Berbagai kajian kesehatan dan dermatologi di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperpigmentasi, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak gelap atau warna kulit yang tidak merata akibat produksi melanin berlebih. Paparan sinar ultraviolet yang intens sepanjang tahun, iklim tropis, serta karakteristik kulit Asia yang cenderung memiliki lebih banyak melanin dibanding Caucasian membuat terjadinya flek hitam, bekas jerawat, dan noda kecoklatan lebih mudah muncul.
Hiperpigmentasi tidak hanya dipicu oleh paparan sinar matahari, namun juga dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, proses inflamasi, serta suatu trauma atau luka yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya bercak kecoklatan bahkan abu kehitaman. Problem ini tidak hanya memengaruhi tampilan kulit, tetapi juga berdampak pada rasa percaya diri seseorang.
