"“Bahan-bahan yang tidak dirancang untuk rongga mulut dapat menyebabkan pelepasan bahan beracun di dalam mulut," ujar Rich Homer.
Mengenal Tooth Gems, Aksesori Gigi yang Dipakai Naykilla

- Naykilla mempopulerkan tren tooth gems, aksesori kecil di gigi yang kini viral di kalangan anak muda sebagai bentuk ekspresi gaya personal.
- Menurut ahli dari University of Utah dan Cleveland Clinic, tooth gems aman jika dipasang oleh dokter gigi profesional serta disertai perawatan dan pemeriksaan rutin.
- Pemasangan tanpa tenaga ahli berisiko menimbulkan kerusakan enamel, infeksi, perubahan warna gigi, hingga paparan bahan beracun yang membahayakan kesehatan mulut.
Naykilla tengah menjadi sorotan publik berkat tren tooth gems yang ia kenakan. Aksesori kecil yang dipasang pada gigi ini, sukses menarik perhatian banyak orang dan bahkan memicu tren baru di kalangan anak muda yang ingin menirunya.
Lalu, sebenarnya apa itu tooth gems yang kini sedang viral dan identik dengan gaya personal Naykilla? Temukan penjelasan lengkapnya dalam artikel ini termasuk dari segi estetika dan kesehatan.
1. Mengenal tooth gems sebagai tren masa kini

Tooth gems atau permata gigi bukanlah tren baru. Para ahli gigi juga telah menyadari kemunculan tren ini dengan tujuan estetika bagi sebagian individu. Menurut laman resmi University of Utah, tooth gems merupakan aksesori berupa perhiasan atau batu permata kecil yang ditempelkan pada enamel gigi.
Yang perlu diperhatikan untuk aksesori ini adalah manusia hanya memiliki jumlah gigi yang terbatas. Untuk itu, merawat gigi dengan baik menjadi keputusan yang sangat penting. Dental Conservation and Restoration at the University of Utah School of Dentistry, Rich Homer, dalam website University of Utah, menekankan pentingnya mempertimbangkan kebersihan mulut sebelum melakukan pemasangan tooth gems supaya pemasangan benda asing ke anggota tubuh itu, tidak menutupi rongga apa pun yang justru menimbulkan penyakit.
2. Apakah tooth gems aman?

Keamanan dan kesehatan individu tentu menjadi prioritas sebelum pemasangan tooth gems. Mengutip laman resmi Cleveland Clinic, Dr. Clemons menyebut pemasangan tooth gems relatif aman jika dilakukan oleh dokter gigi dan pemakainya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan gigi.
Tanpa pemeriksaan rutin, gigi dapat mengalami kerusakan. Dalam hal ini, dokter gigi harus melakukan observasi sebelum menentukan apakah gigi pasiennya baik untuk melakukan prosedur pemasangan permata gigi itu.
Pemasangan tooth gems memerlukan proses yang tepat untuk melindungi bibir atau gusi dari kerusakan dan membatasi penumpukan plak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan gigi. Selain itu, para profesional juga harus meninjau secara berkala apakah aksesori tersebut mengganggu kesehatan.
3. Resiko penggunaan tooth gems yang keliru

Jika pemasangan dilakukan oleh tenaga profesional, risiko memang relatif rendah, namun tetap tidak sepenuhnya bebas resiko. Tooth gems dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang berpotensi menyebabkan gigi retak, perubahan warna, peradangan gusi, gigi berlubang, hingga kerusakan enamel.
Dr. Clemons tidak merekomendasikan pemasangan permata gigi sendiri. Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan, memasang permata gigi sendiri tanpa profesional akan mengabaikan proses observasi sebelum pemasangan aksesori. Tentunya, tanpa bantuan profesional, seseorang tidak bisa mengetahui apakah gigi dan mulut yang hendak dipasang tooth gem layak. Potensinya, ia akan terkena paparan racun yang bisa merusak mulut, kerusakan atau pembusukan pada gigi, serta kurangnya daya rekat yang bisa membuat aksesori itu tidak tahan lama.
Itulah informasi singkat seputar tooth gems. Melihat gigi terasa unik dengan aksesori yang bisa mengekspresikan diri kita, tentunya menyenangkan. Namun, pastikan aksesori ini digunakan dengan bantuan profesional saja, ya!









![[QUIZ] Pilih Cikgu di Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu Pandai Sains atau Bahasa](https://image.idntimes.com/post/20250720/1000002786_ab1da235-efde-425e-9162-9db66a1b74bb.jpg)








