Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mencegah dan Mengatasi Masalah Kulit Akibat Gesekan
ilustrasi perempuan berjemur di pantai (pexels.com/ronlach)
  • Lecet akibat gesekan sering muncul di area lembap seperti paha dan ketiak, disebabkan oleh gesekan berulang antara kulit atau pakaian saat berkeringat.
  • Pencegahan dilakukan dengan menjaga kulit tetap kering, memakai produk pelindung seperti petroleum jelly, serta memilih pakaian yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
  • Jika kulit sudah lecet, gunakan salep pelembap untuk mempercepat pemulihan dan hindari aktivitas pemicu gesekan hingga kondisi membaik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kulit lecet akibat gesekan atau chafing mungkin terdengar sepele. Akan tetapi, kondisi ini bisa terasa sangat mengganggu, terutama saat cuaca panas atau ketika kamu banyak bergerak. Gesekan yang terjadi berulang kali antara kulit dengan kulit atau kulit dengan pakaian dapat merusak lapisan pelindung kulit sehingga memicu kemerahan, rasa perih, hingga iritasi.

Masalah ini paling sering muncul di paha bagian dalam, ketiak, selangkangan, atau area tubuh lain yang mudah berkeringat. Kabar baiknya, lecet akibat gesekan sebenarnya bisa dicegah dan diatasi dengan langkah-langkah sederhana. Berikut beberapa cara yang direkomendasikan para dokter kulit. Yuk, cek!

1. Jaga kulit tetap kering sepanjang hari

ilustrasi pelembap (pexels.com/shvetsa)

Kelembapan menjadi salah satu penyebab utama lecet akibat gesekan semakin parah. Saat kulit dipenuhi keringat, permukaannya menjadi lebih lengket sehingga gesekan yang terjadi saat berjalan atau berolahraga terasa lebih besar. Karena itu, menjaga area yang rentan tetap kering merupakan langkah pencegahan yang paling mendasar.

Kamu bisa menggunakan bedak penyerap keringat atau segera mengganti pakaian yang basah setelah berolahraga. Jika aktivitasmu berlangsung lama di luar ruangan, sempatkan mengeringkan area tubuh yang berkeringat agar kulit tidak terus-menerus berada dalam kondisi lembap.

"Salah satu cara terbaik untuk mencegah lecet akibat gesekan pada kulit adalah menjaga area tersebut tetap kering," ujar Dr. Anna Guanche, dokter spesialis kulit bersertifikat (board-certified dermatologist), dikutip dari Byrdie.

2. Gunakan produk pelindung untuk mengurangi gesekan

ilustrasi tangan dan kaki (pexels.com/rocketmannprod)

Salah satu cara paling efektif mencegah lecet adalah menciptakan lapisan pelindung di atas kulit. Produk seperti anti-chafing stick, petroleum jelly, atau barrier cream dapat membantu kulit saling meluncur tanpa menimbulkan gesekan yang berlebihan. Cara ini sangat bermanfaat bagi orang yang aktif berolahraga atau sering berjalan jauh.

Produk pelindung sebaiknya dioleskan sebelum beraktivitas, bukan setelah kulit mulai terasa perih. Dengan begitu, lapisan pelindung sudah bekerja lebih dulu sehingga risiko iritasi dapat diminimalkan sejak awal.

"Saat memilih produk untuk mencegah lecet akibat gesekan, yang perlu dicari adalah produk yang dapat membentuk lapisan pelindung antara kulit dan pakaian yang ketat," ujar Dr. Marisa Garshick, dokter spesialis kulit bersertifikat dan Clinical Assistant Professor di Cornell University, dikutip dari Byrdie.

3. Pilih pakaian yang mampu menyerap keringat

ilustrasi wanita bercermin (pexels.com/karolinagrabowska)

Selain produk perawatan kulit, pilihan pakaian juga berpengaruh besar terhadap munculnya lecet akibat gesekan. Gunakan pakaian yang pas di badan, tetapi tidak terlalu ketat, serta terbuat dari bahan yang mampu menyerap dan menguapkan keringat (moisture-wicking). Bahan seperti ini membantu menjaga kulit tetap kering meskipun kamu banyak bergerak.

Jika sering mengalami lecet di paha bagian dalam, kamu juga dapat mengenakan celana kompresi atau chafing shorts di balik pakaian. Lapisan kain tambahan tersebut akan mengurangi kontak langsung antarkulit sehingga gesekan menjadi lebih minim.

4. Gunakan deodoran atau antiperspiran pada area yang mudah berkeringat

ilustrasi eksfoliasi ketiak (freepik.com/jcomp)

Banyak orang hanya menggunakan deodoran untuk mengatasi bau badan, padahal produk ini juga dapat membantu mengurangi kelembapan pada area tertentu. Ketika produksi keringat berkurang, risiko kulit saling menempel dan bergesekan pun ikut menurun. Cara ini terutama bermanfaat bagi orang yang mudah berkeringat saat cuaca panas.

Namun, pilihlah deodoran atau antiperspiran yang lembut dan tidak mengandung bahan yang mudah memicu iritasi. Hindari mengoleskannya pada kulit yang sudah terluka atau mengalami lecet karena dapat menimbulkan rasa perih.

"Jika keringat berlebih menjadi masalah, menggunakan deodoran atau antiperspiran yang lembut juga dapat membantu mengurangi kelembapan secara keseluruhan sekaligus mengurangi bau yang muncul akibat penumpukan keringat," ujar Dr. Marisa Garshick.

5. Rawat kulit yang sudah lecet dengan salep pelembap

ilustrasi memijat jari tangan (pexels.com/shvetsproduction)

Jika kulit sudah telanjur mengalami lecet, fokus utama adalah membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak. Salep pelembap bertekstur kental, seperti petroleum jelly atau produk berbasis oklusif lainnya dapat membantu melindungi kulit dari gesekan tambahan sekaligus mempertahankan kelembapan yang dibutuhkan selama proses penyembuhan.

Sebaiknya, hentikan sementara aktivitas yang memicu gesekan hingga kulit membaik. Bila lecet terasa semakin nyeri, membengkak, mengeluarkan cairan, atau tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari, segera periksakan diri ke dokter karena kondisi tersebut bisa menandakan adanya infeksi.

Lecet akibat gesekan bukanlah masalah kulit yang harus dianggap sepele karena dapat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Dengan menjaga kulit tetap kering, mengurangi gesekan, dan memberikan perawatan yang tepat, kamu bisa mencegah sekaligus mempercepat pemulihan kulit agar tetap sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article