Long distance marriage bukan impian pasangan suami istri. Sebagai pasutri tentu mereka ingin bisa tinggal seatap. Dengan begitu tidak ada rasa rindu yang mesti ditahan-tahan.
Komunikasi juga akan lebih lancar. Segala tanggung jawab terkait tugas rumah tangga termasuk mengasuh anak bisa benar-benar dibagi rata. Sayangnya, kebutuhan ekonomi kerap mengharuskan mereka buat tinggal beda kota, pulau, bahkan negara.
Waktu untuk mereka bertemu menjadi sangat terbatas. Tentu pasangan suami istri yang menjalani LDM sudah paham dengan konsekuensi ini dan memiliki ketangguhan tersendiri. Akan tetapi, tetap ada momen-momen yang bikin situasi berjauhan dengan pasangan menjadi terasa lebih berat baik bagi istri maupun suami.
