Kamu baru saja tiba di sebuah acara ketika seseorang datang menghampirimu. Sebelum sempat memperkenalkan diri, dia sudah lebih dulu berkata, “Oh, kamu pacarnya dia, ya?” Kamu ikut tersenyum dan mengangguk. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu. Hanya saja, untuk beberapa detik kamu jadi berpikir, bukankah sebelum menjadi pacarnya seseorang, kamu sudah menjadi dirimu sendiri?
Ada pekerjaan yang kamu jalani setiap hari, teman-teman yang mengenalmu jauh sebelum hubungan itu dimulai, juga mimpi yang perlahan kamu bangun dengan tangan sendiri. Namun ketika sebuah hubungan hadir, semua hal itu kadang seperti bergeser ke belakang. Namamu tetap ada, tetapi status sebagai pasangan justru lebih cepat diingat orang. Tanpa disadari, ada beberapa momen ketika identitasmu sebagai perempuan mulai ikut dilekatkan pada siapa pasanganmu.
