Comscore Tracker

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelas

#IDNTimesLife Pernah mengubah bungkus Indomie jadi tas kece!

Berawal dari keisengannya mendaur ulang barang-barang bekas menjadi fashion items yang menarik perhatian, nama Putri Samboda pun mulai dikenal publik.

"Aku suka different range of style but I feel most confident with bold colors like neon, teknik color blocking, atau pakai statement accessories," tutur perempuan kelahiran Washington DC ini.

Aksesori yang dikenakannya pun punya material yang beragam. Dari mulai bungkus kemasan mie instan, karung beras, sampai paperbag dari gerai makanan cepat saji ternama.

Dalam wawancara khusus bersama IDN Times, Putri Samboda membagikan kisah inspirasinya bergelut di bidang upcycle fashion serta pandangannya mengenai tantangan yang dialami perempuan masa kini. Simak artikel berikut untuk tahu lebih lengkapnya, ya!

1. Mulai tertarik dengan dunia fashion sejak usia belia. Putri pun mempelajari teknik menjahit dan pattern making secara otodidak

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

Meski gak punya latar pendidikan di bidang fashion, Putri mengaku sudah punya ketertarikan khusus kepada dunia tata busana sejak usia belia.

"Sejak kecil eyang mengajarkanku untuk dandan rapi dan pakai different style of clothes. Dari situ, aku tertarik untuk selalu dandan berbeda dan gak perlu mengikuti tren," pungkasnya.

Dara kelahiran 10 Januari ini pun mulai mempelajari teknik menjahit dan pattern making secara otodidak melalui beberapa kanal YouTube yang ia ikuti. Dari sana, ia menggabungkan dua passion berbeda yang ia miliki, yaitu fashion dan lingkungan.

Ia juga bercerita, "Waktu kelas 5 SD aku dan tiga orang temanku bikin grup bernama 'heroes4earth'. Tujuannya untuk mengedukasi tentang recycling karena kita concern banget sama global warming".

Setelah berangkat untuk meneruskan studinya di US, Putri pun menjadi semakin yakin untuk menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan.

"They care about recycling and sustainability jadi aku mulai aware lagi. Dari hal-hal kecil kaya milah-milahorganic waste dan plastic waste," ujarnya.

Selain itu, ia pun merasa ada pesona tersendiri dari kemasan vintage yang biasa ia temukan di Indonesia. Mulai dari kaleng kerupuk, spanduk pecel lele, hingga sandal swallow.

"Barang-barang kecil ini sering gak kita sadari udah jadi bagian besar dari kebudayaan Indonesia," tambahnya.

2. Cerita awal mula Putri melakukan upcycling and recycling fashion

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

Di tengah kejenuhannya melakukan self quarantine di apartemen, Putri pun membuat tas unik yang terbuat dari kaleng biskuit Khong Guan.

"Itu aku bikin karena aku cari-cari merchandise Khong Guan, tapi gak ada. So, i made one myself!" ujarnya dengan bangga.

Saat itu, ia pun melakukan pemilahan baju dan sepatu yang sudah lama gak dikenakannya. Agar gak menjadi sia-sia, terlintas ide untuk menerapkan upcycle and recycle fashion. Bahan materialnya yang paling utama bersumber dari isi lemarinya sendiri. Selain itu, Putri pun mengumpulkan beragam jenis sampah plastik sekali pakai.

"Walaupun ada kerugian selama pandemik, tapi aku jadi lebih bersyukur sama hal yang masih aku punya. Kalau gak karena ini, mungkin aku gak discover more of my creative side dan passion untuk upcycling," tuturnya.

Biasanya, Putri melakukan tiga projek upcycling secara sekaligus, ia pun merasa jadi kurang produktif saat gak mengerjakan projek apa pun.

Ia mengatakan, "Jadi kalau aku bosen ngerjain satu, gantian deh ngerjain yang lain. Awalnya materialnya cuma bungkus makanan aja, tapi belakangan ini mulai upcycle baju-baju lama juga".

3. Ragam sumber inspirasi fashion Putri: "Pengalaman travelling, alam, museum, sampai akun meme"

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

Saat ini, akun Instagram Putri telah mencapai jumlah 13.3k pengikut. Berbagai respon positif pun berdatangan tiap kali ada kreasi baru yang diunggahnya. Salah satunya adalah permintaan untuk menjual hasil karyanya tersebut.

"Banyak yang minta upcycling pieces-ku untuk dijual tapi kayanya aku belum siap untuk di-commercialized," ujarnya.

Ia merasa takut akan ada yang menjiplak hasil karyanya. Namun, perempuan lulusan salah satu SMA di Yogyakarta ini pun mengaku gak menutup kemungkinan untuk menjadikan ini sebagai peluang bisnis di masa depan.

Saat ini, Putri ingin mulai fokus membuat tutorial untuk upcycle sampah menjadi item fashion yang menarik.

Ia bilang, "Intinya aku ingin mengubah pandangan kalau pakai sampah plastik gak selalu kelihatan gembel kok! That's why i like to combine upcycling items dengan high fashion items".

Ketika diminta untuk menggambarkan fashion style-nya dalam satu kata, secara percaya diri Putri mengatakan gaya eklektik. "Aku suka different range of style but I feel most confident with bold colors like neon, teknik color blocking, atau pakai statement accessories," tuturnya.

Saat menciptakan karya baru, Putri pun mengeksplorasi banyak hal untuk dijadikan referensi.

