Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Scalp Detox? Kenali Manfaat dan Cara Melakukannya agar Rambut Lebih Sehat

Apa Itu Scalp Detox? Kenali Manfaat dan Cara Melakukannya agar Rambut Lebih Sehat
ilustrasi rambut lebat (pexels.com/bennielbester)
Intinya Sih
  • Scalp detox adalah perawatan eksfoliasi mendalam untuk membersihkan kulit kepala dari minyak, sel kulit mati, dan sisa produk agar rambut tumbuh lebih sehat.
  • Perawatan ini penting karena kulit kepala juga membutuhkan pembersihan rutin seperti wajah; penumpukan kotoran bisa menyebabkan gatal, ketombe, dan gangguan pertumbuhan rambut.
  • Cara melakukan scalp detox meliputi pemijatan dengan scrub atau bahan alami seperti aloe vera dan tea tree oil, namun perlu hati-hati bagi pemilik kulit kepala sensitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kalau akhir-akhir ini kulit kepalamu terasa gatal, mudah berminyak, atau rambut terasa lepek meski baru keramas, mungkin masalahnya bukan sekadar sampo yang kurang cocok. Bisa jadi kulit kepalamu sedang mengalami penumpukan minyak, sel kulit mati, dan sisa produk styling yang menempel selama berminggu-minggu.

Salah satu perawatan yang belakangan semakin populer adalah scalp detox. Perawatan ini dipercaya mampu membersihkan kulit kepala secara lebih menyeluruh dibandingkan keramas biasa. Tapi, apakah scalp detox memang benar-benar diperlukan? Berikut penjelasannya!

1. Apa itu scalp detox?

ilustrasi wanita mengeringkan rambut (unsplash.com/themephotos)
ilustrasi wanita mengeringkan rambut (unsplash.com/themephotos)

Scalp detox adalah perawatan untuk membersihkan kulit kepala secara mendalam melalui proses eksfoliasi. Perawatan ini biasanya menggunakan scrub, clay mask, atau sikat khusus untuk mengangkat sel kulit mati dan sisa produk yang menumpuk. Hasilnya, kulit kepala terasa lebih bersih dan menjadi lingkungan yang lebih sehat bagi pertumbuhan rambut.

"Detoks kulit kepala lebih dari sekadar keramas," ujar Evie Johnson, trichologist bersertifikat sekaligus pemilik E&E Hair Solutions, dikutip dari Byrdie.

Evie Johnson mengibaratkannya seperti melakukan facial pada wajah. Menurutnya, proses pembersihan mendalam ini juga dapat membantu mengurangi rasa gatal, ketombe, hingga berbagai bentuk iritasi pada kulit kepala.

"Anggap saja seperti facial. Kita mencuci wajah setiap hari, bukan? Tetapi, ketika kamu melakukan masker wajah, facial uap, dan perawatan lainnya, itu merupakan pembersihan yang jauh lebih mendalam. Hal yang sama juga berlaku untuk rambut," ujarnya.

2. Mengapa kulit kepala juga perlu dieksfoliasi?

ilustrasi menyisir rambut (freepik.com/gpointstudio)
ilustrasi menyisir rambut (freepik.com/gpointstudio)

Banyak orang rutin menggunakan skincare untuk wajah, tetapi lupa bahwa kulit kepala juga merupakan bagian dari kulit yang membutuhkan perawatan. Menurut Diana Pratasiewicz, Director of Education di Ouai, dikutip dari Byrdie, setiap orang seharusnya melakukan eksfoliasi pada kulit kepala mereka.

"Kulit kepala pada dasarnya adalah bagian dari kulit, sama seperti wajah. Bayangkan jika kamu tidak pernah mengeksfoliasi wajah! Pori-pori bisa tersumbat, warna kulit menjadi tidak merata, bahkan muncul jerawat. Hal yang sama juga bisa terjadi pada kulit kepala," ujar Diana.

Jika tidak pernah dibersihkan secara mendalam, kulit kepala dapat menjadi kering, bersisik, gatal, hingga dipenuhi penumpukan minyak dan sisa produk rambut. Kondisi ini lama-kelamaan bisa mengganggu kesehatan kulit kepala sekaligus memengaruhi kualitas rambut.

3. Tanda-tanda kamu mungkin membutuhkan scalp detox

ilustrasi wanita menyisir rambut (pexels.com/polinatankilevitch)
ilustrasi wanita menyisir rambut (pexels.com/polinatankilevitch)

Jika kulit kepala terasa sangat kering, gatal, berketombe, atau tidak nyaman, bisa jadi pertanda sudah waktunya scalp detox. Dikutip dari Byrdie, menurut Lorraine Massey, seorang penata rambut, scalp detox umumnya diperlukan ketika penumpukan produk rambut mulai memengaruhi kesehatan kulit kepala.

"Biasanya, akan terlihat banyak penumpukan di sekitar folikel rambut sehingga hampir tidak bisa melihat bagian dalamnya. Setiap empat hingga enam minggu, sudah waktunya melakukan detoks," ujar Evie Johnson.

Menurut Dr. Brian R. Toy, dokter kulit bersertifikat, dikutip dari Prevention, scalp detox juga cocok bagi kamu yang sering menggunakan produk styling, menjalani perawatan kimia, atau memakai alat styling panas. Selain itu, perawatan ini juga bermanfaat bagi orang yang mengalami kerontokan atau kerusakan rambut serta memiliki kulit kepala yang sangat berminyak maupun sangat kering.

4. Bagaimana cara melakukan scalp detox?

ilustrasi menata rambut (pexels.com/rdne)
ilustrasi menata rambut (pexels.com/rdne)

Cara yang bisa kamu lakukan untuk scalp detox adalah memijat kulit kepala menggunakan scalp scrub, sikat khusus, atau perawatan profesional di salon. Eksfoliasi juga dapat dibantu bahan seperti salicylic acid untuk membersihkan pori-pori lebih optimal.

"Perawatan detoks kulit kepala biasanya melibatkan pemijatan atau penggosokan kulit kepala untuk melakukan eksfoliasi mekanis sehingga sel-sel kulit mati di permukaan kulit kepala dapat terangkat," ujar Dr. Brian R. Toy.

Agar hasilnya maksimal, pilih produk yang mampu membersihkan sekaligus menjaga kelembapan kulit kepala. Beberapa kandungan yang direkomendasikan antara lain:

  • aloe vera untuk menenangkan kulit kepala
  • bentonite clay untuk menyerap minyak berlebih
  • tea tree oil dan peppermint oil untuk membantu menyegarkan kulit kepala
  • clarifying shampoo untuk mengangkat residu produk rambut

Selain menggunakan produk khusus, kamu juga bisa mengistirahatkan rambut dari bleaching, pewarnaan, perm, atau alat styling bersuhu panas. Cara ini membantu mengurangi iritasi sekaligus memberi waktu bagi kulit kepala dan rambut untuk pulih. Para ahli menyarankan melakukan scalp detox secara berkala, sekitar empat kali dalam setahun.

5. Siapa yang sebaiknya menghindari scalp detox?

ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut (pexels.com/rdne)
ilustrasi mengaplikasikan produk ke rambut (pexels.com/rdne)

Meski bermanfaat, scalp detox tidak cocok untuk semua orang. Jika kamu memiliki kulit kepala yang sensitif, lakukan eksfoliasi dengan hati-hati agar tidak memicu iritasi atau kerusakan pada folikel rambut. Hindari pula penggunaan eksfoliator kimia jika kulit kepala sedang terluka.

"Eksfoliasi mekanis, jika dilakukan terlalu kuat, justru dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan kerontokan. Orang dengan kulit sensitif juga sebaiknya berhati-hati menggunakan eksfoliator kimia karena dapat menyebabkan kulit kepala terbakar," jelas Dr. Brian R. Toy.

Sebaiknya, tunda scalp detox apabila terdapat luka terbuka, jahitan bekas operasi, atau kulit kepala masih dalam masa penyembuhan. Jika muncul gejala seperti rasa terbakar, gatal yang tidak kunjung membaik, atau kerontokan yang semakin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter kulit sebelum mencoba perawatan sendiri.

Merawat rambut bukan cuma soal memilih sampo yang tepat, tetapi juga menjaga kesehatan kulit kepala. Jadi, jangan ragu mencoba scalp detox jika kulit kepalamu mulai menunjukkan tanda-tanda membutuhkan perawatan ekstra.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More