Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tanda Over Cleansing dan Cara Mengatasinya, Jangan Sepelekan!

4 Tanda Over Cleansing dan Cara Mengatasinya, Jangan Sepelekan!
ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/ronlach)

Merawat kulit wajah dengan baik adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan penampilan kulit, namun terlalu sering mencuci wajah bisa menyebabkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Over cleansing atau terlalu sering membersihkan kulit dapat mengganggu keseimbangan alami kulit hingga menyebabkan kekeringan dan iritasi.

Untuk menjaga kesehatan kulit, penting untuk memahami cara yang tepat dalam membersihkan wajah dan mengenali batasannya. Nah, melalui berikut ini terdapat beberapa tanda over cleansing dan cara mengatasinya. Langsung cek!

1. Kulit jadi lebih berminyak

ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)
ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)

Ketika membersihkan wajah secara berlebihan, minyak alami yang melindungi dan melembapkan kulit akan terangkat, sehingga kulit kehilangan keseimbangannya. Untuk mengatasi kekeringan yang terjadi akibat hilangnya minyak alami ini, kelenjar sebaceous di kulit akan merespons dengan memproduksi lebih banyak sebum (minyak).

Produksi minyak berlebih ini sering kali menjadi reaksi tubuh untuk melindungi kulit dari kekeringan dan iritasi. Akibatnya, meskipun niat awal membersihkan wajah adalah untuk mengurangi minyak, over cleansing justru dapat membuat kulit menjadi lebih berminyak, memperparah masalah jerawat, dan menyebabkan pori-pori tersumbat.

"Produk yang membuat kulit kering cenderung memicu reaksi berlebihan, sehingga kulit kita menghasilkan lebih banyak minyak," jelas Loretta Ciraldo, dokter kulit bersertifikat di Miami dan pendiri perawatan kulit Dr. Loretta, dilansir Allure. "Tingkat minyak dan kelembapan pada kulit adalah dua hal yang berbeda, jadi kulit berminyak juga bisa kekurangan hidrasi dan menjadi kering," tambahnya.

2. Kulit jadi berjerawat

ilustrasi menyentuh wajah (pexels.com/olly)
ilustrasi menyentuh wajah (pexels.com/olly)

Kulit juga bisa menjadi berjerawat akibat over cleansing. Ketika mencuci wajah terlalu sering atau menggunakan pembersih yang terlalu keras, minyak alami yang melindungi kulit akan terhapus.

Hal ini menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak sebagai respons, yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat. Selain itu, over cleansing juga dapat merusak penghalang alami kulit dan menyebabkan peradangan, yang memperburuk kondisi jerawat.

"Produksi minyak berlebihan dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Selain itu, terlalu sering mencuci wajah dapat mengganggu lapisan pelindung alami kulit, yang dikenal sebagai lapisan asam, sehingga menyebabkan peradangan," jelas Dr. Shyamalar Gunatheesan, dokter kulit pendiri ODE Dermatology, dilansir Adore Beauty.

3. Kulit terasa kaku dan kering

ilustrasi wanita gunakan eye mask (pexels.com/polinatankilevitch)
ilustrasi wanita gunakan eye mask (pexels.com/polinatankilevitch)

Minyak alami yang melindungi dan melembabkan kulit akan terangkat, jika terlalu sering mencuci wajah. Hal ini menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya, sehingga menjadi kering dan kaku.

Akibatnya, kulit dapat terasa kencang dan tidak nyaman, serta dapat mengelupas atau menunjukkan tanda-tanda iritasi seperti kemerahan dan gatal. Dengan kehilangan minyak alami, kulit kehilangan pelindung alaminya, yang dapat memperparah kondisi kering dan kaku tersebut.

4. Kulit alami kemerahan dan iritasi

ilustrasi menggunakan sunscreen (pexels.com/yankrukov)
ilustrasi menggunakan sunscreen (pexels.com/yankrukov)

Kemerahan dan iritasi adalah tanda jelas dari over cleansing. Ini disebabkan karena lapisan pelindung alami kulit (lapisan lipid) rusak. Lapisan ini berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit dan melindunginya dari iritasi eksternal. Jika lapisan ini rusak, kulit menjadi lebih rentan terhadap bahan iritan dan alergen, yang menyebabkan kemerahan dan iritasi.

Selain kemerahan, kulit yang teriritasi mungkin terasa perih, gatal, atau terbakar saat produk perawatan kulit lainnya diaplikasikan. Kemerahan ini merupakan respons inflamasi tubuh terhadap kerusakan pada lapisan pelindung kulit. Kondisi ini bisa diperparah jika produk pembersih mengandung bahan keras seperti alkohol atau sulfat, yang bisa lebih lanjut mengeringkan dan mengiritasi kulit.

"Terlalu sering membersihkan kulit dapat menyebabkan kerusakan pada penghalang kulit, seperti kemerahan, peradangan, perih dan terbakar, kekencangan, pengelupasan, serta peningkatan kondisi kulit inflamasi," kata Dr. Courtney Rubin, MD, MBE, FAAD, seorang dermatolog bersertifikat di Comprehensive Dermatology of Pasadena, dilansir Byrdie.

5. Cara mengatasi over cleansing

ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/koolshooters)
ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/koolshooters)

Untuk mengatasi over cleansing kulit, penting untuk memberikan waktu bagi kulit untuk pulih dan mengembalikan keseimbangannya. Kurangi frekuensi mencuci wajah menjadi sekali atau dua kali sehari dengan menggunakan pembersih yang lembut dan tidak mengandung bahan keras.

Dr. Gunatheesan menyarankan agar menggunakan pembersih berbasis minyak atau balm pada pembersihan pertama untuk menghapus makeup dan kotoran. Lalu, diikuti dengan pembersih yang kaya lipid atau ceramide pada pembersihan kedua untuk menjaga kelembapan alami kulit.

Penting juga untuk menghindari produk yang terlalu berbusa atau mengandung bahan pengering, yang dapat mengiritasi kulit lebih lanjut. Selain itu, pertimbangkan untuk melakukan pembersihan produk, yaitu berhenti menggunakan produk perawatan kulit selama beberapa hari, kecuali minyak pembersih yang lembut, untuk memungkinkan kulit memperbaiki dirinya sendiri.

Over cleansing dapat menimbulkan berbagai masalah kulit, mulai dari minyak berlebih dan jerawat hingga kekeringan dan pengelupasan. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mengurangi frekuensi mencuci wajah dan memilih pembersih yang lembut dan tidak mengiritasi.  Dengan cara ini, kamu dapat mengembalikan kesehatan kulit dan menjaga kondisi kulit tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Shasya Khairana
EditorShasya Khairana
Follow Us