Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Pria dalam Memilih Teman yang Bisa Menghambat Karier

ilustrasi teman nongkrong
ilustrasi teman nongkrong (pexels.com/Helena Lopes)
Intinya sih...
  • Terlalu betah di lingkar nyaman.
  • Menganggap semua teman pasti mendukung.
  • Menghindari teman yang lebih maju.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lingkar pertemanan punya pengaruh besar terhadap arah karier seorang pria, sadar atau gak sadar. Cara berpikir, cara bersikap, sampai cara mengambil keputusan sering terbentuk dari obrolan dan kebiasaan bersama teman terdekat. Kalau lingkungan pertemanan kurang sehat, ambisi dan potensi karier bisa tertahan tanpa terasa.

Masalahnya, banyak pria merasa semua teman layak dipertahankan selama masih nyaman dan seru diajak nongkrong. Padahal kenyamanan jangka pendek sering berseberangan dengan pertumbuhan jangka panjang. Memahami kesalahan umum dalam memilih teman bisa jadi langkah awal untuk memperbaiki arah hidup dan karier. Yuk, refleksi bareng soal pertemanan yang diam-diam menghambat langkah ke depan!

1. Terlalu betah di lingkar nyaman

ilustrasi teman tertawa
ilustrasi teman tertawa (pexels.com/Pressmaster)

Kesalahan paling sering adalah bertahan terlalu lama di lingkar pertemanan yang terasa aman dan akrab. Teman-teman seperti ini biasanya punya pola hidup yang mirip dan jarang mendorong perubahan. Semua terasa santai, tapi minim tantangan yang memicu perkembangan diri.

Lingkar nyaman sering membuat pria terjebak dalam comfort zone yang sulit ditembus. Diskusi jarang menyentuh ide baru, peluang karier, atau pengembangan kemampuan. Tanpa sadar, potensi diri teredam karena gak ada dorongan untuk naik level.

2. Menganggap semua teman pasti mendukung

ilustrasi obrolan teman
ilustrasi obrolan teman (pexels.com/Laura Tancredi)

Banyak pria berasumsi bahwa semua teman pasti ingin melihat temannya sukses. Kenyataannya, gak semua orang nyaman melihat orang lain berkembang lebih cepat. Rasa iri atau takut tertinggal kadang muncul dalam bentuk candaan atau komentar meremehkan.

Teman yang kurang suportif sering menyamarkan sikapnya lewat humor atau sikap santai. Lambat laun, komentar seperti ini bisa memengaruhi kepercayaan diri dan keberanian mengambil peluang. Lingkungan yang sehat seharusnya memberi dorongan, bukan menahan langkah.

3. Menghindari teman yang lebih maju

ilustrasi obrolan pria
ilustrasi obrolan pria (pexels.com/Taha Samet Arslan)

Ada kecenderungan menjauh dari teman yang kariernya lebih maju atau wawasannya lebih luas. Perasaan minder atau takut dibandingkan membuat sebagian pria memilih lingkar yang terasa setara. Padahal, pertemanan seperti ini justru sumber pembelajaran berharga.

Teman yang lebih maju sering membuka perspektif baru soal dunia kerja, etos profesional, dan cara berpikir strategis. Interaksi dengan mereka bisa memperluas mindset dan standar diri. Menjauh dari sosok seperti ini sama saja menutup pintu pertumbuhan.

4. Berteman tanpa nilai yang sejalan

ilustrasi obrolan dalam pertemanan
ilustrasi obrolan dalam pertemanan (pexels.com/Toa Heftiba Şinca)

Kesalahan lain adalah memilih teman hanya berdasarkan keseruan tanpa mempertimbangkan nilai hidup. Padahal, nilai soal tanggung jawab, integritas, dan kerja keras sangat berpengaruh pada arah karier. Ketika nilai bertabrakan, konflik batin sering muncul.

Lingkungan dengan nilai yang berbeda bisa menyeret pada kebiasaan yang kurang produktif. Waktu habis untuk hal-hal yang gak mendukung tujuan jangka panjang. Pertemanan yang sehat seharusnya saling menguatkan nilai, bukan melemahkannya.

5. Menutup diri dari jaringan baru

ilustrasi pria merenung
ilustrasi pria merenung (pexels.com/Kian Mousazadeh)

Bertahan pada teman lama saja tanpa membuka ruang pertemanan baru juga bisa menghambat karier. Dunia profesional berkembang lewat relasi dan networking yang luas. Menutup diri membuat peluang baru sulit datang.

Teman baru sering membawa sudut pandang, informasi, dan kesempatan yang berbeda. Relasi lintas bidang membantu memahami dunia kerja secara lebih utuh. Membuka diri pada pertemanan baru adalah investasi penting untuk masa depan karier.

Memilih teman bukan soal siapa yang paling lama dikenal, tapi siapa yang membantu tumbuh. Lingkungan pertemanan yang tepat bisa mempercepat langkah menuju tujuan karier. Refleksi kecil soal siapa saja yang ada di sekitar bisa membawa perubahan besar. Karier yang sehat sering berawal dari pertemanan yang tepat dan saling mendukung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Men

See More

5 Kesalahan Pria dalam Memilih Teman yang Bisa Menghambat Karier

22 Jan 2026, 08:15 WIBMen