Comscore Tracker

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada Pria

Jadi stres sendiri karena standar sosial terhadapnya

Terlepas dari siapa pencetus dan kapan toxic masculinity muncul, tak bisa dipungkiri kalau hal itu dipercaya oleh orang-orang bahkan menurun hingga sekarang ini. Yaitu tentang ketetapan sosial yang dibuat untuk laki-laki, baik itu perihal penampilan fisik, sifat yang dimiliki, sampai kedudukannya di masyarakat yang dianggap harus dimiliki oleh laki-laki. Pemikiran yang sempit sekali, tapi bagi yang percaya pada hal itu dan terbawa arus oleh standar sosial mau tak mau menjadikan hidupnya tidak bahagia. Dan beberapa toxic masculinity konon dijadikan standar untuk laki-laki, simak pembahasannya berikut ini beserta akibat dari setiap poinnya.

1. Laki-laki gak boleh mengeluh dan menangis

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada PriaIlustrasi stres(pexels.com/Alex Green)

Pertama, kamu mungkin gak asing dengan yang satu ini karena hampir semua orang menerapkannya pada laki-laki, yaitu anggapan bahwa laki-laki gak boleh ngeluh dan menangis. Kalau laki-laki mengeluh malah dicap lemah, dan kalau menangis malah dianggap cengeng dan tidak sepantasnya laki-laki melakukannya. Dampak toxic masculinity ini bisa berpengaruh pada mental dan membuat pria jadi terbiasa untuk menutup diri dan tidak mengekspresikan dirinya secara terbuka.

2. Harus mampu mendominasi dan disegani sekitar

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada PriaIlustrasi bos dan karyawan(pexels.com/August De Richelieu)

Standar tentang laki-laki harus menjadi pemimpin, memiliki kuasa dan disegani sekitarnya juga merupakan bagian dari toxic masculinity. Yang mana pada akhirnya menetapkan standar kalau siapapun yang terlahir sebagai laki-laki harus bisa menjadi dominan. Akibatnya banyak sekali laki-laki yang berlomba untuk menjadi nomor satu pada segala hal karena ia merasa itulah jati dirinya sebagai pria.

3. Sikapnya ke orang lain gak boleh lembut-lembut, nanti gak kelihatan jantan!

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada PriaIlustrasi bersikap kasar(pexels.com/Keira Burton)

Gak semua laki-laki mengalaminya, namun sebagian laki-laki mengalami toxic masculinity ini. Yaitu seperti ketetapan mutlak kalau laki-laki gak boleh bersikap lembut ke orang lain atau gak bakal kelihatan jantan. Kebanyakan orang dewasalah yang mengajarkan hal ini pada anak-anak. Tujuannya mungkin agar dia bisa menjaga diri sendiri dan tidak menjadi bahan bully, tapi akibatnya justru dialah yang kemungkinan menjadi pembully. Bersikap kasar, menindas, tidak memperhatikan sikapnya dengan baik karena berpikir seperti itulah lelaki sejati seharusnya.

Baca Juga: 9 Tanda Kamu Sedang Terjebak Toxic Masculinity, Bahaya Bro!

4. Mesti berani dengan hal menantang dan berisiko

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada PriaIlustrasi balapan(pexels.com/Michal Hudcovic)

Yang keempat ini bisa dibilang toxic masculinity yang paling parah dan fatal akibatnya, yaitu laki-laki harus berani dengan hal menantang dan berisiko. Entah itu balapan, kegiatan outdoor ekstrim seperti panjat tebing, berenang di laut dalam, atau hal-hal lainnya yang berisiko tinggi. Hal ini sangatlah berbahaya karena bisa mengancam keselamatan diri sendiri, dan jangan pernah mau kalau hal ini dijadikan standar oleh orang sekitarmu untuk pengakuan jati dirimu sebagai lelaki. Percayalah kalau tanpa hal-hal ekstrim pun jati dirimu sebagai laki-laki tak akan berkurang.

5. Laki-laki gak semestinya mengurus rumah, tugasnya cuma kerja dan cari duit

5 Toxic Masculinity yang Sering Dijadikan Standar pada PriaIlustrasi kerja(pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ada banyak banget orang yang menjadikan hal ini sebagai standar diri seorang pria. Padahal kalau bicara soal mencari nafkah dan penghasilan, perempuan pun bisa melakukannya. Selain itu juga ada dampak buruknya, yaitu laki-laki jadi tidak tahu bagaimana mengurus rumah dan mengurus dirinya sendiri karena yang dia tahu cuma kerja. Miris banget, apalagi kalau tiba-tiba harus hidup sendirian dan mesti mandiri. 

Lima toxic masculinity tadi biasa dijadikan orang-orang sebagai standar diri seorang pria, yang mana dampak dan akibatnya sendiri justru malah membahayakan. 

Baca Juga: 6 Tipe Orang Toxic yang Wajib Kamu Hindari, Hati-hati Playing Victim!

afifah hanim Photo Verified Writer afifah hanim

Sebab ingatan kan abadi jika dituangkan dalam tulisan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya