Real Talk With Uni Lubis: Blak-blakan dengan Cinta Laura Kiehl (IDN Times/Tata Firza)
Berlandaskan kegelisahan itu, Cinta mulai membuat perusahaannya sendiri yang menaungi beberapa lini bisnis dan program-program berbasis kemanusiaan. Bulan Agustus lalu, perempuan berdarah blasteran ini baru melakukan grand launching Rumah Sraddha Semesta.
"Aku merasa beberapa tahun terakhir, banyak anak muda berusaha membangun kembali rasa bangga mereka terhadap budaya. Mungkin dari cara berpakaian atau membuat merchandise yang memadukan tradisi dengan cara modern. Tapi bagi aku, cara kita mengingatkan anak muda kembali tentang filosofi bangsa dengan menggunakan bahasa yang dulu digunakan, Bahasa Sanskerta," jelasnya.
Sradhha merupakan kepercayaan yang mendalam terhadap sosok tertinggi. Jadi, Rumah Sraddha Semesta adalah Rumah Wawasan Semesta. Cinta berharap, di creative hub ini, ada banyak orang yang bisa menggali potensi dan skill set di bidang industri kreatif.
Lewat apa yang dilakukannya, Cinta berharap ia bisa membantu banyak orang untuk memaksimalkan potensi orang lain untuk membuat konten sekaligus memberikan pesan. Contohnya melalui Puella (digital platform), ia menunjukkan kegelisahannya terhadap frustrasi dan depresi yang dialami anak muda. Topik-topik yang dibahas biasanya dianggap tabu dan melawan algoritma konten lainnya, tetapi ia ingin membuka diskusi yang berbeda dan lebih insightful.
"Guys, gak ada apa pun yang instan. Kerja keras, kerja belasan jam per hari memang gak enak. Tapi, kadang-kadang kalau kita ingin mencapai tujuan, the only way to do it is to hard work. Oleh karena itu, aku buat PT. Cinta Paras Semesta dengan berbagai lini bisnis unit karena semua memiliki goal yang sama," jelasnya lagi.