Agenda Ibu karya Floresiana Yasmin Indriasti (dok. Floresiana Yasmin)
Bukan sekadar platform untuk menggunggah semua karyanya, Komik Ibu merupakan bentuk perjalanan hidupnya selama masa motherhood yang tidak mudah. Ini jadi ruang amannya untuk menceritakan banyak hal tentang keresahan, kegelisahan, bahkan pikiran-pikiran simpel terlintas di otak para ibu.
Menurut Yasmin, motherhood adalah fase penuh tantangan. Ia tertawa saat mengingat ekspektasinya dulu sebelum menjadi ibu. Ternyata, realita dari apa yang ia bayangkan, jauh lebih sulit untuk dilalui.
“Dulu, pas aku hamil dan masuk usia kandungan sembilan bulan, aku bilang ke mamaku, ‘Aku gak sabar nih, aku pengen ketemu.’ Mamaku bilang, ’Gak apa-apa, gak usah buru-buru. Kamu kerjain aja dulu yang kamu bisa kerjain sekarang sebelum punya anak karena nanti kamu akan sibuk banget.’ Aku gak paham ketika dia bilang sibuk. Sibuk apa sih?” kenangnya.
Nyatanya, realitanya jauh berbeda. Begitu anak lahir, ia merasa hidupnya berulang tanpa jeda. Dulu, ia masih berusaha memenuhi segala ekspektasi diri. Berharap berat badan turun dan bisa kembali kerja, Yasmin ingin membuktikan bahwa ia masih bisa melakukan apa pun meskipun punya anak.
Ia baru menyadari bahwa dirinya stres ketika hendak memiliki anak kedua. Dengan bantuan pengasuh, beban terasa lebih ringan dan ia melihat perbedaan signifikan. Menurutnya, banyak ibu merasa kehilangan diri. Namun, ia melihatnya sebagai transformasi.
“Mungkin bukan kehilangan diri ya, cuman kita kayak bertransformasi. Tapi, memang bertransformasinya tuh susah banget,” tambahnya.
Kini, ia memahami bahwa fase terberat akan berlalu. Akan ada saatnya ibu kembali menemukan ritmenya sendiri, meski tak lagi sama seperti sebelum punya anak.
“Motherhood menantang banget. Aku yakin para ibu yang baru punya anak mungkin gak kebayang seperti apa. Tapi di sisi lain, aku juga gak kebayang kalau aku gak punya dua anak-anakku ini. Mereka itu salah satu anchor-ku. Aku baru tahu ternyata, kita bisa sayang sama orang segitunya setelah punya anak,” sambungnya.