"Jika saya melihat kembali perjalanan hampir 17 tahun ini, saya menyadari bahwa Blibli bukan hanya tempat saya membangun bisnis dan berkontribusi, tetapi juga tempat saya dibentuk, diuji, dan diberi kesempatan untuk bertumbuh. I started by building a business, but along the way, the business also shaped who I became," ungkap Lisa kepada IDN Times dalam wawancara daring pada Sabtu (10/10/2026).
Profil Lisa Widodo, Sosok Srikandi di Balik Blibli.com

- Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli serta Direktur sejak 2021, memiliki sekitar 20 tahun pengalaman di process engineering, perbankan, operasi e-commerce, dan product management.
- Selama hampir 17 tahun di Blibli, Lisa membangun perusahaan logistik, mengembangkan layanan trade-in, pengiriman terjadwal, dan pengiriman dua jam, serta memimpin tim layanan pelanggan berprestasi.
- Lisa menekankan kepemimpinan berbasis CARE, CLARITY, TRUST, dan GROWTH untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis, pengembangan talenta, struktur organisasi, serta kemampuan beradaptasi.
Di balik layar layanan belanja daring yang kini akrab dengan keseharian banyak orang, ada sosok perempuan yang ikut membentuk wajah Blibli.com dari awal. Lisa Widodo, COO sekaligus Co-Founder Blibli, telah menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak 2021. Dengan pengalaman kerja sekitar 20 tahun di bidang process engineering, perbankan, e-commerce operations, hingga product management, ia dikenal sebagai pemimpin yang membawa pendekatan teknis dan strategis dalam membangun bisnis.
Kontribusinya pun tak sedikit. Mulai dari membangun perusahaan logistik bagi Blibli, hingga menghadirkan layanan inovatif seperti trade-in, pengiriman terjadwal, dan pengiriman 2 jam (2-hour delivery). Yuk, simak lebih jauh perjalanan karier dan latar belakang pendidikan Lisa Widodo berikut ini!
1. Profil singkat Lisa Widodo

Lisa Widodo, COO & Co-Founder Blibli, menghadirkan semangat “Langkah Membumi” dalam format yang lebih pop melalui Langkah Membumi Market (LMM). Acara ini berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Grand Indonesia West Mall, Jakarta, Kamis (8/10). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia) Lisa Widodo adalah COO sekaligus Co-Founder PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), yang telah menjabat sebagai Direktur Perseroan sejak 2021. Dari sisi pendidikan, Lisa masuk jurusan Teknik Mesin di The University of Texas at Austin pada 1998 dan meraih gelar Bachelor of Science pada 2002. Ia lalu melanjutkan S2 di bidang Mechanical Engineering dengan jurusan Material Science pada 2002 sampai 2004 lewat beasiswa.
Selama kuliah, Lisa aktif bekerja sebagai asisten operator di laboratorium komputer kampus dan menjalani magang selama setahun di Bayer sebagai process engineer. Ia juga memperdalam ilmu product management lewat Haas School of Business Product Management Executive Program di University of California, Berkeley, serta meraih sertifikasi UX dari Nielsen Norman Group (NN/g).
Setelah lulus dari Amerika Serikat, Lisa bekerja di Semiconductor Manufacturing Technology (SEMATECH), sebuah konsorsium riset semikonduktor milik pemerintah AS. Kini, ia membawa pengalaman kerja sekitar 20 tahun di bidang process engineering, perbankan, e-commerce operations, hingga product management.
2. Perjalanan karier Lisa Widodo
Co-Founder dan COO Blibli, Lisa Widodo. (dok. GDP Ventures) Menurut situs Blibli, sejak bergabung dengan Blibli, Lisa telah memberikan banyak kontribusi, termasuk membangun perusahaan logistik untuk mendukung layanan Blibli. Kreativitasnya melahirkan berbagai layanan inovatif seperti trade-in, pengiriman terjadwal, dan pengiriman 2 jam (2-hour delivery). Keahliannya memimpin tim layanan pelanggan juga membuahkan 12 medali dalam berbagai kompetisi, termasuk penghargaan The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) pada 2020.
Kini, hampir 17 tahun Lisa bertumbuh bersama Blibli. Ia menyebut perjalanan ini sebagai anugerah yang tidak pernah dianggap biasa dan mensyukurinya setiap hari karena rasa syukur itulah yang terus jadi motivasinya berkontribusi. Selama perjalanan itu, ia belajar bukan hanya soal membangun bisnis, tetapi juga membangun organisasi. Ada pun hal yang paling menarik baginya adalah membangun manusia di dalamnya. Ketertarikannya pada process thinking, yaitu cara membangun sistem dan memperbaiki proses, perlahan membuatnya sadar bahwa sebaik apa pun prosesnya, keberhasilan tetap bergantung pada orang yang menjalankannya.
Bagi Lisa, bagian yang paling bermakna adalah membangun tim, bekerja dengan berbagai karakter, dan melihat orang-orang bertumbuh menjadi pemimpin. Ia juga jujur mengakui bahwa perjalanannya tidak selalu mulus. Ada banyak kesalahan dan keputusan yang mungkin bisa diambil lebih baik. Dari situ, ia belajar lebih terbuka terhadap masukan, merefleksikan tindakan, dan terus memperbaiki diri. Karena menurutnya, leadership adalah continuous learning journey.
3. Tantangan Lisa saat menjajaki kariernya

