Peneliti dan Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) peraih penghargaan Time 2021, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D. (Dok. Istimewa)
Profesor yang pernah jadi pembicara di seminar TEDx tentang upaya pengurangan dengue di Kota Yogyakarta ini, merupakan lulusan Kedokteran UGM di tahun 1989, tempatnya mengajar sekarang. Prof Uut kemudian melanjutkan studi S2 di University of College London, Inggris dan meraih gelar S2 dalam Maternal and Child Health. Setelah itu, ia melanjutkan studi di Umea University Sweden, Swedia dengan meraih gelar S2 dalam Public Health dan gelar doktor S3 sebagai Doctor of Philosophy.
Teknologi Wolbachia dalam pemberantasan demam berdarah dengue bukan penelitian penyakit menular pertama bagi Prof Uut. Sebelumnya, ia menyelesaikan gelar doktoral di Umea dengan penelitian mengenai program pengendalian malaria di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Saat ditanya latar belakangnya fokus pada penyakit demam berdarah, ia mengatakan tentang pengalamannya meneliti malaria, TB Tuberculosis, hingga demam berdarah. Yang menarik, Prof Uut berujar juga pernah terkena demam berdarah dua kali saat masih kuliah dan bekerja.
Menurutnya, penyakit demam berdarah tidak mendapat perhatian di dunia internasional karena masuk kategori neglected. Di Indonesia sendiri, penyakit dengue belum cukup mendapat perhatian pula.
"Jadi, itu kemudian membuat saya tertarik. Kenapa ya penyakit ini kok terus-menerus kita hadapi? Masyarakat juga terus khawatir. Mengenal penyakit ini cukup baik, tapi sampai sekarang kita belum berhasil sepenuhnya mengatasi tantangan akibat dengue ini," tambahnya.
Sementara itu, Kota Yogyakarta sendiri dipilih karena selalu masuk dalam 10 besar bahkan 5 besar kota yang paling banyak terdapat kasus dengue. Menurutnya, kasus dengue cenderung ke populasi urban yang padat seperti Yogyakarta.
Dengan ukuran kota yang tidak terlalu besar, maka kota ini ideal sebagai tempat penelitian. Selain itu, pertimbangan masyarakat yang educated serta hubungan pemerintah dengan UGM yang baik, maka penelitian ini jadi kolaborasi ideal.