Ia menuturkan, "Mulai dari pengalaman waktu travelling, nature, museum, even meme account. Everything is a source of inspiration!"

Baca Juga: Margaretha Ari: Teknologi Bisa Perluas Akses Belajar Siswa

4. Dukungan positif dari lingkungan terdekat jadi sumber energi utama. Putri pun mengaku sempat di-notice oleh brand ternama

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

"What keeps me going is the support from my family and friends. Mereka selalu nanya 'besok bikin apa lagi?' atau 'sekarang lagi bikin apa?'. Jadi, they also share the excitement," tuturnya dengan ceria.

Selain mendapat dukungan positif dari orang terdekat, Putri juga mendapat kesempatan emas untuk mendapat recognition dari brand ternama.

Salah satu pengalaman menariknya ia tuturkan sebagai berikut, "Waktu aku bikin celana dari bungkus Indomie, aku gak nyangka bakal ended up ngirimin masker dan bucket hat ke Axton Salim".

Pengalaman unik tersebut membawanya banyak kesempatan baru. Sama berharganya dengan keberangkatannya ke Washington DC di akhir tahun 2015 untuk meneruskan studi. Setelah pergi merantau, ia banyak mempelajari hal baru seperti memasak dan mencari uang saku sendiri.

"Karena aku bolak-balik US dan Indonesia, jadi aku gak terlalu sering homesick. Yang paling kukangenin itu ayam geprek dan camilan asal Indonesia," tuturnya.

Setiap kali berkesempatan untuk pulang ke tanah air, Putri pun membawa pulang beberapa makanan dan barang-barang khas Indonesia yang ia temukan.

5. Begini cara Putri menghadapi komentar-komentar negatif dari netizen. "Just be proud that you’re brave enough to be different," tuturnya

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

Putri mengalami beragam tantangan ketika melakukan kegiatan upcycling. Dari mulai pencarian ide hingga proses pembuatan.

Meski begitu, ia merasa tantangan tersebut sangat menyenangkan. Sebab, ia bisa mengasah kreativitas dan kemampuannya memecahkan masalah.

"Karena barang yang aku hasilin itu gak ada tutorial, jadi aku harus mikirin cara buatnya dari awal sampai akhir," ujarnya. 

Saat berkarya, Putri juga sempat membaca beberapa respon negatif di kolom komentarnya. Namun, ia gak ingin menghabiskan banyak waktu untuk meladeni respon negatif tersebut dan membuat dia kehilangan kesempatan emas.

"Karena when you’re presenting different ideas, pasti akan ada yang mencoba untuk mendiskreditkan kita. Just be proud that you’re brave enough to be different," pesan Putri.

Di kesempatan lain, ia pun pernah mendapat cyber harassment pada salah satu unggahan karyanya. Hal itu membuat Putri sadar bahwa salah satu tantangan nyata yang dialami para perempuan saat ini adalah menjadi korban objektifikasi.

"I’ve seen a lot of women, who clearly are victims of objectification asking people to stop harassing them," ujarnya.

Namun, Putri pun merasa lega karena belakangan ini ia melihat sudah banyak perempuan yang fight back dan memahami pentingnya melakukan hal tersebut untuk menjaga kesehatan mental mereka.

6. Definisi perempuan hebat bagi Putri: mereka yang percaya diri, berani, dan mendukung perempuan lainnya

Putri Samboda, Sulap Barang Bekas Jadi Fashion Items Berkelasinstagram.com/putrisamboda

"Banyak figur yg aku kagumi seperti Michelle Obama, RBG (Ruth Bader Ginsburg), dan lain-lain. Tapi, yang paling menginspirasi adalah nenek buyut aku," pungkasnya.

Putri pun membagikan kisah keluarganya di zaman penjajahan Belanda. Saat itu, eyangnya memiliki bisnis berlian di Kotagede. Bisnis tersebut coba ditutup oleh pemerintah Belanda, akan tetapi keinginan untuk membantu tentara Indonesia gak terhalangi berkat taktik cerdik dari eyangnya.

"Eyang pura-pura bikin kelontong sayur untuk kedok memberi makan dan mendanai tentara Indonesia menuju serangan umum," tambahnya.

Dari kisah tersebut, Putri mengungkapkan rasa kagum yang berlimpah pada nenek buyutnya.

Ia mengatakan "Dia menginspirasi aku banget! Karena sebagai perempuan pada zaman perang, she successfully managed her businesses dan punya jiwa nasionalis yang kuat".

Selain eyangnya, Putri telah bertemu banyak figur perempuan kuat lainnya. Ada pun definisi perempuan hebat baginya adalah mereka yang punya rasa kepercayaan diri, keberaniaan, dan keinginan untuk membantu perempuan lainnya.

Di penghujung wawancara, fashion influencer ini pun membagikan pesannya untuk para perempuan milenial lainnya.

"Don’t worry be crappy. Gak usah takut melakukan kesalahan, always trust the process!" begitulah bunyi kalimat motivasi dari Putri.

Itu dia wawancara khusus IDN Times dengan Putri Samboda. Menarik banget ya proses pembuat karya upcycling and recycling fashion buatannya?

Selain mendapat banyak insight baru di bidang fashion dan lingkungan, pastinya banyak pelajaran baik yang bisa kamu ambil, kan? Coba deh komen di bawah, yang mana fashion items karya Putri yang paling kamu sukai!

Baca Juga: Simak Perjalanan Inspiratif Alimah Fauzan, Founder Perempuan Berkisah

Topic:

  • Tyas Hanina
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya