ilustrasi konsultasi dengan dokter kulit (magnific.com/ kroshka__nastya)
Angka frekuensi dari tiap jenis peeling sebaiknya gak dianggap sebagai jadwal wajib yang berlaku untuk semua orang. Konsentrasi bahan, jenis asam, kondisi kulit, masalah yang ingin ditangani, serta respons kulit terhadap treatment sebelumnya bisa memengaruhi keputusan untuk melakukan sesi berikutnya. Cleveland Clinic juga menekankan bahwa jenis chemical peeling perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.
Kalau kulit masih merah, terasa perih, sangat kering, atau mengalami iritasi setelah peeling, jangan buru-buru melakukan treatment berikutnya hanya karena jadwal bulanannya sudah tiba. Terlalu banyak eksfoliasi juga bisa memicu iritasi dan membuat kulit lebih sensitif.
Kalau yang dilakukan adalah peeling profesional, terutama medium atau deep peeling, jadwal treatment sebaiknya ditentukan setelah kondisi kulit diperiksa. Dokter bisa melihat apakah kulit sudah pulih, menentukan kedalaman peeling yang sesuai, dan mempertimbangkan risiko seperti perubahan warna kulit atau iritasi. Risiko perubahan pigmentasi juga perlu diperhatikan, terutama pada kulit yang lebih gelap.
Jadi, kalau pertanyaannya treatment chemical peeling idealnya sebulan berapa kali? Jawabannya paling dekat dengan dua sampai lima minggu sekali untuk peeling ringan, sementara peeling medium dan deep gak punya jadwal bulanan yang bisa diterapkan secara umum. Semakin dalam peeling yang dilakukan, semakin besar pula kebutuhan untuk memberikan waktu pemulihan dan pengawasan yang sesuai sebelum mempertimbangkan treatment berikutnya.