9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari H

Kalau mau ngikutin seluruh rangkaian adat, pening juga, kan?

Sabtu lalu (20/7) Shopee bersama Weddingku mempersembahkan BincangShopee bertajuk "Serba-serbi Keuangan & Pernikahan" di Kembang Kencur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dihadiri oleh Prita Hapsari Ghozie, Reza Paramita, dan Kykuu, ada banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik soal merencanakan pernikahan. Yuk, simak dulu tips merencanakan pernikahan agar tidak bangkrut setelah hari H ini!

1. Bila kamu dan pasangan diharuskan menjalani pernikahan dengan adat tertentu, ketahuilah adat mana yang diwajibkan & yang bisa ditiadakan

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

Menurut Prita Hapsari Ghozie (Financial Planner & Co-Founder of Zap Finance), ada dua sikap yang bisa diambil jika seseorang diharuskan menikah dengan budaya tertentu. "Pertama, jujur jika tidak sanggup. Kedua, menikahnya ditunda sampai dananya cukup," ungkapnya.

Jika kamu mengambil sikap yang pertama, jangan sedih dan menyerah untuk menikah. Kamu bisa memangkas beberapa prosesi yang dianggap tidak diperlukan. "Ada beberapa yayasan yang membuka apa arti-artinya setiap prosesi. Nanti bisa dilihat mana yang bisa tidak diikuti. Tapi, gak mungkin gak mengikuti semua prosesinya," ungkap Reza Paramita (Publisher & Chief Operational Officer Weddingku).

Prita pun menceritakan pengalamannya pada saat menikah 17 tahun lalu. Bersuamikan pria keturunan Minang, pernikahannya meniadakan Malam Bainai. "Ternyata, ada sesuatu yang paling penting, yang prosesi lempar-lemparan sirih itu," ungkap penulis "Make It Happen" tersebut.

2. Tidak perlu terbebani dengan memuaskan tamu undangan. Fokus dalam pernikahan adalah pada impian pengantinnya, bukan tamunya

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

Di antara semua tamu undangan yang akan kamu undang, dapatkah kamu memastikan sekitar 50 persen orang yang datang terpuaskan? Pasti sulit, bukan? "Pernikahan itu gak mungkin kita memuaskan semua tamu. Pikirkan yang nikah mimpinya apa. Itu yang akan terkenang selamanya," tambah Reza.

Menurutnya juga, pernikahan juga bukanlah sebuah tren yang wajib diikuti. "Pernikahan itu murah. Dua orang jadi satu itu resmi jika direstui agama dan dicatatkan dalam catatan sipil. Sisanya adalah lifestyle," kata dia. Lifestyle itu sendiri terbentuk karena budaya yang membuat pernikahan semakin indah. Namun keindahan itu kembali ke biaya.

3. Cobalah survei vendor pernikahan dulu secara online dan via telepon. Bolak-balik survei vendor ke tempatnya langsung pun perlu biaya, lho!

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

Ini persis seperti pengalaman Kykuu saat survei undangan. Setelah dipusingkan dengan rangkaian adat pernikahan yang perlu ditiadakan, ia pun masih diharuskan mengurus hal-hal kecil namun cukup penting untuk pernikahannya. Misalnya, undangan dan souvenir. "Datang langsung ke tempat undangan, harus technical meeting. Keluar lagi biayanya," papar Putri Indonesia DKI 1 2015 ini.

Untungnya, sekarang millennials hidup di era yang sudah canggih. Hal ini bisa mengurangi pengeluaran biaya akibat bolak-balik survei. "Sekarang lewat internet, bisa ketemu apa yang dicari. Selain itu, lebih hemat budget juga," tips Reza.

4. Meski budget terbatas, jangan takut survei ke semua vendor. Karena bisnisnya dipakai sekali seumur hidup, mereka pasti terbuka membantu

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

Menurut Reza, vendor pernikahan di Indonesia tidaklah banyak. Terlebih, jika dibandingkan dengan seluruh jumlah penduduk negara ini. Sementara itu, pernikahan bukanlah hal yang umum dilakukan berulang-ulang. Karena itu, hilangkan rasa malumu untuk survei ke seluruh vendor sebab masing-masing pasti akan berlomba-lomba mencari pelanggan.

