Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Locallove Bekasi 2025
Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Intinya sih...

  • 63 brand lokal dan kurasi produk yang sangat gen ZLocallove menghadirkan 63 brand lokal dengan harga berkisar Rp 100.000–Rp300.000, fokus pada pengalaman berbelanja yang berbeda.

  • Promo yang relevan dengan harga yang ramah dompet gen ZPenawaran promo dibuat tepat sasaran, membuat brand lokal terasa semakin accessible bagi kalangan muda.

  • Aktivitas interaktif sebagai daya tarik utamaPengunjung dapat mengikuti workshop kreatif, sharing session, dan talkshow inspiratif tentang kebutuhan gen Z.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah ramainya kultur pop dan geliat kreativitas anak muda, Bekasi menjadi saksi munculnya sebuah gelaran perdana yang langsung menarik perhatian ribuan gen Z, Locallove, acara yang menghadirkan kombinasi bazar, komunitas, aktivitas kreatif, hingga ruang diskusi yang dirancang secara spesifik untuk generasi yang paling ekspresif ini. Digelar pada 26–30 November 2025 di Main Atrium Pakuwon Mall Bekasi, Locallove bukan hanya pameran produk lokal, tetapi sebuah experience yang merayakan gaya hidup gen Z yang ingin berbelanja, belajar, berkarya, dan bersosialisasi, semuanya di satu ruang.

Acara perdana ini langsung memproyeksikan 5.000 pengunjung per hari, tanda bahwa Bekasi dengan populasi muda yang besar adalah tanah subur bagi ekosistem brand lokal yang ingin lebih dekat dengan konsumennya. Sebagai spin-off dari GlamLocal, Locallove hadir untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin tersegmentasi.

“Kita melihat market-nya GlamLocal beragam, dan bonus demografinya ada di Gen Z. Selain bazar, mereka butuh sesuatu yang lebih atraktif,” ungkap Rizky Azhar, Koordinator GlamLocal sekaligus pendiri Locallove, dalam rilis yang diterima IDN Times.

1. 63 brand lokal dan kurasi produk yang sangat gen Z

Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Locallove menghadirkan 63 brand lokal yang mencerminkan preferensi fashion gen Z: fungsional, stylish, dan daily wear-oriented. Mayoritas tenant menawarkan koleksi baju kerja, pakaian kuliah, serta pilihan modest wear yang simpel namun estetik dengan harga berkisar Rp 100.000–Rp300.000, titik harga ideal bagi pasar muda.

Tidak hanya fashion, ada juga brand aksesori seperti Tetta Studio, serta brand tas seperti Chekhas, Fassy Store, dan TGIF Project, yang memberikan warna lebih beragam untuk gaya keseharian gen Z. Alih-alih fokus pada diskon semata, Locallove ingin membangun pengalaman.

“Kita gak meng-highlight diskonnya, tapi pengalaman berbelanja yang berbeda. Bisa ikut beragam kegiatannya,” tambah Rizky.

2. Promo yang relevan dengan harga yang ramah dompet gen Z

Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Kunci dari tingginya antusiasme Locallove adalah penawaran promo yang dibuat tepat sasaran. Dari bundling murah hingga potongan harga, semua dibuat dengan mempertimbangkan daya beli gen Z yang ingin kualitas tanpa mengorbankan budget.

Contohnya, Himeca Daily menawarkan bundling Rp135 ribu untuk dua koleksi; Gamaleea memberikan harga special untuk koleksi terbaru dan denim; sementara Kamila Wardrobe memberikan harga Rp300 ribu untuk dua item sekaligus. Ada pula Kalilla Label dengan mukena premium Rp189 ribu dan Fimelo dengan paket dua koleksi Rp200 ribu.

Promo-promo ini tidak hanya menarik, tetapi membuat brand lokal terasa semakin accessible bagi kalangan muda, sehingga memperkuat ekosistem belanja lokal sebagai bagian dari lifestyle gen Z hari ini.

3. Aktivitas interaktif sebagai daya tarik utama

Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Apa yang membuat Locallove berbeda dari bazar lainnya adalah pendekatannya yang community-first. Selain berbelanja, pengunjung dapat mengikuti rangkaian workshop kreatif, mulai dari membuat beads hingga bag charm bertema orchid dan sporty. Semua workshop dapat diakses melalui pendaftaran via Instagram Locallove dengan special price, memudahkan gen Z yang gemar aktivitas kreatif serta estetika DIY.

Tak hanya itu, Locallove juga menghadirkan sharing session dengan topik hijrah bersama Sister Fillah serta talkshow inspiratif tentang self-love, mental health, karier, hingga perbedaan pola pikir gen Z dan milenial. Kebutuhan gen Z untuk didengar dan terhubung bukan hanya datang dan pergi, tetapi menjadi elemen inti acara.

Talkshow-nya interaktif dan engaging. Mereka bisa ikut campur, terasa dekat dengan tema yang dibawakan, dan bisa dapat insight baru,” ujar Ditto Avelino, Project Manager Locallove.

4. Strategi KOL & TikTok-Driven

Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Karena gen Z banyak mengonsumsi konten dan rekomendasi melalui media sosial, Locallove memaksimalkan kolaborasi dengan KOL dari kategori nano hingga mega influencer, serta fokus pada produksi konten TikTok sebagai kanal utama. Pendekatan ini membuat informasi tentang event menyebar cepat dan terasa organik di mata gen Z yang anti hard selling.

Menurut penyelenggara, strategi ini terbukti meningkatkan awareness sejak sebelum event berlangsung. Konten TikTok yang berfokus pada OOTD tenant, rekomendasi belanja, dan sneak peek aktivitas workshop langsung mendapatkan engagement tinggi. Di era ketika keputusan belanja banyak dipengaruhi social proof, langkah ini menjadi pondasi keberhasilan Locallove membangun koneksi emosional dengan pengunjung.

5. Ruang aman yang gratis untuk semua

Locallove Bekasi 2025 (dok. Locallove)

Salah satu nilai jual paling kuat dari Locallove adalah gratis masuk. Tanpa tiket, tanpa pungutan biaya. Ini membuat pengunjung merasa bebas menjelajahi area dan menikmati aktivitas tanpa beban finansial. Pengunjung yang berbelanja minimal Rp100 ribu juga mendapatkan akses gratis ke photobooth, salah satu spot yang paling diminati untuk konten sosial media.

“Harapannya, Locallove pertama kali ini bisa memberikan manfaat lebih kepada gen Z. Memberikan makna berbeda dan warna berbeda. Tenant di sini juga happy,” ungkap Rizky Azhar.

Dengan pilihan aktivitas yang lengkap, event ini menjadi ruang aman sekaligus ruang bermain bagi gen z, tempat mereka dapat menjadi diri sendiri, berekspresi, dan terhubung dengan brand lokal yang mendukung gaya hidup mereka.

Dengan perpaduan kurasi brand lokal, aktivitas interaktif, strategi sosial media yang kuat, dan pendekatan yang sangat gen Z, Locallove berhasil memposisikan diri sebagai ruang yang memadukan belanja, hiburan, dan pengembangan diri dalam satu atmosfer. Acara ini bukan sekadar bazar, tetapi gambaran bagaimana generasi muda ingin berhubungan dengan brand: dekat, interaktif, dan penuh makna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team