Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Barang di Rumah yang Diam-diam Menghasilkan Panas Berlebih

5 Barang di Rumah yang Diam-diam Menghasilkan Panas Berlebih
Ilustrasi perangkat dapur (pexels.com/Thirdman)
Intinya Sih
  • Beberapa barang rumah tangga seperti lampu pijar, oven, dan mesin pengering diam-diam menghasilkan panas berlebih yang bisa membuat ruangan lebih gerah serta meningkatkan konsumsi listrik.
  • Tirai tipis atau bahan gelap dapat menyerap panas matahari, sehingga disarankan memakai tirai tebal berwarna terang atau tirai termal untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
  • Perangkat elektronik seperti laptop dan televisi juga memancarkan panas; menjaga ventilasi, membersihkan sirkulasi udara, serta mengatur kecerahan layar membantu mengurangi penumpukan panas di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tanpa kamu sadari, beberapa barang yang digunakan setiap hari di rumah ternyata dapat menghasilkan panas berlebih. Biasanya, barang ini melepaskan panas yang jika dibiarkan menumpuk dapat membuat ruangan terasa lebih gerah, meningkatkan konsumsi listrik, bahkan berpotensi memperpendek usia pakai perangkat.

Karena itu, penting untuk mengenali barang-barang yang menjadi sumber panas di rumah agar penggunaannya lebih bijak dan sirkulasi udara tetap terjaga. Mau tahu apa saja benda tersebut? Cek di sini berbagai barang di rumah yang diam-diam menghasilkan panas berlebih!

1. Lampu

Ilustrasi light bulb
Ilustrasi light bulb (pexels.com/Burak The Weekender)

Membiarkan lampu menyala tidak hanya menambah tagihan listrik, melainkan juga dapat meningkatkan suhu ruangan secara keseluruhan, terutama jika kamu masih menggunakan lampu pijar atau halogen. Jenis lampu lama ini sebenarnya menghasilkan lebih banyak panas daripada cahaya.

"Di rumah-rumah tua, lampu tanam yang tidak tertutup rapat dapat bertindak seperti cerobong asap mini, membiarkan panas loteng merembes ke ruangan di bawahnya. Terutama jika perlengkapan lampu tersebut tidak berperingkat IC atau terisolasi," kata Al Fagundes, pendiri dan CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Inc, dikutip dari laman Southern Living.

Lalu, apa pilihan yang lebih baik? Gantilah dengan lampu LED hemat energi. Kamu akan mengurangi panas yang dihasilkan oleh pencahayaan hingga 90 persen, sekaligus menghemat uang pada tagihan listrik berikutnya.

2. Tirai tipis

Ilustrasi tirai
Ilustrasi tirai (pexels.com/Sunny Twinster)

Tirai adalah salah satu cara tercepat dan termudah untuk mengisolasi rumah, terutama untuk tujuan pendinginan. Menutup tirai dan jendela selama jam-jam puncak sinar matahari akan menurunkan suhu di dalam ruangan secara signifikan.

"Daripada hanya menutup tirai tipis di dalam ruangan, gunakan tirai tebal berwarna terang atau penutup jendela atau kanopi eksternal. Adapun bahan berat dengan kain berwarna gelap, dan tirai aluminium atau kayu gelap, menyerap panas. Hal ini menyebabkan ruangan menjadi jauh lebih panas daripada seharusnya," jelas Kevin Pennington, pemilik Lancashire Air Conditioning, dikutip dari laman Ideal Home.

Pilih tirai anti tembus cahaya atau tirai termal, dan pasangkan dengan batang tirai lipat yang meminimalkan celah cahaya. Tidak ingin rumah yang benar-benar gelap seperti gua? Cobalah tirai termal berinsulasi yang menyaring cahaya dan menawarkan perlindungan UV sambil tetap memungkinkan sebagian cahaya masuk.

Tips penggunaan tirai dan jendela saat cuaca panas; jika udara di luar lebih panas daripada udara di dalam, ini justru memompa panas ke dalam rumah. Di siang hari, kamu disarankan menutup tirai dan jendela agar panas tidak masuk ke dalam rumah.

"Pada malam hari, buka semua jendela untuk membiarkan udara yang lebih dingin masuk. Saat pagi tiba, tutup semua jendela dan biarkan tirai tetap tertutup sebelum menggunakan kipas angin untuk mengalirkan udara di dalam rumah," jelas Richard Millard, konsultan senior keberlanjutan di Building Energy Experts, dikutip dari Ideal Home.

3. Oven

Ilustrasi oven
Ilustrasi oven (pexels.com/Gustavo Fring)

Peralatan-peralatan yang boros energi tidak hanya menghabiskan banyak energi, tetapi juga dapat membuat rumah menjadi lebih panas. Barang di rumah yang diam-diam menghasilkan panas berlebih Ini termasuk peralatan dapur, salah satunya oven.

Setiap kali digunakan, oven memengaruhi suhu ruangan dan semakin lama oven menyala, semakin panas dapur. Bahkan setelah selesai digunakan, oven membutuhkan waktu satu atau dua jam untuk mendingin. Ini merupakan jam-jam yang secara bertahap meningkatkan suhu udara di sekitarnya.

"Kita sering lupa bahwa peralatan rumah tangga, seperti oven bertindak sebagai radiator. Membiarkan peralatan ini dalam mode siaga atau memasak makanan berat di bagian terpanas hari itu secara signifikan meningkatkan suhu dasar," ungkap Millard, dikutip dari Ideal Home.

4. Mesin pengering pakaian (dryer)

Ilustrasi pengering pakaian
Ilustrasi pengering pakaian (pexels.com/Curtis Adams)

Barang di rumah yang diam-diam menghasilkan panas berlebih lainnya adalah mesin pengering pakaian (dryer). Mungkin ini cara cepat dan praktis untuk mengeringkan pakaian, tetapi masalahnya mesin ini melepaskan panas dan uap air sisa saat beroperasi sehingga membuat ruangan di sekitarnya menjadi panas.

Bahkan, dryer membutuhkan waktu pendinginan setelah proses pengeringan selesai. Saat cuaca panas, panas yang dihasilkan oleh peralatan ini dapat membuat ruangan dari hangat menjadi tidak tertahankan. Dan di hari yang panas, jauh lebih baik mengeringkan pakaian di luar daripada di mesin pengering. Oleh karena itu, kamu dapat mengurangi jumlah panas yang dihasilkan mesin pengering dengan menjaga kebersihan ventilasi, perangkap serat, dan selang, yang akan mengoptimalkan aliran udara.

5. Alat elektronik multimedia

Ilustrasi komputer dan laptop
Ilustrasi komputer dan laptop (pexels.com/Tom Fisk)

Meskipun jumlah panas yang dihasilkan dari perangkat elektronik multimedia, seperti komputer, laptop, atau televisi relatif kecil dibandingkan dengan peralatan rumah tangga besar, panas tersebut dapat menumpuk, jadi sebaiknya terapkan praktik yang baik sebisa mungkin. Dalam hal mengurangi panas dari perangkat ini, ventilasi adalah kuncinya.

Jauhkan laptop dari permukaan lunak yang memerangkap panas, seperti selimut dan bantal. Sebagai gantinya, pindahkan ke permukaan yang keras atau alas pendingin laptop. Tutup browser dan program di komputer atau laptop yang tidak digunakan, dan bersihkan ventilasi udara secara teratur.

Kalau untuk mendinginkan televisi, atur kecerahan dan kontras ke tingkat terendah yang nyaman bagi. Lalu, pertimbangkan menggunakan kipas angin di dekatnya untuk meningkatkan aliran udara.

Itulah beberapa barang di rumah yang diam-diam menghasilkan panas berlebih. Di cuaca panas, perhatikan kembali barang yang ada di rumahmu dan hemat energi jadi alternatif kurangi hawa panas di rumah. Semoga infonya bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More