Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Koleksi IKAT Indonesia by Didiet Maulana di Garis Poetih Raya Festival 2025. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih Raya Festival)
Koleksi IKAT Indonesia by Didiet Maulana di Garis Poetih Raya Festival 2025. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih Raya Festival)

Intinya sih...

  • IKAT Indonesia by Didiet Maulana mempersembahkan koleksi "Ayara Kinandari" di Garis Poetih 2025.
  • Koleksi ini mengusung konsep ready-to-wear dengan motif ikat khas Nusantara dan warna alam Indonesia.
  • Kain berbahan 100% kapas AS diproduksi oleh PT Argo Manunggal Triasta untuk koleksi ini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - IKAT Indonesia by Didiet Maulana selalu dikenal dengan ciri khasnya yang membawakan kain etnik khas nusantara. Di Garis Poetih 2025 yang berlangsung pada Kamis (18/1/2024) di City Hall, PIM 3, Jakarta, IKAT dengan bangga mempersembahkan koleksi spesial kolaborasi terbarunya. 

Dengan tajuk "Ayara Kinandari", koleksi ini mengangkat arti mendalam mengenai ragam budaya dari warna-warna hangat yang ditunjukkan di atas runway. Inspirasi ini pun diambil dari keindahan alam hasil kolaborasi IKAT Indonesia by Didiet Maulana bersama COTTON USA di bawah Cotton Council International (CCI). Yuk, simak lengkapnya di bawah ini!

1. Hadir merayakan bulan suci Ramadan

Koleksi IKAT di Garis Poetih Raya Festival 2025 dengan konsep sarimbit. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih)

Koleksi terbaru “Ayara Kinandari” menampilkan harmoni antara siluet modern yang berani dan dinamis. Dirancang untuk menyambut bulan suci Ramadan, koleksi ini mengusung konsep ready-to-wear dengan tren terkini, seperti pattern-on-pattern yang melenggang anggun di atas landasan pacu. 

Keunikan koleksi ini terletak pada desain motifnya, yang mengambil inspirasi dari tenun ikat khas Nusantara. Motif klasik ini dikembangkan dengan sentuhan modern yang terlihat dari potongan shirt dress dan vest, sarat bernuansa urban perkotaan. Belum lagi wide-leg trousers yang tampak apik ketika dipasangkan dengan long outer, menampilkan kesan perempuan yang bold. 

2. Palet warna yang terinspirasi dari keindahan alam Indonesia

Koleksi IKAT di Garis Poetih Raya Festival 2025 dengan konsep sarimbit. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih)

Pemilihan warna dalam koleksi ini menjadi salah satu daya tarik utama, terinspirasi dari kekayaan alam Indonesia. Mulai dari pantai tropis hingga pegunungan yang megah, warna-warna seperti future dusk, cherry lacquer, retro blue, celestial yellow, dark moss, sage green, galactic lilac, transcendent pink, dan timeless taupe mendominasi koleksi dengan nuansa syahdu yang harmonis. 

Melalui koleksi ini, IKAT Indonesia pun kembali menunjukkan komitmennya untuk mengangkat filosofi budaya Nusantara dengan pendekatan desain yang relevan bagi generasi masa kini. Setiap detail tampak dirancang dengan cermat yang bukan hanya menunjukkan kekayaan budaya, tetapi juga  memberikan kenyamanan yang membalut setiap momen pemakainya.

“Pakaian katun AS yang elegan, dirancang untuk merayakan semangat Ramadan, menampilkan pola-pola rumit, siluet dinamis, warna-warna vibrant, dan motif ikat, menciptakan estetika yang modern sekaligus menghormati tradisi tekstil Indonesia dan warisan budaya yang kaya,” ungkap Didiet Maulana selaku Founder dari IKAT Indonesia, saat Garis Poetih Raya Festival 2025 dilaksanakan. 

3. Dibuat dengan 100 persen kapas Amerika hasil kolaborasi lintas negara

Koleksi IKAT di Garis Poetih Raya Festival 2025 dengan konsep sarimbit. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih)

Hadir khusus untuk merayakan hari yang suci, IKAT Indonesia memunculkan koleksi “Ayara Kinandari” yang anggun dan penuh makna dalam wujudnya yang siap pakai. Menariknya, setiap baju dari koleksi ini dibuat dari 100 persen kapas asal Amerika Serikat. Koleksi ini merupakan hasil kolaborasi apik antara COTTON USA, Direktur Kreatif IKAT Indonesia Didiet Maulana, dan pabrik tekstil Indonesia PT Argo Manunggal Triasta.

Dalam kesempatan tersebut, Rio Hartanto Jap, perwakilan COTTON USA Indonesia, turut menyampaikan apresiasinya terhadap koleksi ini. Untuk itu, bukan hanya menunjukkan keindahan asli alam Nusantara, koleksi ini juga membuktikan potensi kolaborasi lintas negara dalam menciptakan karya mode.

“Koleksi inovatif Ayara Kinandari dengan jelas menunjukkan keindahan alami kapas AS dalam perpaduan berani antara desain tradisional dan avant-garde Indonesia, serta kemitraan alami antara COTTON USA dan industri mode Indonesia,” ungkap Rio Hartanto Jap.

4. Filosofi di balik motif dan pola

Koleksi IKAT di Garis Poetih Raya Festival 2025 dengan konsep sarimbit untuk lebaran. 16 Januari 2025. (Dok. Garis Poetih)

Koleksi ini memikat dengan motif tenun ikat berdesain garis beralur, yang menyiratkan perjalanan hidup yang terus berkembang. Sebagai pelengkap, kain lurik khas Indonesia turut dihadirkan, menciptakan harmoni yang memadukan tradisi dengan sisi modern. 

Pola ikat linear yang dinamis juga mempercantik setiap rancangan, menggambarkan evolusi kehidupan dengan cara yang halus namun sarat makna. Menggabungkan teknik tradisional dengan sentuhan modern, koleksi ini juga memanfaatkan lurik, kain tradisional Indonesia yang ditenun dari kapas dengan pola garis-garis khas. Gak heran, kombinasi ini bisa menghasilkan karya yang berbicara banyak mengenai estetika, nilai budaya, dan relevansi dengan gaya hidup masa kini.

5. Menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia

Kamala S. Lakhdhir, Duta Besar AS untuk Indonesia saat pagelaran IKAT Indonesia di Garis Poetih Raya Festival. 16 Januari. (Dok. Garis Poetih)

PT Argo Manunggal Triasta, salah satu perusahaan tekstil terkemuka di Indonesia, memproduksi kain berbahan 100 persen kapas AS berkualitas premium untuk koleksi ini. Material tersebut dirancang khusus agar sesuai dengan iklim tropis Indonesia, dilengkapi sirkulasi udara yang optimal, dan diproses menggunakan teknologi mutakhir untuk memastikan warna yang tajam dan tahan lama.

Pagelaran fashion COTTON USA turut dihadiri oleh Kamala S. Lakhdhir, Duta Besar AS untuk Indonesia, yang memberikan dukungan terhadap kolaborasi strategis antara industri kapas AS dan dunia mode Indonesia. Dukungan ini juga menyoroti penggunaan kapas AS berkualitas tinggi dalam sektor tekstil tanah air.

Itu dia gambaran koleksi IKAT Indonesia by Didiet Maulana saat pagelarannya di Garis Poetih Raya Festival 2025 beberapa tempo lalu. Dengan filosofi motif dan bahan yang digunakan, karya Didiet Maulana kali ini juga memperhatikan estetika dari segi material. 

Editorial Team