“Berada sejenak di dekat alam, mendapatkan paparan cahaya, dan berpindah tempat meski hanya sebentar dapat membantu otakmu kembali fokus dan membuat tubuhmu menyesuaikan diri dengan lebih tenang,” ujar Dr. Lilit Ayrapetyan.
Sering Capek Mental? 6 Ritual Reset Singkat untuk Ibu yang Butuh Jeda

Menjadi ibu sering kali berarti menjalani hari dengan jadwal padat dan energi yang terus terkuras. Di antara mengurus anak, pekerjaan, dan rumah tangga, mungkin kamu jarang punya waktu untuk benar-benar berhenti sejenak. Tak heran jika rasa kewalahan kerap datang, baik secara fisik maupun emosional.
Padahal, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan keluarga. Ritual reset singkat bisa menjadi jeda kecil yang membantu kamu menata ulang pikiran dan perasaan. Cara berikut dapat kamu lakukan tanpa harus meninggalkan rutinitas harian. Yuk, langsung scroll!
1. Lakukan teknik box breathing

Pernapasan perlahan membantu tubuh keluar dari kondisi tegang dan kembali ke keadaan lebih stabil. Tarikan napas teratur memberi sinyal aman pada sistem saraf yang selama ini bekerja terlalu keras. Dalam waktu singkat, detak jantung dan alur pikiranmu bisa terasa lebih tenang.
Dr. Lilit Ayrapetyan, psikolog klinis, dikutip dari Real Simple, menyarankan teknik box breathing yang bisa kamu lakukan di sela aktivitas. Caranya, tarik napas empat hitungan, tahan empat hitungan, hembuskan empat hitungan, lalu tahan lagi empat hitungan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih ringan dan pikiran kembali jernih.
2. Rapikan sudut kecil rumah

Lingkungan yang berantakan kerap memperburuk rasa lelah dan membuatmu lebih mudah tersinggung. Merapikan satu sudut kecil membantu menciptakan rasa kendali di tengah hari yang terasa kacau. Perubahan sederhana ini sering kali cukup untuk memperbaiki suasana hatimu.
Pilih area yang paling sering kamu lihat, seperti meja makan atau rak sepatu. Tetapkan batas waktu agar aktivitas ini tidak berubah menjadi pekerjaan besar. Setelah selesai, kamu bisa menikmati ruang yang lebih rapi sebagai bentuk jeda mental.
3. Keluar rumah dan hirup udara segar

Udara segar memberi kesempatan bagi tubuhmu untuk beristirahat sejenak dari tekanan ruang tertutup. Perubahan suasana singkat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kejernihan pikiran. Bahkan jeda beberapa menit sudah memberi dampak positif bagi emosimu.
Kamu cukup berdiri di depan rumah atau berjalan perlahan di sekitar halaman. Tarik napas dalam-dalam sambil merasakan kakimu menyentuh tanah. Momen sederhana ini membantu tubuhmu kembali seimbang.
4. Tuangkan isi pikiran di kertas

Daftar tugas yang terus berputar di kepalamu membuat pikiran cepat lelah dan sulit fokus. Menuliskannya di kertas membantu kamu mengurangi beban kognitif yang menumpuk. Pikiran pun terasa lebih tertata.
“Menulis jurnal sangat bermanfaat bagi siapa pun yang sering kewalahan oleh pikiran cemas,” ujar Maddie Parkin, terapis anak dan remaja, dikutip dari BBC. “Dengan menuangkan ketakutan ke dalam tulisan, kamu lebih mudah melepaskan hal-hal yang berada di luar kendali dan tidak lagi membebani pikiran,” tambahnya.
Ambil secarik kertas dan tulis semua hal yang memenuhi benakmu. Coret tugas yang belum perlu kamu selesaikan hari ini. Mulailah dari satu hal paling sederhana untuk menciptakan rasa kemajuan.
5. Bicara lembut pada diri sendiri

Padahal, kata-kata yang penuh welas asih terbukti membantu menurunkan stres dan meningkatkan ketahanan emosi. Bersikap baik pada diri sendiri adalah bentuk perawatan yang juga kamu butuhkan.
Letakkan tangan di dada dan tarik satu napas panjang. Katakan bahwa kamu telah berusaha sebaik mungkin hari ini. Ulangi kalimat ini setiap kali rasa bersalah mulai muncul.
“Pejamkan mata sejenak, tarik napas perlahan, lalu ucapkan dalam hati, ‘aku ada di sini, aku aman, dan aku boleh berhenti sebentar,’” ujar Dr. Ayrapetyan.
6. Jeda layar sebelum tidur

Paparan layar menjelang tidur membuat otakmu sulit benar-benar beristirahat. Mengurangi penggunaan gawai membantu tubuh bersiap memasuki fase tidur yang lebih berkualitas. Istirahat yang cukup menjadi kunci agar kamu kembali bertenaga esok hari.
Cobalah meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur dan meredupkan lampu kamar. Bacalah beberapa halaman buku atau mandi air hangat sebagai penutup hari. Rutinitas sederhana ini membantu tidurmu terasa lebih nyenyak.
Menjadi ibu berarti memberi perhatian, tenaga, dan kasih sayang tanpa henti. Ritual reset singkat ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat membantu kamu menjaga keseimbangan emosi di tengah kesibukan. Ingat, ketika kamu merawat diri dengan baik, kamu juga sedang memperkuat dirimu untuk merawat keluarga.

















