Virtual Press Conference #RevolusiMenstruasi The Launch of Nona Woman Organic Pads. (Jumat, 5/8/2022). IDN Times/Tyas Hanina
Hingga saat ini, masih ada stigma atau pandangan negatif terkait menstruasi di tengah masyarakat. Hal itu secara gak langsung juga membebani para perempuan dan membuat sebagian dari mereka merasa malu dengan kondisi kesehatan tersebut.
Berdasarkan riset UNICEF Indonesia, hanya sebagian perempuan yang melakukan penggantian pembalut usai 8 jam penggunaan. Kebanyakan itu juga dilakukan oleh remaja perempuan yang merasa malu untuk mengganti pembalut selama di sekolah.
Dari penelitian tersebut, juga ditemukan fakta bahwa 1 dari 7 murid perempuan gak pergi ke sekolah karena alasan yang terkait dengan menstruasi. Hal ini secara gak langsung juga berdampak terhadap prestasi dan tingkat kelulusan murid perempuan, serta kesempatan kerja mereka di masa depan.
"Menstruasi adalah hak yang sangat mendasar untuk setiap perempuan dan punya efek bergema ke masyarakat," tutur Nicole Jizhar selaku Co-Founder dari Nona Woman.
Selain itu, Nona Woman juga menyampaikan temuan data bahwa sebesar 60 persen perempuan di dunia masih kekurangan kebutuhan dan edukasi terkait menstruasi. Dampak dari hal tersebut juga terlihat dari data bahwa 3 dari 4 perempuan masih malu untuk membeli pembalut ketika menstruasi.
"Sangat penting untuk kita membongkar stigma yang ada supaya edukasi terkait kesehatan reproduktif bisa lebih luas dan bisa dipahami lebih banyak orang," kata Hannah Al Rashid selaku salah satu muse dari Nona Woman.