Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Keramas Berapa Kali Seminggu? Simak Kata Expert!
ilustrasi keramas (pexels.com/Beyzanur K)
  • Frekuensi keramas tidak memiliki aturan pasti karena dipengaruhi oleh jenis rambut, aktivitas harian, kondisi kulit kepala, serta lingkungan tempat tinggal seseorang.
  • Ahli menyarankan rambut dicuci minimal dua kali seminggu untuk menjaga kebersihan, namun rambut kering atau keriting sebaiknya lebih jarang agar kelembapan alami tetap terjaga.
  • Keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak pelindung alami dan menyebabkan rambut kering, sedangkan keramas rutin penting bagi yang beraktivitas tinggi atau memakai produk styling.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keramas merupakan bagian penting dari perawatan rambut dan kulit kepala. Namun, pertanyaan tentang berapa kali sebaiknya keramas dalam seminggu sering menimbulkan perbedaan pendapat. Ada yang merasa perlu keramas setiap hari agar rambut tetap bersih dan segar, sementara yang lain memilih jarang keramas untuk menjaga kelembapan alami rambut. Perbedaan ini wajar karena kebutuhan setiap orang tidaklah sama.

Frekuensi keramas dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis rambut, aktivitas sehari-hari, kondisi kulit kepala, serta lingkungan. Rambut berminyak tentu membutuhkan keramas lebih sering dibandingkan rambut kering, begitu juga orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Oleh karena itu, memahami kondisi rambut dan kulit kepala sendiri menjadi langkah awal dalam menentukan jadwal keramas yang tepat.

1. Seberapa sering kita harus keramas?

ilustrasi merawat rambut (pexels.com/RDNE Stock project)

Tidak ada patokan pasti mengenai seberapa sering rambut harus dicuci. Menurut Rosi Fernández, direktur salon Ananda Ferdi di Madrid, dilansir Vogue, penentuan frekuensi keramas juga perlu melihat lingkungan tempat tinggal dan gaya hidup seseorang. Tinggal di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi tentu berbeda dengan hidup di pedesaan. Selain itu, faktor lain seperti iklim, kebiasaan berkendara dengan motor atau mobil, rutinitas olahraga, hingga kualitas air yang digunakan untuk mencuci rambut turut memengaruhi kondisi rambut dan kulit kepala.

Meski demikian, para ahli tetap menyarankan agar rambut, termasuk yang kering dan tebal, dicuci setidaknya dua kali dalam seminggu. Tujuannya adalah untuk membersihkan sisa kotoran dan residu yang dapat menumpuk di kulit kepala dan membuat rambut tampak lemas serta rapuh.

Fernández juga mengingatkan pentingnya menggosok sampo di telapak tangan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke rambut, terutama jika menggunakan sampo berbahan organik. Menurutnya, proses pembilasan yang menyeluruh akan membantu rambut terlihat lebih berkilau.

Dr. Heather W. Goff, seorang profesor di Departemen Dermatologi di UT Southwestern Medical Center, dilansir USA Today, menjelaskan, "Selain faktor lingkungan, frekuensi keramas juga dipengaruhi oleh intensitas olahraga dan kebiasaan menggunakan produk penataan rambut. Namun, pada akhirnya kebutuhan keramas sangat ditentukan oleh tekstur rambut. Rambut keriting cenderung lebih kering dan mudah patah. Karena sifatnya yang lebih rapuh. Disarankan agar rambut keriting dicuci tidak lebih dari satu kali seminggu, atau bahkan cukup sekali dalam dua minggu".

2. Apakah boleh keramas setiap hari?

ilustrasi keramas (pexels.com/Gustavo Fring)

Dokter kulit asal New York City, Hadley King, MD, menjelaskan bahwa orang dengan kulit kepala berminyak atau rambut tipis justru dianjurkan untuk lebih sering mencuci rambut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelebihan minyak dan penumpukan kotoran yang dapat membuat rambut terasa lepek.

Ia juga menambahkan, keramas setiap hari bisa membantu mengendalikan ketombe karena mampu membersihkan ragi penyebab ketombe serta serpihan yang menempel di kulit kepala. Namun, penting untuk memilih sampo yang efektif membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami.

Sementara itu, Marisa Garshick, MD, dokter kulit bersertifikat dari MDCS Dermatology, menyarankan agar pemilik kulit kepala kering atau rambut bertekstur kasar tidak terlalu sering keramas. Mengurangi frekuensi mencuci rambut dapat membantu mempertahankan minyak alami yang dibutuhkan rambut agar tetap sehat.

Di sisi lain, Goff menyarankan untuk sebisa mungkin tidak mencuci rambut setiap hari. Rambut tersusun dari keratin, yaitu protein yang kuat, tetapi tetap dapat mengalami kekeringan dan kerusakan jika terlalu sering terpapar proses pencucian. Keramas berlebihan dapat menghilangkan sebum yang berfungsi melindungi kulit kepala, sehingga memicu rasa kering dan gatal. Tak hanya itu, ujung rambut pun menjadi lebih kering dan mudah patah.

3. Faktor yang memengaruhi frekuensi keramas

ilustrasi merawat rambut (pexels.com/RDNE Stock project)

Beberapa faktor yang memengaruhi frekuensi keramas antara lain:

  1. Jenis rambut: Jenis rambut berperan besar dalam menentukan frekuensi keramas yang ideal. Dr. Garshick menjelaskan, bahwa rambut tipis cenderung lebih mudah berminyak sehingga perlu dicuci lebih sering untuk membersihkan minyak berlebih dan kotoran. Sebaliknya, pemilik rambut tebal dan bertekstur kasar disarankan untuk tidak terlalu sering keramas agar minyak alami rambut tetap terjaga dan rambut tidak menjadi kering.

  2. Kondisi kulit kepala: Kondisi tertentu pada kulit kepala seperti dermatitis seboroik juga memengaruhi seberapa sering rambut perlu dicuci. Menurut Dr. Garshick, mencuci rambut setiap hari atau setidaknya secara rutin dapat membantu mengurangi minyak berlebih dan penumpukan yang memicu pengelupasan serta rasa tidak nyaman pada kulit kepala.

  3. Aktivitas fisik: Saat berolahraga, keringat dapat menyebabkan penumpukan kotoran, iritasi, dan pori-pori kulit kepala tersumbat. Oleh karena itu, mencuci rambut setelah melakukan aktivitas fisik berat sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala.

  4. Penggunaan produk rambut: Produk penataan rambut seperti hairspray dan gel memang membantu menunjang penampilan, tetapi dapat meninggalkan residu jika digunakan terlalu sering. Dr. Garshick menekankan, bahwa keramas secara teratur penting bagi mereka yang rutin menggunakan produk styling guna mencegah penumpukan residu yang berpotensi menimbulkan iritasi serta masalah pada kulit kepala dan rambut.

Pada akhirnya, tidak ada aturan baku tentang berapa kali keramas dalam seminggu yang berlaku untuk semua orang. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan rambut tanpa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan rambut agar tetap sehat. Dengan frekuensi keramas yang sesuai, rambut akan terasa lebih nyaman, terlihat lebih sehat, dan mudah dirawat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team