Jakarta, IDN Times - Tak ada yang mampu menggenggam waktu. Sebab, ia mengalir seperti sungai yang tak pernah meminta izin sebelum mengubah tepian. Kadang tenang, kadang membawa arus yang deras, namun selalu meninggalkan jejak pada siapa pun yang dilaluinya. Kita tumbuh di dalamnya, kehilangan sesuatu di dalamnya, lalu menemukan versi diri yang baru di waktu yang sama.
Di tengah dunia yang bergerak lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk memahaminya, TOTON memilih menjadikan waktu sebagai ruang kontemplasi. Lewat koleksi KALA, rumah mode tersebut tidak sekadar memperlihatkan busana musim terbaru, melainkan mengundang publik merenungkan hubungan manusia dengan perubahan, sesuatu yang sering kali menakutkan, tetapi justru melahirkan harapan. Dipresentasikan dalam Mulia in Fashion 2026, Jumat (10/7/2026)di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, KALA menjadi sebuah narasi tentang bagaimana identitas tidak pernah berhenti tumbuh, sebagaimana waktu yang tak pernah berhenti berjalan.
"Tema KALA adalah eksplorasi waktu yang terus membentuk kehidupan manusia. Di balik ketidakpastian, selalu ada ruang untuk bertumbuh," ujar Toton, dalam Press Conference sebelum show TOTON 2027: KALA dimulai.
