Indonesia Hijabfest 2023 Press Conference. Rabu (2/3/2023). IDN Times/Adyaning Raras
Indonesia Hijabfest 2023 Press Conference. Rabu (2/3/2023). IDN Times/Adyaning Raras
Irma sebagai pelaku bisnis baju muslim melihat perkembangan tren yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Apa yang diproduksinya juga menyesuaikan tren, tetapi tidak melupakan identitasnya sebagai suatu brand.
Untuk tren hijab 2023, Irma memandang bahwa perempuan muslimah masih suka dengan hijab voal dan print. Sementara pemilihan motifnya cenderung monogram dan lebih simpel. Hal yang sama berlaku untuk baju muslim, sebagian besar konsumen menyukai baju yang kesannya sederhana dan basic.
"Warnanya lebih ke basic dan monokrom. Mungkin orang lebih suka warna yang kalem. Sekarang tuh bajunya disesuaikan dengan print hijab. Trennya sublim, artinya setiap brand boleh memproduksi baju dari print desainnya sendiri. Gak terpaku pada kesediaan bahan. Kebanyakan brand saat ini memproduksi dengan logo sendiri, jadi lebih simpel," ungkap Irma.
Sheena turut menambahkan, "Kalau di Indonesia Hijabfest, tahun ini kebanyakan print. Kalau warna di awal kemunculan tahun 2012 itu pastel banget. Ke sini ramenya monokrom, sekarang orang senengnya basic. Teman-teman hijab pintar menjemput warna yang mereka minati dan basic colour selalu menjadi favorit."
Kalau kamu ingin mencari hijab dan baju muslim kekinian, kamu bisa menemukannya di Indonesia Hijabfest. Tanggal 2-5 Maret di Sabuga, Bandung, ya!
Irma sebagai pelaku bisnis baju muslim melihat perkembangan tren yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Apa yang diproduksinya juga menyesuaikan tren, tetapi tidak melupakan identitasnya sebagai suatu brand.
Untuk tren hijab 2023, Irma memandang bahwa perempuan muslimah masih suka dengan hijab voal dan print. Sementara pemilihan motifnya cenderung monogram dan lebih simpel. Hal yang sama berlaku untuk baju muslim, sebagian besar konsumen menyukai baju yang kesannya sederhana dan basic.
"Warnanya lebih ke basic dan monokrom. Mungkin orang lebih suka warna yang kalem. Sekarang tuh bajunya disesuaikan dengan print hijab. Trennya sublim, artinya setiap brand boleh memproduksi baju dari print desainnya sendiri. Gak terpaku pada kesediaan bahan. Kebanyakan brand saat ini memproduksi dengan logo sendiri, jadi lebih simpel," ungkap Irma.
Sheena turut menambahkan, "Kalau di Indonesia Hijabfest, tahun ini kebanyakan print. Kalau warna di awal kemunculan tahun 2012 itu pastel banget. Ke sini ramenya monokrom, sekarang orang senengnya basic. Teman-teman hijab pintar menjemput warna yang mereka minati dan basic colour selalu menjadi favorit."
Kalau kamu ingin mencari hijab dan baju muslim kekinian, kamu bisa menemukannya di Indonesia Hijabfest. Tanggal 2-5 Maret di Sabuga, Bandung, ya!