduli dengan kondisimu

ilustrasi orang berpelukan (unsplash.com/Tani Eisenstein)
ilustrasi orang berpelukan (unsplash.com/Tani Eisenstein)

Ada suatu waktu pasti kamu pernah dalam posisi sulit, banyak masalah dan merasa hidup ini begitu berat untuk dijalani. Di situlah seharusnya peran teman untuk membantumu keluar dari masa sulit tersebut. Seorang teman yang baik dan peduli pasti akan meluangkan waktunya untuk membantumu bangkit dari situasi sulit yang kamu alami.

Jangan sampai ketika kamu sedang dalam banyak masalah justru merasa sendiri. Minta tolonglah kepada teman-teman kalian walau hanya sekadar mendengarkan tentang kondisi yang kamu karena itu akan sangat berarti untuk mental kalian. Sahabat yang baik bukanlah ia yang cuma muncul saat-saat senang doang.

2. Mereka ikut senang atas kabar baik yang kamu sampaikan

ilustrasi orang tertawa (unsplash.com/Jason Goodman)
ilustrasi orang tertawa (unsplash.com/Jason Goodman)

Sahabat yang baik tentu akan selalu mengapresiasi hal baik apa saja yang telah kamu raih. Bukanya menjadi cemburu, acuh atau bahkan membicarakan kekuranganmu. Karena sekecil apa pun apresiasi yang diberikan oleh temanmu itu memiliki dampak positif pada kesehatan mentalmu. Hal itu dikarenakan ketika kamu memperoleh apresiasi, hatimu akan merasa diperhatikan oleh orang lain.

Apabila temanmu tidak apresiatif terhadap segala pencapaian yang kamu raih kalian tidak perlu sedih. Karena apabila kalian terlalu memikirkan hal itu akan berdampak buruk ke kesehatan mentalmu. Masih banyak kok temanmu yang perhatian sama kamu, percayalah.

3. Mereka tak sungkan meminta maaf dan tanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat

ilustrasi orang ngobrol (unsplash.com/wocintechchat)
ilustrasi orang ngobrol (unsplash.com/wocintechchat)

Tak jarang hubungan pertemanan berakhir karena masing-masing mengedepankan egonya. Padahal pertemanan yang baik adalah ketika sama-sama tidak egois ketika kamu dan temanmu berbuat salah dalam suatu hal. Teman yang baik tentu akan meminta maaf terhadap kesalahan yang ia buat, bukanya justru menyalahkanmu.

Selain berani meminta maaf, teman yang baik juga mau bertanggung jawab terhadap tindakan yang mereka perbuat, bukannya playing victim atau mencari kambing hitam. Budaya minta maaf dan bertanggung jawab tentu akan membuat pertemanan kalian langgeng dan berdampak baik pada kesehatan mentalmu.

4. Selalu membantumu untuk percaya diri dan mendorongmu meraih mimpi

ilustrasi orang bahagia (unsplash.com/krakenimages)
ilustrasi orang bahagia (unsplash.com/krakenimages)

Sebagai sahabat yang baik, tentu ia akan membantumu untuk lebih percaya diri dalam segala hal. Karena tak tak jarang kamu merasa insecure atau tidak pede dengan kemampuan yang kamu miliki. Di situlah peran penting teman untuk terus menguatkanmu dan memotivasimu untuk lebih berani dalam menghadapi tantangan yang kamu hadapi.

Apabila kalian mempunyai mimpi, teman yang baik juga akan membantumu meraih mimpimu. Bukan justru meremehkanmu atau membuat kamu pesimis terhadap impian yang kamu idam-idamkan.

5. Mau mendengarkan apa yang kamu katakan dan berusaha memahami perspektifmu

ilustrasi orang ngobrol (unsplash.com/Mimi Thian)
ilustrasi orang ngobrol (unsplash.com/Mimi Thian)

Mempunyai teman yang senantiasa mau mendengarkan cerita baik sedih atau senang tentu menjadi idaman banyak orang. Partner yang menghargai ceritamu dan tidak menghakimi terhadap apa yang kamu lakukan memiliki dampak baik terhadap kesehatan mentalmu. Karena hal tersebut membuatmu merasa dihargai dan divalidasi oleh orang lain.

Karena tak jarang ditemui banyak pertemanan tidak langgeng karena tidak mau mendengarkan temannya cerita dan terlalu menghakimi apabila temannya sedang bercerita. Hal itu tentu menjadi hal menjemukan dan justru membuat kesedihanmu atau masalahmu semakin berlarut.

Berdasarkan ciri-ciri di atas apakah teman-temanmu termasuk teman yang peduli akan kesehatan mentalmu? Jika sudah, tolong jaga temanmu dengan baik karena itu menjadi hal langka di era sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us