Berawal dari sebuah gimmick tersebut lantas diaktualisasi menjadi proyek kolaborasi serius antara 510 dan Vierratale. Setelah melalui diskusi dan pematangan konsep yang akan direalisasikan pada lagu tersebut, keduanya sepakat untuk memberi judul lagu ini dengan menyematkan "Esa x Perih".
510 Berkolaborasi dengan Vierratale Rilis Single Esa x Perih, Penuh Kejutan!

- Band 510 dan Vierratale resmi berkolaborasi lewat single 'Esa x Perih', berawal dari mash-up akustik dua lagu mereka yang mendapat respons positif di panggung festival musik.
- Lagu berdurasi 4 menit 12 detik ini menghadirkan kejutan harmonisasi antara vokal Ical dan Widi, dengan aransemen detail yang menunjukkan keselarasan dua lagu berbeda generasi.
- Kolaborasi ini bertujuan membangkitkan inner-child pendengar lama Vierratale sekaligus memperkenalkan karya klasik ke generasi baru melalui perpaduan karakter musik yang hangat dan energik.
Jakarta, IDN Times - Band 510 bersama dengan Vierratale berkolaborasi dalam sebuah single yang diberi judul "Esa x Perih". Ide perilisan single berawal ketika 510 membawakan lagu "Esa" dan lagu "Perih" milik Vierratale secara mash-up dalam format akustik.
Tak terduga, kedua lagu yang di rilis dalam tempo waktu yang terpaut jauh menghadirkan “keakraban” yang sangat cocok di telinga. Penasaran ceritanya kayak gimana? Baca detailnya di bawah ini sampai selesai!
Table of Content
1. Cerita di balik rilisnya single "Esa x Perih"

Seperti yang sudah disebutkan di atas, 510 kerap membawakan dua lagu tersebut dalam format akustik. Seiring berjalannya waktu dan semakin seringnya 510 membawakan mash-up kedua lagu tersebut, suatu ketika 510 dan Vierratale bertemu dalam satu panggung yang sama di salah satu festival musik. Akhirnya Ical bersama Widi yang merupakan vokalis dari kedua band tersebut berkesempatan membawakan lagu mash-up tersebut secara langsung.
"Secara mengejutkan, respons dari penonton semakin antusias dengan kehadiran Widi yang secara langsung mengisi bagian nya di lagu tersebut. Setelah turun panggung, muncul lah obrolan-obrolan ringan untuk menggarap lagu mash-up tersebut secara lebih serius," ujar Faizal Permana atau Ical, vokalis dari 510 dalam keterangan resminya.
"Pemberian judul ini bertujuan untuk tetap menghadirkan identitas dari kedua lagu tersebut yang masing-masing sudah dikenal oleh para pendengarnya," kata Ical.
2. Lagu yang penuh kejutan

Lagu "Esa x Perih" dibuka dengan intro melodi yang sudah tidak asing bagi para fans 510, lantas pendengarnya akan disuguhkan kejutan bahkan masih pada paruh awal lagu. Tidak tertebak dan cerdas, begitulah kiranya respons yang akan terlontar saat pertama kali mendengarkan lagu ini. Jika para pendengar 510 akrab dengan suara Ical sang vokalis 510 pada syair pertama lagu Esa, dalam lagu ini akan disambut suara lembut Widi Vierratale. Hal ini tentu menjadi turning point yang akan menjadikan pendengar berdecak karena mendengar harmonisasi yang baru.
"Sepanjang 4 menit 12 detik mendengarkan lagu ini, kita akan dimanjakan dengan dinamika dan harmonisasi lagu dikias dengan detail aransemen yang apik. Bukan hanya sekedar saling menimpa suara satu dengan yang lain, lagu ini membuktikan bahwa keselarasan 2 lagu dapat diciptakan dengan penguasaan materi yang matang," kata Ical.
3. Membangkitkan inner-child para pendengar
Tujuan dari kolaborasi ini sederhana, yaitu membangkitkan inner-child para pendengar yang lebih dulu mengenal lagu "Perih" dari Vierratale yang dirilis tahun 2009. Dan, tentu memperkenalkannya ke pendengar 510 yang mungkin kurang familiar dengan playlist para Gen-Z.
Warna berbeda dari kedua lagu tersebut tak menjadikannya bertolak belakang, justru menghadirkan akulturasi yang sangat baik. Pembawaan lagu "Perih" yang semula manis dan mendayu berubah menjadi lebih gahar karena berpadu dengan lagu "Esa" dari 510. Begitu pun lagu "Esa" yang selama ini dikenal manly berubah menjadi lebih hangat dengan tanpa meninggalkan wibawanya.
"Nama 510 mungkin lebih akrab di telinga para penikmat musik saat ini, namun tentu Vierratale lebih dulu hadir dan merupakan band besar yang masih eksis di blantika musik Indonesia hingga kini. Sehingga, dengan hadirnya lagu "Esa x Perih" ini menjadi aktualisasi karya hasil kolaborasi 510 dan Vierratale yang membuktikan bahwa musik tidak pernah terbatas segmentasi, ruang, maupun waktu," tutup Ical.


















