Comscore Tracker

Zahra Muzdalifah, Srikandi Sepak Bola yang Gak Takut Bersaing

#AkuPerempuan Siapa bilang sepak bola cuma buat laki-laki?

Sepak bola adalah olahraga yang masih identik dengan laki-laki. Jangankan untuk menjadi pemain, beberapa orang pun masih ragu jika ada wanita yang mengaku suka menonton dan memiliki pengetahuan tentang olahraga ini.

Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Zahra Muzdalifah. Menjadi satu-satunya wanita di antara belasan laki-laki yang bertempur di lapangan hijau bisa jadi merupakan hal biasa bagi gadis berusia 16 tahun ini.

1. Berawal dari keisengan, Zahra membuktikan bahwa wanita juga bisa menggocek bola

Zahra Muzdalifah, Srikandi Sepak Bola yang Gak Takut Bersainginstagram.com/zahmuz12

Zahra mengaku awalnya hanya iseng bermain sepak bola karena diajak sang ayah yang hobi bermain futsal. Saat itu usianya baru tujuh tahun. Tapi dari keisengan itu, selama tiga tahun Zahra berlatih dribbling, juggling, dan shooting sendirian.

Melihat ini, sang ayah pun merasa bahwa Zahra punya potensi untuk menjadi pemain bola. Pada usia sepuluh tahun, ia mulai serius berlatih dengan SSB Madania. Setelah dari Madania, gadis berambut panjang ini pindah ke SSB Patriot Merah Putih dan menghabiskan waktu setahun di sana. Berbagai turnamen pun diikutinya selama bernaung di SSB ini.

Kemudian, Zahra memutuskan untuk pindah lagi ke SSB ASIOP Apacinti. Di SSB satu ini, Zahra bisa dibilang seperti seorang Srikandi. Hal ini karena dia biasa menjadi satu-satunya gadis yang bermain bersama teman-teman lelaki, seperti saat bermain di Liga Kompas Gramedia U-14 di mana ia sempat mencetak gol dari titik penalti.

Salah satu pengalaman yang membanggakan adalah ketika dia berangkat ke Norwegia untuk mengikuti Norway Cup. Saat itu usianya baru 12 tahun. Menariknya, Zahra adalah satu-satunya peserta wanita yang berangkat bersama tim SSB ASIOP Apacinti.

Pihak SSB ASIOP Apacinti pun mengakui kemampuan Zahra yang sudah bisa bersaing dengan laki-laki sebayanya. Sayangnya, sekarang dirinya tidak bisa bermain bersama laki-laki. Maka, dia menambah porsi latihan bersama tim Jakarta 69 yang dilatih mantan pemain timnas, Rochy Putiray.

2. Meski pernah merasa minder, tapi dukungan keluarga membuat Zahra percaya diri

Zahra Muzdalifah, Srikandi Sepak Bola yang Gak Takut Bersainginstagram.com/zahmuz12

Kepada IDN Times Zahra mengaku pernah minder saat pertama kali harus bermain bersama laki-laki. Tentu hal ini bisa dimaklumi. Selama ini tidak banyak wanita memilih untuk berlari-larian di bawah sinar matahari dan berani bertubrukan dengan lawan.

Cewek yang hobi ganti warna rambut ini berkata bahwa dukungan keluarga membantunya untuk lebih percaya diri. Kini, Zahra sudah merasa nyaman jika harus bermain baik dengan laki-laki maupun perempuan. Saat awal dia memutuskan untuk menekuni olahraga sepak bola, beberapa teman-temannya cukup heran.

"Ngapain sih lo main sepak bola? Dasar tomboy!," kata Zahra, meniru teman-temannya.

Namun, menurut Zahra, sekarang teman-temannya justru sangat mendukung cita-citanya untuk terus bermain sepak bola. Dengan dukungan itu tentu gadis ini akan semakin semangat menjalani kerasnya latihan dan ketatnya kompetisi.

Baca juga: Kisah Bermusik Asteriska, Perempuan Pemilik Gerakan Indah di Barasuara

3. Zahra mengaku bahwa tantangan yang harus dihadapinya sebagai pemain cukup tinggi

Zahra Muzdalifah, Srikandi Sepak Bola yang Gak Takut Bersainginstagram.com/zahmuz12

Olahraga sepak bola mewajibkan pemain-pemainnya untuk memiliki ketangguhan fisik tinggi, kekuatan mental, serta keberanian untuk terlibat dalam kontak fisik. Oleh karena itu tidak banyak wanita memilih sepak bola sebagai hobi, bahkan menjadikannya profesi.

Inilah tantangan yang harus dihadapi Zahra. Untuk bisa diperhitungkan oleh pelatih dan pemain lain ketika harus bermain bersama laki-laki, dia harus bisa mengimbangi skill mereka. Selain itu, sebagai wanita muda, Zahra wajib punya keberanian bertempur layaknya teman-teman laki-lakinya.

Dia pun menjalani semua proses layaknya pemain laki-laki. Dia tidak menerima keistimewaan dari pelatih. Meski berat, Zahra merasa keseruan dalam sepak bola yang tidak dia dapatkan di olahraga lain membuatnya tetap ingin berlatih.

Tapi tidak hanya keseruan yang membuatnya mencintai si kulit bundar. Zahra mendapatkan banyak nilai-nilai penting yang dia pelajari setiap hari melalui permainan sepak bola.

"Aku mendapatkan keberanian, (rasa) percaya diri dan kedisiplinan," ujarnya kepada IDN Times.

Hal lain yang mengaggumkan dari Zahra adalah prestasinya di luar lapangan hijau. Memasuki usia 15 tahun, dia sudah menjadi mahasiswi jurusan Mass Communication di sebuah universitas swasta bergengsi di Jakarta. "Zahra SD kecepetan, SMP akselerasi, SMA akselerasi," ungkap gadis cantik ini.

4. Zahra: "(Aku ingin) menjadi pemain sepak bola wanita profesional"

Zahra Muzdalifah, Srikandi Sepak Bola yang Gak Takut Bersainginstagram.com/zahmuz12

Setelah delapan tahun menekuni latihan sepak bola dan mengikuti berbagai turnamen baik dengan laki-laki maupun perempuan, ambisi Zahra berikutnya adalah berkarir sebagai pemain profesional.

"(Aku ingin) menjadi pemain sepak bola wanita profesional," katanya kepada IDN Times.

Penggemar Alex Morgan (striker timnas AS) ini memang belum memikirkan tentang klub. Sebenarnya Zahra ingin bermain di Indonesia. Hanya saja dia menyadari bahwa kondisi persepakbolaan dalam negeri tidak kondusif, apalagi untuk tim wanita.

"Kalau sepak bola Indonesia masih stuck seperti ini terus dan tidak berkembang, aku lanjutkan karirku ke Jerman," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa, "Untuk tim futsal wanita mungkin sudah berkembang ya. Tapi buat sepak bola wanita berada di titik paling bawah. Kita cuma butuh dukungan dari PSSI dan lain-lain agar perkembangan sepak bola Indonesia bisa berjalan seperti di negara-negara lainnya."

Zahra juga tidak lupa berpesan kepada perempuan-perempuan Indonesia yang menyukai dan ingin bermain sepak bola agar tidak ragu untuk memperlihatkan kemampuan kepada dunia.

"Buat mereka melek akan kelebihan kalian. Buat Indonesia bangga akan kalian."

Baca juga: Titik Winarti, Bisnis Kerajinan Tangan Meroket Berkat Gandeng Difabel

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya