Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Treatment Chemical Peeling Idealnya Sebulan Berapa Kali?
ilustrasi chemical peeling (magnific.com/ magnific)
  • Chemical peeling ringan umumnya dapat diulang setiap 2–5 minggu setelah kulit pulih, untuk membantu kusam, tekstur tidak rata, jerawat, warna kulit tidak merata, dan garis halus.
  • Peeling medium menjangkau lapisan lebih dalam dengan pemulihan sekitar 7–14 hari atau lebih; pengulangannya tidak cocok ditetapkan rutin setiap bulan dan perlu disesuaikan dokter.
  • Frekuensi peeling bergantung pada jenis bahan, kedalaman, kondisi, serta respons kulit. Deep peeling tidak dilakukan rutin bulanan dan memerlukan pengawasan medis karena pemulihannya lebih berat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Chemical peeling sering dipilih buat membantu mengatasi berbagai masalah kulit, mulai dari warna kulit yang gak merata, tekstur kasar, jerawat, sampai garis halus. Karena perubahan pada kulit bisa terlihat setelah treatment, gak sedikit orang yang berpikir kalau peeling dilakukan lebih sering, hasilnya juga bakal lebih cepat muncul.

Padahal, kulit tetap butuh waktu untuk pulih setelah terkena larutan kimia. Frekuensi treatment juga gak bisa disamaratakan karena bergantung pada kedalaman peeling, bahan yang digunakan, kondisi kulit, serta tujuan perawatannya. Lantas, treatment chemical peeling idealnya sebulan berapa kali?

1. Peeling ringan bisa dilakukan setiap 2–5 minggu

ilustrasi peeling ringan (pexels.com/ Gustavo Fring)

Peeling ringan atau superficial peel hanya mengangkat lapisan terluar kulit, yaitu epidermis. Jenis ini biasanya digunakan untuk membantu mengatasi masalah seperti kulit kusam, tekstur yang gak rata, jerawat, warna kulit yang gak merata, dan garis halus. Mayo Clinic menyebut peeling ringan dapat dilakukan kembali setiap dua sampai lima minggu, tergantung kebutuhan dan kondisi kulit.

Waktu pemulihannya juga relatif singkat dibandingkan dengan peeling yang lebih dalam. Setelah treatment, kulit bisa mengalami kemerahan, kekeringan, atau iritasi ringan, sedangkan proses penyembuhan umumnya berlangsung sekitar satu sampai tujuh hari. Meski begitu, sesi berikutnya tetap sebaiknya dilakukan setelah kulit pulih dan jadwalnya disesuaikan dengan anjuran tenaga medis.

2. Peeling medium gak cocok dilakukan setiap bulan

ilustrasi medium peeling (magnific.com/ magnific)

Peeling medium bekerja lebih dalam karena gak cuma mengangkat epidermis, tetapi juga mencapai sebagian lapisan atas dermis. Treatment ini bisa digunakan untuk membantu mengatasi kerutan, bekas jerawat, serta perubahan warna kulit, tetapi waktu pemulihannya juga lebih panjang dibandingkan dengan peeling ringan.

Kulit setelah medium peeling bisa mengalami kemerahan, bengkak, pengelupasan, dan perubahan warna sementara. Area yang ditreatment biasanya membutuhkan sekitar tujuh sampai 14 hari untuk pulih, sementara kemerahan dapat bertahan lebih lama. Karena kedalaman treatment berbeda-beda, jadwal pengulangan gak bisa ditentukan hanya berdasarkan hitungan bulanan dan perlu disesuaikan oleh dokter.

3. Deep peeling biasanya gak diulang dalam waktu dekat

ilustrasi deep peeling (istockphoto.com/ Ruslan malysh)

Deep chemical peeling merupakan jenis peeling dengan penetrasi paling dalam dan biasanya digunakan untuk masalah kulit yang lebih berat. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah phenol atau carbolic acid, yang punya risiko lebih serius sehingga prosedurnya membutuhkan pengawasan medis dan pemantauan kondisi tubuh selama treatment.

Pemulihannya juga jauh lebih berat dibandingkan dengan peeling ringan. Kulit baru terbentuk dalam sekitar dua minggu, tetapi kemerahan bisa bertahan selama beberapa bulan dan dokter biasanya melakukan pemantauan setelah prosedur. Deep peeling juga umumnya gak membutuhkan pengulangan untuk mendapatkan efek penuhnya, sehingga bukan jenis treatment yang dilakukan rutin setiap bulan.

4. Kondisi kulit ikut menentukan jadwal treatment

ilustrasi konsultasi dengan dokter kulit (magnific.com/ kroshka__nastya)

Angka frekuensi dari tiap jenis peeling sebaiknya gak dianggap sebagai jadwal wajib yang berlaku untuk semua orang. Konsentrasi bahan, jenis asam, kondisi kulit, masalah yang ingin ditangani, serta respons kulit terhadap treatment sebelumnya bisa memengaruhi keputusan untuk melakukan sesi berikutnya. Cleveland Clinic juga menekankan bahwa jenis chemical peeling perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing.

Kalau kulit masih merah, terasa perih, sangat kering, atau mengalami iritasi setelah peeling, jangan buru-buru melakukan treatment berikutnya hanya karena jadwal bulanannya sudah tiba. Terlalu banyak eksfoliasi juga bisa memicu iritasi dan membuat kulit lebih sensitif.

Kalau yang dilakukan adalah peeling profesional, terutama medium atau deep peeling, jadwal treatment sebaiknya ditentukan setelah kondisi kulit diperiksa. Dokter bisa melihat apakah kulit sudah pulih, menentukan kedalaman peeling yang sesuai, dan mempertimbangkan risiko seperti perubahan warna kulit atau iritasi. Risiko perubahan pigmentasi juga perlu diperhatikan, terutama pada kulit yang lebih gelap.

Jadi, kalau pertanyaannya treatment chemical peeling idealnya sebulan berapa kali? Jawabannya paling dekat dengan dua sampai lima minggu sekali untuk peeling ringan, sementara peeling medium dan deep gak punya jadwal bulanan yang bisa diterapkan secara umum. Semakin dalam peeling yang dilakukan, semakin besar pula kebutuhan untuk memberikan waktu pemulihan dan pengawasan yang sesuai sebelum mempertimbangkan treatment berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article