Banyak orang menganggap fatherless hanya terjadi ketika seorang ayah meninggalkan keluarga atau tidak hadir secara fisik dalam kehidupan anak. Padahal dalam psikologi keluarga, perasaan kehilangan figur ayah juga bisa muncul ketika seorang ayah selalu ada di rumah, tetapi terlalu sibuk bekerja hingga sulit membangun kedekatan emosional dengan anak.
Tentu bekerja keras demi keluarga adalah hal yang mulia. Namun ketika pekerjaan menyita hampir seluruh waktu, perhatian, dan energi, hubungan antara ayah dan anak bisa perlahan merenggang. Akibatnya, anak tumbuh dengan kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi meski kebutuhan materi tercukupi. Berikut lima alasan mengapa ayah yang terlalu workaholic berisiko meninggalkan luka fatherless pada anak.