"Jangan takut ketemu vendor. Vendor kita gak banyak. Mereka cuma pakai kita sekali seumur hidup. Kalau kita sudah ketemu prioritas pernikahannya, mereka akan sangat terbuka pada kita," bocornya.

5. Tentukan hal terpenting di acara pernikahanmu. Kalau sudah, tinggal pangkas kebutuhan pernikahan lain seperti dekorasi atau souvenir

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

Prita menceritakan lagi pengalamannya saat menikah. "Yang bikin tamu senang itu perut kenyang. Oke, kita kasih nasi padang, nasi kapau. Tapi konsekuensinya gak bisa ini dan ini," tutur penulis "Cantik Gaya dan Tetap Kaya" tersebut. Ia pun menuturkan beberapa pengorbanan berdasarkan prioritas tersebut.

"Tekan di dekorasi, pelaminan sangat minimum. Di dokumentasi, kita gak punya prewedding. Tekan lagi rangkaian souvenir dan undangan. Prioritas. Harus mau mengurangi bagian lain," tambahnya lagi.

Baca Juga: 10 Inspirasi Pernikahan ala Influencer Hijab, Helmi Nursifah

6. Tidak harus dilaksanakan setelah akad, resepsi juga bisa kamu tunda hingga bulan atau tahun depannya, lho!

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Waktu itu, saya gak resepsi. Resepsi baru 1,5 tahun kemudian," papar Prita lagi. Dikisahkannya, ia menikah saat harus terpisah dengan suaminya karena menimba ilmu. Namun, resepsi yang terpaut jauh dengan pernikahannya itu justru membuatnya bisa mengatur keuangan, mengerti masing-masing keluarga, dan saling memahami.

Jika kamu pun mau menunda resepsi tapi tidak terlalu lama, bisa pilih jangka waktu bulanan. Entah satu, tiga bulan, atau berapa pun yang kamu inginkan. Hal ini bisa menghindarkanmu dari biaya sewa venue pernikahan yang tinggi di musim-musim ramai.

7. Kamu boleh menyimpan setengah gajimu untuk merencanakan pernikahan. Tapi, pastikan jangan berutang!

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Nanti setelah menikah, gak boleh bawa utang. Nanti bisa lupa dengan investasi," tutur Prita dalam sesi tanya jawab. Menurutnya, kelak utang akan membuat pasangan suami istri sulit mengatur keuangan. Karena itu, menyisihkan setengah bagian dari gaji untuk biaya pernikahan itu sah-sah saja. Namun, jangan pernah tergoda utang.

8. Pernah mendapat tawaran paket pernikahan? Meskipun terlihat menggoda, cek lagi apakah kamu berorientasi pada budget atau hasil!

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Kalau ingin pernikahan impian terwujud sepenuhnya, belanja kebutuhan pernikahan secara printilan. Tapi kalau orientasinya budget, lebih cocok paket pernikahan. Jadi kembali lagi ke orangnya, prioritasnya hasil atau budget?" kata Reza. 

9. Yang paling penting lagi, pastikan kamu dan pasangan satu suara dalam merencanakan pernikahan dan bernegoisasi dengan orangtua

9 Tips Merencanakan Pernikahan Agar Tidak Bangkrut Setelah Hari HIDN Times/Febriyanti Revitasari

"Pasangan harus satu suara dalam mewujudkan pesta pernikahan. Buat prioritas dulu, baru isi budget," kata Reza. Terkadang, satu suara pun belum cukup untuk meyakinkan orangtua masing-masing dalam pernikahan anaknya. Mengetahui karakter dan titik lemah orangtua pun diperlukan.

"Ketahui karakter orangtua. Gunakan hubungan baik dengan mereka. Hindari yang menyentuh gengsi atau angka dari uang. Ini paling bahaya. Gunakan pengalaman baik selama jadi anak orangtua. Pasti ada satu titik lemah," kata dia. Hal ini pun turut dipraktikkan Kykuu saat hendak menyelenggarakan pernikahan dengan komika Ge Pamungkas.

Itu dia tips merencanakan pernikahan agar tidak bangkrut setelah hari H. Nah, mulai sekarang susun prioritasmu dengan pasangan, ya! Jika punya impian sendiri untuk pernikahanmu, pasti ada cara mewujudkannya dengan budget yang terbatas sekali pun. Selamat mencoba!

Baca Juga: DIY Pernak-pernik Dekorasi Pernikahan Bertema Heritage

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Elfida

Just For You