ilustrasi perempuan bermain laptop (pexels.com/olly)
Selain lokasi bekerja, aktivitas yang dilakukan sepanjang hari juga memengaruhi kebutuhan re-apply sunscreen. Jika kamu hanya duduk di ruangan ber-AC tanpa banyak berkeringat dan jarang keluar ruangan, lapisan sunscreen umumnya akan bertahan lebih lama dibanding saat kamu beraktivitas di bawah sinar matahari langsung.
Sebaliknya, jika kamu beberapa kali keluar gedung, makan siang di luar, atau berkendara pada siang hari, sebaiknya jangan melewatkan pengolesan ulang sunscreen. Dengan begitu, perlindungan kulit tetap optimal meski sebagian besar waktu kerja dihabiskan di dalam ruangan.
"Jika kamu mengoleskan sunscreen yang dipakai pada pagi hari umumnya masih efektif hingga akhir hari jika kamu lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, kulit tidak basah atau berkeringat berlebihan. Perlindungan tersebut tetap optimal apabila saat berada di luar ruangan kamu mencari tempat teduh serta mengenakan kacamata hitam dan topi bertepi lebar,” ujar ujar Dr. Debra Jaliman, dokter spesialis kulit bersertifikat dan anggota Paula's Choice Skin Care Advisory Board, dikutip dari HuffPost.
“Hal ini karena bahan aktif sunscreen terurai akibat paparan langsung cahaya matahari, bukan semata-mata karena berjalannya waktu," tambahnya.
Jadi, re-apply sunscreen saat bekerja di dalam ruangan tetap perlu disesuaikan dengan paparan sinar matahari dan aktivitasmu. Jika masih sering terkena sinar UV, jangan lewatkan mengoles ulang sunscreen agar kulit tetap terlindungi.