Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi skincare (pexels.com/Kaboompics)
ilustrasi skincare (pexels.com/Kaboompics)

Chemical peel atau pengelupasan kimia adalah prosedur "mengelupas" kulit dengan melonggarkan cairan yang mengikat sel-sel ke lapisan atas kulit dan melakukannya dengan bahan kimia, seperti asam glikolat, laktat, dan salisilat, alih-alih penggosokan fisik. Dengan mengangkat sel-sel kulit tua yang rusak, pengelupasan menghilangkan kusam, perubahan warna, dan tekstur yang tidak merata.

"Pengelupasan ini juga membantu regenerasi kulit, menghasilkan kolagen baru, meningkatkan produksi asam hialuronat, dan meningkatkan ketebalan kulit," ujar Wilma Bergfeld, direktur departemen dermatologi di Klinik Cleveland, melansir laman Allure.

Meskipun paling umum dilakukan pada wajah, pengelupasan kimia dapat dilakukan di bagian tubuh mana pun. Kedalaman pengelupasan kimia yang menembus kulit bervariasi dan bergantung pada sensitivitas dan kebutuhan kulitmu. Kali ini IDN Times akan membagikan lima tips melakukan chemical peel di rumah menurut para expert. Yuk, simak!

1. Lakukan uji tempel

ilustrasi skincare (pexels.com/Antoni Shkraba)

Sedikit pengujian awal bisa sangat bermanfaat. Jadi jika kamu tipe orang yang selalu melewatkan langkah ini, perhatikan nasihat bijak Dr. Mona Gohara, dokter kulit bersertifikat ini.

"Uji coba produk pada area kecil kulitmu, seperti di belakang telinga, untuk memastikan kamu tidak mengalami reaksi yang parah," kata Dr. Gohara.

2. Mulailah dengan keadaan yang bersih

ilustrasi skincare (pexels.com/Miriam Alonso)

Bersihkan wajahmu dengan sabun cuci muka yang lembut dan air hangat, lalu tepuk-tepuk hingga kering dengan handuk bersih dan lembut. Selalu awali dengan wajah yang bersih sebelum melakukan chemical peeling. Dr. Rachel Westbay, dokter kulit juga menyarankan untuk memulai dengan kulit yang telah dibersihkan dari kotoran, minyak, dan riasan, lalu membiarkannya kering sebelum mengaplikasikan peeling.

"Kulit yang lembap dapat meningkatkan penyerapan asam dan meningkatkan risiko iritasi," ujarnya.

3. Hindari area sensitif dan jaga kelembapan setelah mengaplikasikan peeling

Ilustrasi skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Peeling tidak harus dilakukan secara menyeluruh. Bahkan, saran Dr. Westbay, hindari kulit di sekitar bibir dan mata karena area tersebut bisa sangat sensitif.

"Pastikan untuk mengoleskan pelembap setelah melakukan peeling untuk membantu memulihkan integritas lapisan pelindung kulit. Carilah bahan-bahan seperti asam hialuronat dan ceramide untuk membantu menenangkan kulit dan mengunci kelembapannya," ujar Dr. Brendan Camp, dokter kulit.

4. Lebih jarang lebih bailk

Ilustrasi skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Apa pun bahan yang kamu gunakan atau merek yang kamu pilih, pendekatan yang hati-hati perlu dilakukan terhadap frekuensi penggunaan peeling di rumah. Dr. Sheila Farhang memperingatkan bahwa peeling tidak boleh digunakan terlalu sering. Sekali atau dua kali seminggu biasanya sudah cukup. Dr. Gohara menambahkan bahwa penggunaan yang terlalu sering dapat merusak lapisan kulit.

Frekuensi ideal pengelupasan kimia di rumah pada akhirnya bergantung pada kekuatan pengelupasan, jenis kulitmu, dan toleransi kulit. Perawatan asam yang sangat ringan dapat dilakukan setiap beberapa hari sekali, sementara pengelupasan dengan intensitas sedang idealnya dilakukan setiap dua minggu.

Kaylee Esplin, seorang ahli estetika, melansir Real Simple mengatakan, "Ini memberikan waktu yang cukup bagi kulitmu untuk pulih dari perawatan. Jika kamu memiliki kulit sensitif, kamu mungkin perlu menunggu lebih lama di antara pengelupasan atau menggunakan produk dengan intensitas yang lebih rendah."

5. Aplikasikan sunscreen

Ilustrasi skincare (pexels.com/Yan Krukau)

"Chemical peeling meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV, jadi penggunaan tabir surya adalah hal yang wajib," kata Dr. Westbay.

Dr. Gohara juga memperingatkan bahwa tidak menggunakan SPF dapat menyebabkan hiperpigmentasi dan iritasi lebih lanjut. Dr. Westbay merekomendasikan penggunaan tabir surya spektrum luas dengan minimal SPF 30 setiap pagi, lalu mengoleskannya kembali setiap beberapa jam, terutama jika kamu berencana untuk menghabiskan waktu di luar ruangan.

"Penting juga untuk melindungi kulit dari sinar matahari setelah chemical peeling, karena kulit mungkin lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan," kata Esplin.

Melakukan chemical peel di rumah memang bisa menjadi alternatif perawatan kulit yang praktis dan lebih hemat, namun tetap membutuhkan perhatian ekstra agar hasilnya aman dan efektif. Jangan lupa untuk menjaga kelembapan kulit setelah peeling dan gunakan tabir surya setiap hari untuk melindungi kulit baru yang lebih sensitif. Dengan langkah yang tepat, chemical peel di rumah dapat membantu kulit tampak lebih cerah, halus, dan sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team