ilustrasi siap secara finansial (pexels.com/www.kaboompics.com)
Perempuan yang siap menikah bukan berarti perempuan yang punya tabungan paling besar. Kesiapan finansial yang lebih relevan adalah apakah ia paham cara mengelola uang, punya dana darurat, dan tahu apa yang menjadi haknya secara finansial dalam pernikahan. Melek finansial jauh lebih berharga di dalam rumah tangga dibanding nominal tabungan yang besar tapi tidak tahu harus digunakan untuk apa.
Posisi yang paling sehat adalah menjadi mitra yang bijak, bukan pengganti peran suami. Laki-laki tetap penanggung jawab utama, perempuan hadir sebagai pendamping yang paham arah dan tidak buta soal urusan keuangan keluarga. Kalau keduanya sudah paham posisi masing-masing sejak awal, percakapan soal uang dalam pernikahan tidak perlu jadi sesuatu yang menakutkan.
Menabung untuk biaya nikah bukan kewajiban perempuan, tapi menabung untuk diri sendiri adalah keputusan yang jauh lebih bijak. Selain itu, yang perlu diluruskan bukan semangat menabungnya, tapi ke mana uang itu seharusnya diarahkan dan kenapa. Jadi, kalau selama ini kamu menabung karena ingin siap, pastikan dulu, siap untuk hidupmu atau siap untuk memenuhi ekspektasi orang lain?