hief Operating Officer (COO) dan Co-Founder Blibli Tiket, Lisa Widodo saat memberikan sambutan di Media Gathering and Exhibition "Langkah Membumi" by Blibli Cinta Bumi. (dok. Blibli) Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Lisa adalah terus beradaptasi, belajar, dan tetap relevan di tengah perubahan yang begitu cepat. Berlatar belakang Mechanical Engineering, kariernya justru membawanya ke bidang yang sangat berbeda. Mulai dari operational execution dan business management, hingga kini juga bertanggung jawab di bidang People & HR. Dari pengalaman ini, ia belajar bahwa seorang leader tidak harus menjadi orang paling ahli dalam segala hal, melainkan harus mau terus belajar, mampu memahami persoalan dengan cepat, mengajukan pertanyaan yang tepat, mendengarkan perspektif orang lain, dan berani mengambil keputusan.
"The biggest challenge in leadership is not managing complexity, but staying clear and grounded in the middle of complexity. Bagi saya, salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan karier adalah bagaimana terus beradaptasi, belajar, dan tetap relevan di tengah perubahan yang begitu cepat," tutur Lisa.
Tantangan berikutnya adalah menjaga organisasi tetap agile ketika bisnis makin bertumbuh dan kompleks. Saat organisasi masih kecil, banyak hal bisa selesai lewat komunikasi langsung dan keputusan cepat. Namun ketika membesar, dibutuhkan struktur, proses, dan governance yang lebih kuat. Tantangannya adalah membangun sistem yang mendukung pertumbuhan tanpa kehilangan kecepatan, fleksibilitas, dan entrepreneurial spirit. Lisa percaya struktur dan agility seharusnya tidak bertentangan. Justru struktur yang tepat membuat organisasi bergerak lebih cepat dengan arah dan tanggung jawab yang jelas.
Ada pula tantangan menyeimbangkan performa bisnis dan pengembangan manusia. Sebagai business leader, Lisa bertanggung jawab memastikan perusahaan terus bertumbuh, produktif, efisien, dan berkelanjutan. Di saat yang sama, ia juga harus menjaga engagement, mengembangkan talenta, dan membangun lingkungan kerja yang memungkinkan setiap orang memberikan kontribusi terbaiknya. Tentunya, dua hal ini tidak selalu mudah diseimbangkan di tengah keputusan bisnis yang sulit. Dari semua itu, ia belajar bahwa leadership bukan tentang selalu punya jawaban sempurna. Namun tentang kejernihan berpikir, keberanian mengambil keputusan, dan kerendahan hati untuk terus belajar dari setiap hasilnya.
4. Menurut Lisa, arti kepemimpinan adalah 4 aspek ini

Lisa Widodo (Linkedin.com) Bagi Lisa, leadership bukan hanya soal bagaimana memimpin orang lain, tetapi juga tentang nilai-nilai yang dihidupi dan diteladankan setiap hari. Ia mengaitkannya dengan 4 Winning Principles Blibli yang menurutnya juga membentuk karakter seorang winning leader. Pertama, Customer First yang melahirkan CARE. Prinsip ini mengingatkan pada alasan di balik semua yang dikerjakan. Bahwa apa pun fungsi dan posisinya, semuanya harus memberi nilai bagi customer. Bagi seorang leader, ini dimulai dari kepedulian. Tak hanya kepada customer, tetapi juga kepada orang-orang yang dipimpin. Untuk melayani customer dengan baik, kita harus lebih dulu memahami tim yang menjalankannya.
Kedua, Act Fast and Practical yang melahirkan CLARITY. Prinsip ini mengajarkan untuk tidak mempersulit hal yang bisa diselesaikan dengan sederhana, dengan komunikasi yang jelas, keputusan tepat waktu, dan tindakan nyata. Seorang leader juga harus bersedia get their hands dirty, apa pun posisinya. Clarity berarti mampu memahami persoalan, menentukan prioritas, menjelaskan alasan di balik keputusan, serta berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas konsekuensinya. Ketiga, Be the Solution yang melahirkan TRUST. Menjadi solusi bukan sekadar menyelesaikan masalah di permukaan, melainkan melihat persoalan dari berbagai perspektif dan mempertimbangkan dampaknya. Baik untuk hari ini maupun jangka panjang. Ketika leader konsisten menghadirkan solusi yang tepat dan bertanggung jawab, di situlah kepercayaan terbangun.
Keempat, Continuous Improvement yang melahirkan GROWTH. Lisa percaya sebaik apa pun yang dikerjakan hari ini, selalu ada ruang untuk lebih baik esok hari. Prinsip ini bukan hanya soal memperbaiki proses, tetapi juga kerendahan hati untuk terus belajar, menerima masukan, dan berani mengubah cara berpikir. Bagi seorang leader, ini berarti memiliki growth mindset, tidak cepat puas, dan tidak hanya bertumbuh sendiri, tetapi juga membantu orang lain bertumbuh.
"Jadi, bagi saya, leadership dapat dirangkum dalam empat hal: CARE, CLARITY, TRUST, dan GROWTH. CARE membuat kita peduli. CLARITY memberi arah. TRUST membuat orang percaya dan bersedia berjalan bersama kita. GROWTH memastikan bahwa kita semua terus berkembang," jelas Lisa.
Pada akhirnya, menurut Lisa, leadership bukan hanya tentang seberapa jauh seorang pemimpin mampu membawa organisasinya. Namun juga tentang bagaimana membawa orang-orang di dalamnya untuk tumbuh bersama.












![[QUIZ] Pilih Pantun Jarjit, Ini Cara Kamu Minta Diakui](https://image.idntimes.com/post/20260721/pexels-enginakyurt-10817191_4ea6d366-c968-4514-93ae-5ae1eb70b718.jpg)











