Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Anti-Stress Skincare? Kenali Cara Kerja dan Tips Merawat Kulit

4 min read
Apa Itu Anti-Stress Skincare? Kenali Cara Kerja dan Tips Merawat Kulit
ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/ronlach)
  • Anti-stress skincare membantu menenangkan kulit, mengurangi peradangan, menjaga kelembapan, dan memperbaiki skin barrier yang terganggu akibat stres; produk ini tidak menghilangkan stres secara langsung.
  • Stres memicu pelepasan kortisol berlebih, mengganggu hormon dan meningkatkan sebum, sehingga dapat memunculkan jerawat, memperburuk eksim, memicu rambut rontok, serta membuat kantung mata lebih terlihat.
  • Perawatan kulit saat stres perlu disesuaikan dengan kebutuhan, didukung nutrisi, tidur cukup, pola makan sehat, olahraga, relaksasi, serta menghindari terlalu sering menyentuh wajah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stres ternyata gak cuma bikin pikiran terasa penuh, tetapi juga bisa ikut "terlihat" pada kondisi kulit. Jerawat yang tiba-tiba muncul, kulit terasa lebih sensitif, kusam, atau tampak lelah bisa menjadi beberapa tanda ketika tubuh sedang menghadapi tekanan. Karena itu, istilah anti-stress skincare mulai banyak digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk membantu merawat kulit yang terdampak stres.

Tapi, sebenarnya apa itu anti-stress skincare dan bagaimana cara kerjanya? Apakah produk ini benar-benar bisa menghilangkan stres atau hanya membantu mengatasi efeknya pada kulit? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

  1. 1. Apa itu anti-stress skincare?

    ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/koolshooters)
    ilustrasi menggunakan skincare (pexels.com/koolshooters)

    Anti-stress skincare merupakan rangkaian perawatan yang membantu mengatasi masalah kulit yang muncul atau memburuk akibat stres. Perawatan ini berfokus untuk menenangkan kulit, mengurangi peradangan, menjaga kelembapan, serta memperbaiki lapisan pelindung kulit atau skin barrier. Jadi, produk ini lebih ditujukan untuk merawat kondisi kulit saat tubuh dan pikiran sedang berada di bawah tekanan.

    Menurut Dr. Madhuri Agarwal, Pendiri Yavana Aesthetics Clinic, anti-stress skincare berfokus pada mengurangi peradangan akibat stres dan memperbaiki skin barrier yang terganggu. Kandungannya dapat berupa ceramide dan hyaluronic acid untuk menjaga kelembapan, antioksidan untuk melindungi kulit, serta peptida yang mendukung produksi kolagen. Namun, anti-stress skincare bukan untuk menghilangkan stres secara langsung, melainkan membantu merawat dampaknya pada kulit.

    “Anti-stress skincare biasanya ditujukan untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh stres dan memperbaiki fungsi lapisan pelindung kulit yang terganggu,” ujar Dr. Madhuri Agarwal, pendiri Yavana Aesthetics Clinic, dikutip dari Vogue.

  2. 2. Bagaimana stres memengaruhi kulit?

    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ronlach)
    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ronlach)

    Pernah gak, sih, jerawat tiba-tiba muncul menjelang presentasi, ujian, atau acara penting? Kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan karena stres memang dapat memengaruhi kondisi kulit melalui perubahan hormon di dalam tubuh. Ketika sedang stres, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol yang kemudian memengaruhi berbagai proses fisiologis.

    Menurut Dr. Madhuri Agarwal, stres dapat memicu pelepasan kortisol secara berlebihan yang kemudian mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi sebum. Kondisi ini dapat memicu jerawat sekaligus memperburuk masalah kulit seperti eksim dan rambut rontok. Gak cuma itu, kurang tidur akibat stres juga bisa menyebabkan penumpukan cairan di bawah mata sehingga kantung mata terlihat lebih jelas.

  3. 3. Munculnya anti-stress skincare

    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)
    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/ekaterinabolovtsova)

    Pandemik membuat banyak orang mengalami perubahan rutinitas, seperti lebih sering beraktivitas di rumah, kurang bergerak, hingga mengonsumsi makanan yang kurang sehat. Perubahan pola hidup tersebut turut memengaruhi kesehatan kulit dan membuat perhatian terhadap anti-stress skincare semakin meningkat.

    Dr. Karishma Kagodu, dokter bedah plastik kosmetik yang dikutip dari Vogue, mengatakan bahwa dampak pandemik terus berkembang, termasuk meningkatnya gaya hidup sedentari. Gaya hidup ini merujuk pada pola hidup yang ditandai dengan sedikit atau tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali serta menghabiskan sebagian besar waktu untuk duduk atau berbaring. Meski begitu, anti-stress skincare bukan untuk mengurangi stres mental secara langsung, melainkan membantu merawat berbagai efek stres yang muncul pada kulit.

    “Sayangnya, dampak pandemik telah berkembang selama setahun terakhir. Banyak orang menjadi lebih banyak menjalani gaya hidup sedentari yang disertai dengan peningkatan konsumsi makanan tidak sehat di rumah,” ujar Dr. Karishma.

  4. 4. Bagaimana mengembangkan rutinitas skincare yang ideal untuk kulit yang mengalami stres?

    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/sorashimazaki)
    ilustrasi wanita membersihkan wajah (pexels.com/sorashimazaki)

    Saat kulit sedang rewel, rasanya memang ingin mencoba berbagai produk sekaligus untuk mengembalikan kondisinya seperti semula. Padahal, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan justru memahami apa yang sedang dibutuhkan kulit saat ini. Apakah kulit membutuhkan hidrasi, pembersihan mendalam, kontrol minyak, atau perawatan anti-aging?

    Dr. Agarwal menyarankan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan kulit dan menjalani rutinitas perawatan yang teratur. Selain perawatan dari luar, asupan nutrisi juga penting untuk mendukung kesehatan kulit, termasuk vitamin A, C, E, dan B yang bisa diperoleh dari makanan sehari-hari. Dr. Karishma juga menyebut suplemen kolagen sebagai salah satu pilihan yang dapat membantu mendukung produksi kolagen pada kulit.

  5. 5. Bagaimana mengurangi dampak stres terhadap kulit?

    ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)
    ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/miriamalonso)

    Stres memang gak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dampaknya pada tubuh dan kulit bisa diminimalkan lewat kebiasaan sederhana. Menjaga pola makan dan tidur, rutin berolahraga, serta meluangkan waktu untuk relaksasi seperti yoga dan meditasi dapat membantu mengelola stres sekaligus menjaga kesehatan kulit.

    Selain itu, hindari kebiasaan terlalu sering menyentuh wajah, terutama saat sedang berjerawat, karena bisa memperburuk kondisinya. Jadi, merawat kulit saat stres gak melulu soal menambah produk baru ke dalam skincare routine, tetapi juga menjaga pola hidup agar tubuh dan pikiran punya cukup waktu untuk beristirahat.

    Pada akhirnya, kulit dan pikiran ternyata bisa saling berkaitan lebih dekat dari yang kita kira. Jadi, ketika kulit mulai rewel di tengah kesibukan dan banyak pikiran, jangan lupa mengecek kembali pola tidur, makanan, hingga tingkat stresmu sebelum menambah produk baru ke meja rias.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More