Nirasha Darusman (instagram.com/nirashadarusman)
“Aku harus berterima kasih pada buku memoar berbahasa inggris yang aku baca sebelumnya karena mengajarkan aku banyak hal. Bukan hanya proses grief aja tapi juga menulisnya,” sebut Nira.
Sebagai orang yang berduka, Nira merasa menjadi victim dan anti dikasihani oleh orang lain. Namun, buku tersebut membukakan mata batin Nira bahwa ketika diri sendiri memilih untuk take action menjadi story teller, maka ia bukan lagi victim. Di titik itulah, Nira punya kekuatan besar untuk fokus berbagi perjalanan dukanya dalam sebuah buku bergenre memoar.
Gak cuma sekadar menuangkan cerita dalam kalimat, Nira serius mempelajari bagaimana cara menulis yang baik. Claire Bidwell Smith merupakan penulis buku tentang grief, juga seorang grief therapist yang membuat Nira berkomitmen lebih mengenal dunia memoar melalui kursusnya. Semua dilakukan Nira demi menemani orang lain yang berduka.
Perjalanan menulis Nira bak naik turun gunung yang terjal. Bayangkan pengalaman atau memori buruk di masa lalu harus terkuak kembali. Ketika ditanya perihal kendala dalam menulis, Nira mengaku masih beradaptasi dengan segala memori yang sebenarnya gak ingin dia ingat.
Ia pun menuturkan, “Sehari-hari bayangin aku harus kembali ke peristiwa itu, nah itu berat banget. Sebenernya aku gak mau inget itu, aku pengen inget yang seneng aja, memori indah sama mereka. Terutama memori saat mereka dipanggil itu masih perih sampai sekarang. Tapi sekali lagi aku udah komitmen. Ya memang susah, kadang aku harus berhenti karena aku nangis tersedu sedu, berhenti, istirahat, dan aku mulai lagi. Menurutku, ketika aku sampai bisa ikutan nangis, aku jujur. Ketika aku jujur, aku berharap pembaca bisa merasa kalau itu jujur. Semoga mereka dapat pesannya.”
Bagi perempuan yang berprofesi sebagai konsultan ini, menyetir narasi cerita memberinya kekuatan yang besar. Ketika ia mampu menerima keadaan, maka ia juga mampu menceritakan kisahnya untuk membantu orang lain bangkit dari kejatuhan.
Ia melakukannya semata-mata karena merasa terbantu ketika ia membaca perjalanan duka orang lain. Untuk itu, Nira juga aktif berbagi edukasi atau informasi seputar grief melalui laman media sosialnya.