Comscore Tracker

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19

Kisah Sisi di LBM Eijkman ini bisa menginspirasi kamu

Seiring perkembangan situasi pandemik Covid-19, riset terkait virus terus dikembangkan. Dalam proses penanggulangan wabah tersebut, ada peranan para ilmuwan perempuan di baliknya.

Hal ini dikupas lebih dalam melalui webinar yang bertemakan "Peranan ilmuwan perempuan hingga proses riset whole genome sequencing (WGS) SARS-CoV-2 yang dilakukan oleh LBM Eijkman". Acara yang diselenggarakan oleh L’Oréal ini dilakukan pada Jumat, (24/7/2020) pukul 10.30 WIB.

Untuk tahu rangkuman acaranya, simak artikel berikut ini!

1. "Kita melihat bahwa beberapa negara yang berhasil dalam menanggulangi dan cepat tanggap itu dipimpin oleh perempuan," tutur Hera

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19Dok. L’Oréal

Ketika membaca kisah keberhasilan para pemimpin negara yang berhasil menangani krisis dari pandemik Covid-19, dapat disadari bahwa sebagian besar pemimpin tersebut merupakan seorang perempuan.

Prof. Herawati selaku salah satu pendiri LBM Eijkman Indonesia menanggapi hal tersebut, menurutnya semua pemimpin perempuan tersebut punya karakteristik yang sama. Ia mengatakan, "Kalau kita lihat dan kita mengikuti di dunia. Kita melihat bahwa beberapa negara yang berhasil dalam menanggulangi dan cepat tanggap itu dipimpin oleh perempuan," tutur Hera.

"Saya kira ada ciri khasnya. Mereka itu memberikan arahan langsung. Dan, secara emotionally intelligence, mereka itu sangat desicive jadi cepat membuat keputusan," tambahnya.

2. Peranan LBM Eijkman dalam perkembangan riset Covid-19

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19Dok. L’Oréal

LBM Eijkman yang merupakan lembaga penelitian kedokteran menjadi salah satu lembaga yang aktif melakukan penelitian penanganan Covid-19 di Indonesia. "Tugas kita itu membantu Kementerian Kesehatan mengonfirmasi dari diagnosis yang ada," ujarnya.

"Lembaga penelitian gak hanya melakukan deteksi saja tapi juga melakukan riset tentang virus terbaru ini. Dari mulai alasan orang bisa sakit, tapi juga secara genomik," tutur Hera menjelaskan landasan penelitian lembaganya.

Frilasita Aisyah Yudhaputri atau yang akrab dipanggil Sisi, merupakan pemimpin proyek besar whole genome sequencing (WGS) SARS-CoV-2 di LBM Eijkman. Sisi menjelaskan proses tahapan riset dan tujuan risetnya. Ia mengatakan, "Kalau karakteristik virusnya telah diketahui itu bisa dijadikan landasan ilmu baik untuk platform vaksin atau pun basic diagnosis dan riset-riset lainnya".

"Ada platform khusus bagi peneliti untuk SARS-COV ini untuk jadi platform sharing. Datanya bisa dipakai dan dibandingkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang berkontribusi," tambahnya.

3. Kerjasama LBM Eijkman dengan berbagai pihak

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19Dok. L’Oréal

Dalam melaksanakan proses riset dan penelitian, LBM Eijkman dibantu oleh beberapa pihak. Seperti Biofarma dan L’Oréal Indonesia. "Saat ini kita buat bibit vaksin dan akan diperbanyak di Bandung," ujar Hera.

Mereka menargetkan ada 100 WGS untuk diproduksi, dan saat ini sudah ada 10 WGS yang mereka submit di pusat riset Covid-19 di dunia. "Kalau dari segi sampel sudah ada dan dalam proses pengerjaan," tutur Sisi.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Dua Orang Perempuan di Bidang Pelestarian Lingkungan

4. Peran perempuan di dunia saintek

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19Dok. L’Oréal

"Dunia memerlukan science, dan science membutuhkan perempuan," pungkas Hera. Sosok yang telah lama berkecimpung di dunia saintek tanah air ini berharap akan semakin banyak peneliti perempuan yang terekspos kerja kerasnya.

Meski secara umum masih didominasi oleh laki-laki, Hera ingin menciptakan lingkungan pekerjaan yang nyaman dan suportif untuk para peneliti perempuan di lembaga Eijkman.

Sisi yang saat ini menjadi pemimpin tim riset berjumlah 7 orang peneliti yang mayoritas perempuan ini juga menuturkan hal yang serupa. Ia bilang, "Saat di awal pandemik suasananya masih mencekam, kami harus berada di kantor seharian dengan kewaspadaan tinggi. Itulah kontribusi kami minimal untuk Indonesia".

"Banyak peneliti yang berkarya tapi masih berumah tangga. Jadi gak bikin karier mereka terhambat di lembaga ini," tambah Hera.

5. Perjuangan Sisi memimpin proyek di tengah kondisi hamil

Peranan Ilmuwan Perempuan dalam Penanganan Covid-19Dok. L’Oréal

Hera menuturkan bahwa kebanyakan pemimpin perempuan punya kecenderungan untuk fokus membangun komunitas. "Jadi pendekatan mereka itu lebih ke tim dan people-oriented," tuturnya.

Saat ini Sisi yang tengah menunggu kelahiran bayinya masih aktif memimpin jalannya proyek. "Sebetulnya pada saat pandemik aku memang sudah hamil. Tapi untungnya gak ada mual atau pun capek,' ujarnya.

Support system yang baik menjadi salah satu hal yang memotivasinya. Ia mengatakan, "Kebanyakan selama kehamilan ini aku bantu supervisi dari luar. Udah gak boleh masuk ke dalam lab".

Selain itu, ia juga mensyukuri dukungan dari orang terdekat seperti keluarga. "Suamiku jadi supir pribadi. Dan, orangtua di rumah membantu jaga anak-anakku saat bekerja," ucapnya sambil tersenyum.

Itu dia rangkuman acara webinar tentang peran penting peneliti perempuan dalam proses penanganan pandemik Covid-19. Semoga bisa menginspirasi kamu, ya!

Baca Juga: Kisah Inspiratif 4 Perempuan Indonesia di Dunia Sains, Ada Pilot Uji!

Topic:

  • Tyas Hanina
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya