“Sangat mudah untuk menjadi perundung bagi diri sendiri dan menganggap hidup semua orang lain terus berjalan sementara hidupmu tidak. Namun daripada terjebak dalam pola pikir itu dan terus membandingkan diri dengan teman-temanmu, penting untuk melawan self-talk negatif tersebut dengan kebaikan pada diri sendiri,” ujar Jenny Taitz, psikolog klinis dan penulis How to Be Single and Happy, dikutip dari SELF.
5 Cara Menyikapi Jadi Satu-satunya yang Masih Single di Dalam Geng Pertemanan

Melihat teman-teman dekat mulai punya pasangan, tunangan, bahkan menikah kadang bisa memunculkan perasaan campur aduk. Di satu sisi kamu ikut bahagia melihat mereka menemukan hubungan yang sehat, tetapi di sisi lain ada rasa tertinggal yang sulit diabaikan. Tidak sedikit orang akhirnya merasa insecure karena menjadi satu-satunya yang masih single di dalam circle pertemanan.
Situasi seperti ini sebenarnya sangat wajar dan dialami banyak orang. Tekanan sosial, obrolan soal hubungan, sampai pertanyaan “kapan nyusul?” bisa membuat seseorang merasa sendirian. Namun, status single bukan berarti hidupmu kurang lengkap dibanding orang lain, lho. Yuk, cari tahu cara menyikapi situasi ini lewat artikel berikut!
1. Ingat bahwa hidup setiap orang berjalan dengan waktunya masing-masing

Saat teman-temanmu sudah sibuk dengan hubungan mereka, mudah sekali untuk merasa hidupmu tertinggal. Padahal, setiap orang punya timeline yang berbeda dalam urusan karier, hubungan, maupun pencapaian hidup lainnya. Terlalu sering membandingkan diri justru bisa membuat kamu makin tidak percaya diri.
Daripada fokus pada apa yang belum dimiliki, coba arahkan perhatian pada hal-hal yang sudah berhasil kamu capai sejauh ini. Bisa jadi saat ini kamu sedang berkembang dalam karier, pendidikan, atau proses mengenal diri sendiri lebih dalam. Menjadi single bukan berarti hidupmu berhenti berjalan.
2. Nikmati hal-hal yang justru lebih fleksibel saat masih single

Menjadi single sering dipandang negatif karena banyak orang menganggap kebahagiaan hanya datang dari hubungan romantis. Padahal, fase ini juga memberi kebebasan yang mungkin tidak dimiliki semua orang. Kamu punya lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi hobi, membangun karier, atau mencoba pengalaman baru tanpa perlu banyak kompromi.
Selain itu, hidup single juga membuatmu lebih leluasa menentukan prioritas hidup sendiri. Kamu bisa traveling spontan, fokus menabung, atau sekadar menikmati me time tanpa rasa bersalah. Kalau dipikir-pikir, fase ini justru bisa menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri lebih baik.
“Kadang kita terlalu fokus ingin punya hubungan sampai lupa bahwa menjadi single juga bisa menjadi waktu untuk fokus pada diri sendiri dan kebahagiaan kita,” ujar Patrice Le Goy, terapis pasangan, dikutip dari SELF.
3. Cari cara nongkrong yang tetap bikin semua orang nyaman

Kadang rasa tidak nyaman muncul bukan karena teman-temanmu berubah, tetapi karena situasi tertentu membuatmu merasa seperti obat nyamuk. Misalnya saat mereka sibuk bermesraan atau membahas hubungan sepanjang waktu ketika sedang kumpul bersama. Kalau terus dibiarkan, rasa canggung itu bisa membuatmu malas ikut nongkrong.
Supaya suasana tetap nyaman, coba usulkan aktivitas yang lebih melibatkan semua orang. Kamu bisa mengajak game night, olahraga bareng, karaoke, atau aktivitas kelompok lain yang fokusnya bukan hanya pasangan. Dengan begitu, waktu kumpul terasa lebih menyenangkan dan kamu juga tidak merasa tersisih.
4. Jangan ragu mengalihkan obrolan saat pertanyaan soal asmara mulai mengganggu

Salah satu hal paling melelahkan saat jadi satu-satunya yang masih single adalah menghadapi pertanyaan soal percintaan. Mulai dari “sudah punya pacar belum?” sampai “kapan nyusul nikah?” sering kali muncul di tongkrongan atau acara keluarga. Pertanyaan seperti itu mungkin terdengar sepele bagi orang lain, tetapi lama-lama bisa terasa melelahkan.
Kalau kamu tidak nyaman, tidak apa-apa untuk mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain. Misalnya dengan membahas pekerjaan, hobi baru, atau aktivitas yang sedang kamu jalani sekarang. Cara ini bisa membantu orang lain memahami bahwa hidupmu tidak hanya berpusat pada urusan mencari pasangan.
5. Jujur saat merasa tersisih, tetapi tetap hargai hubungan temanmu

Sesekali merasa kesepian atau iri melihat teman-temanmu punya pasangan bukan berarti kamu toxic. Perasaan seperti itu manusiawi, apalagi jika lingkungan sekitar terus membahas hubungan romantis. Yang penting, jangan sampai rasa tersebut berubah menjadi kebencian atau membuatmu menjauh dari orang-orang terdekat.
Kalau ada perilaku teman yang membuatmu tidak nyaman, coba komunikasikan dengan baik tanpa menyalahkan mereka. Misalnya ketika obrolan tentang hubungan terasa terlalu berlebihan atau kamu merasa sengaja ditinggalkan dalam kegiatan tertentu. Komunikasi yang jujur dan sehat bisa membantu pertemanan tetap berjalan tanpa membuat salah satu pihak merasa tersisih.
Pada akhirnya, status single bukan sesuatu yang harus dianggap memalukan. Hubungan romantis memang bisa menjadi bagian penting dalam hidup, tetapi bukan satu-satunya penentu kebahagiaan seseorang. Selama kamu tetap bertumbuh, punya hubungan sosial yang sehat, dan nyaman dengan diri sendiri, tidak ada alasan untuk merasa kalah hanya karena belum punya pasangan.





![[QUIZ] Apakah Kamu Pencemburu? Cek dari Cara Memperlakukan Orang](https://image.idntimes.com/post/20251030/4344_67f77c81-69d3-4dd2-b577-4263b5df978c.jpg)



![[QUIZ] Pose Foto dengan Teman, Ungkap Perasaan Terpendam Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260423/pexels-cottonbro-6473422_acd537b1-ca9c-4540-8fcd-f25563a50153.jpg)




![[QUIZ] Gambar Langit Paling Menyeramkan, Perlihatkan Duka yang Paling Membekas di Hatimu](https://image.idntimes.com/post/20241121/whatsapp-image-2024-11-21-at-34543-pm-1-43856efc106acbcfbcd58a891d9991db-9734186bbc535869a3e0bac2937de927.jpeg)



